Dulu Merasa Sumpek, Kini Lebih Lega – Timor Express

Timor Express

PARIWISATA

Dulu Merasa Sumpek, Kini Lebih Lega

RUMAH JONI. Inilah rumah Joni bantuan pemerintah pusat yang sudah dihuni sejak awal Februari 2019.

BORGIAS KOLO/TIMEX

Melihat dari Dekat Rumah Baru Yohanes Ande Kala, si Pemanjat Tiang Bendera

Nasib keluarga Yohanes Ande Kala seketika berubah. Ini setelah Joni sapaan karib sang bocah, berhasil memanjat tiang bendera saat upacara pengibaran bendera merah putih, 17 Agustus 2018 lalu. Seperti apa kehidupan mereka saat ini?

FRANS BORGIAS KOLO, Atambua

Rumah Joni, siswa kelas VII SMP Negeri Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, sejak akhir tahun 2018 lalu mulai berubah. Rumah setengah tembok berukuran 9×10 meter yang dihuni sejak 2002 lalu sudah berubah menjadi sebuah rumah berdesain luks.

Rumah bantuan pemerintah pusat ini selain memiliki tiga kamar tidur, satu kamar tamu dan satu ruang makan, juga dilengkapi dua ruangan khusus untuk dapur dan MCK. Bersambungan dengan gedung utama. Lebih menarik lagi, rumah ini pun dipercantik dengan taman yang dihiasi aneka jenis bunga. Halaman depan ruma Joni juga tertata rapi. “Rumah kami sebelumnya ukuran 9×10 meter dengan empat kamar tidur, satu kamar tamu dan satu kamar makan seadanya. Tempat tidurnya beralaskan boslak (kasur, red). Tapi sekarang isi kamar tidur sudah jauh lebih baik. Ada spring bed yang lebih bagus. Sudah begitu masing-masing kamar tidur ada lemari pakaiannya,” jelas ayah kandung Joni, Victorini Fahik Marchal Fahik didampingi istrinya Lorensa Gama saat ditemui bersama Joni di kediamannya di Silawan, Minggu (10/02) siang.

Rumah yang dibangun untuk Joni ini bertipe 45 dengan ukuran 9×5 meter persegi. Ini sesuai standar nasional. Rumah ini mulai dihuni Joni dan keluarga sejak awal Februari lalu. Tak hanya Joni dan orangtuanya, beberapa saudara Joni juga ikut tinggal di rumah baru ini. Rumah ini merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR bersama beberapa instansi pemerintah seperti Polri (Kapolda NTT dan Kapolres Belu) serta PLN.

“Rumah dibangun oleh bapak presiden, sedangkan perlengkapan kamar tidur, kamar tamu dan dapur diatur oleh pak Kapolres dan pak Kapolda. Spring bed, kursi sofa dan alat dapur diantar oleh pak Kapolsek Tastim. Sedangkan sumur dibangun oleh PLN,” jelas Victorino.

Penampilan rumah berstandar nasional yang sudah dihuni Joni dan sanak keluarganya menurut Victorino memberi kenyamanan tersendiri. “Kondisi rumah sebelumnya sudah kumal, dindingnya sudah reot, bangunan setengah temboknya pun sudah retak-retak, belum lagi atap sengnya juga sudah lubang-lubang. Jelas membuat kami yang tinggal di dalamnya merasa tidak nyaman dibanding sekarang kami lebih senang karena lebih nyaman tinggal di dalamnya,” ungkap ayah Joni.

Kendati merasa nyaman menghuni rumah bantuan presiden Jokowi, namun Victorino mengakui masih ada kekurangan yang harus dibenahi lagi. Tiga kamar tidur yang sudah dimanfaatkan menurut Victorino tidak cukup menampung isi keluarganya.

“Anak saya ada sembilan orang, saat ini enam orang lagi kerja di luar daerah. Jadi kalau semua berkumpul jelas rumah yang ada saat ini tidak bisa menampung kami semua, sehingga saya terpaksa usaha untuk bangun rumah baru lagi biar bisa menampung anak-anak yang lain,” kata Victorino Fahik Marchal. (*/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!