Timor Express

HUKUM

Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Dana Bos SDI Liliba

Iwan Kurniawan - Manang Soebeti

KUPANG, TIMEX – Jaksa peneliti Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT mengembalikan berkas perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2017 pada SD Inpres Liliba di Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, kepada penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTT.

Pengembalian berkas perkara dengan petunjuk (P-19) dilakukan jaksa, setelah menetapkan berkas perkara tersebut belum lengkap.

Jaksa saat meneliti berkas perkara tersebut, menemukan adanya kekurangan yang harus dilengkapi penyidik.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Iwan Kurniawan yang dikonfirmasi, Jumat (15/2), mengatakan, jaksa peneliti telah memeriksa berkas perkara tersebut dan ditetapkan belum lengkap.

“Jaksa peneliti menetapkan berkas perkara belum lengkap. Sudah P-19 dengan mengembalikan berkas perkara disertai petunjuk untuk melengkapi. Kita tunggu 14 hari setelah kembalikan berkas perkara untuk lihat perkembangan penyidikan tambahan dari penyidik,” kata Iwan.

Sementara, Kasubdit Tipidkor Kompol Manang Soebeti yang dikonfirmasi via ponsel, membenarkan P-19 perkara dimaksud. “Ya, masih dilengkapi petunjuknya,” singkat Manang.

Tim penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTT juga telah mengajukan perpanjangan masa penahanan untuk kedua tersangka, masing-masing berinisial R selaku Kepala SDI Liliba dan Y sebagai Bendahara SDI Liliba.

Sebelumnya, Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus, Kompol Manang Soebeti dalam konferensi pers di Mapolda NTT, belum lama ini, mengatakan, dalam pemeriksaan kedua tersangka ditemukan banyak kwitansi pembelanjaan yang tidak sesuai dengan harga dan volume barang serta pembelanjaan fiktif.

“Akibat perbuatan tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp 149.622.181,” kata Manang Soebeti.

Dijelaskan, tim penyidik juga menyita barang bukti dari kedua tersangka berupa 1 buah dokumem rencana kerja anggaran sekolah (RKAS) tahun 2017, 1 buah RKAS tahun 2018, 1 buah box dokumen pengelolaan pertanggungjawaban dana BOS SDI Liliba triwulan I, II, III dan IV tahun 2017, 1 buah box dokumen pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS SDI Liliba triwulan I dan II tahun 2018 dan uang sebesar Rp 50 juta dari tangan kepala sekolah.

Saat ini kata Manang, polisi telah memeriksa 21 saksi dan meminta audit kerugian keuangan negara kepada Inspektorat Provinsi NTT.

“Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 3 Desember 2018 lalu,” katanya.

Ditambahkan, untuk sementara pihaknya baru menetapkan dua orang tersangka, dan belum ada indikasi penambahan tersangka.

“Kami terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan jika ada informasi dari masyarakat yang lain, kami akan tindak lanjuti. Namun sejauh ini belum ada indikasi penambahan tersangka,” paparnya.

Lebih lanjut, Kompol Manang Soebeti menuturkan sudah melakukan penahanan kedua tersangka setelah ditetapkan menjadi tersangka.

“Kedua tersangka sementara ditahan di ruang tahanan Polres Kupang Kota sambil menunggu proses pemberkasan,” ungkapnnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kedua tersangka, penyidik menjerat kedua tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana jo Pasal 55 ayat Ke-1e KUHP.

Kedua tersangka juga terancam hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. (joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!