90 Persen Bawang Putih di Jatim Diimpor – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

90 Persen Bawang Putih di Jatim Diimpor

SURABAYA, TIMEX–Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim) mengakui komoditas bawang putih 80 – 90 persen masih diperoleh secara impor. Meski didatangkan dari Tiongkok namun harga bawang putih masih terbilang stabil.

Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan mengatakan, impor bawang putih ini disebabkan karena ketidakcocokan lahan. Menurutnya, bawang putih kurang cocok ditanam di lahan Jatim. “Meskipun impor tapi harga bawang putih di Jatim masih terbilang stabil. Yakni masih Rp 19.000 per kilogram,” jelasnya kepada Radar Surabaya, Rabu (20/2).

Drajat menuturkan, untuk sejumlah daerah seperti Kediri dan Probolinggo harga bawang putih hanya Rp 16.000 per kg. Drajat mengaku memang ada salah satu daerah yang menjual komoditas ini hingga mencapai Rp 26.000 per kg. “Ini di Magetan, kemungkinan mahalnya harga bawang putih ini disebabkan oleh faktor distribusi. Dalam waktu dekat tim kami akan mengecek ke sana untuk mencari tahu penyebab sebenarnya,” tuturnya.

Kalau dilihat trennya, sejak 2018 hingga Februari 2019, harga bawang putih hanya Rp 17.000 – 19.000 per kg. Tahun 2018 sempat naik harganya hingga mencapai Rp 29.000 per kg yakni pada bulan Maret dan April kemudian normal kembali.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim ini mengaku, sebenarnya untuk stok bawang putih yang ada di gudang importir impor masih aman, yakni sekitar 580 ton. Menurutnya, jenis bawang putih impor yang beredar pada masyarakat ada dua jenis, yakni jenis sinco dan kating.

“Yang paling disukai masyarakat adalah jenis sinco karena harganya murah kualitasnya lumayan bagus. Sedangkan jenis kating memang harganya agak mahal. Jadi perbandingannya sekitar 85 persen banding 15 persen,” paparnya.

Drajat menjelaskan, sebenarnya masyarakat bisa memantau harga komoditas setiap harinya melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo). “Jika harga di lapangan tidak sesuai dengan harga tersebut, nantinya kami akan melakukan sidak untuk mencari tahu penyebabnya,” katanya.

Dari data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, produksi bawang putih masih minus. Untuk itu Pemprov Jatim mengandalkan pasokan dari negara seperti Tiongkok, India, Vietnam dan Mesir. Diketahui produksi bawang putih pada 2017 hanya 761 ton. Padahal tingkat konsumsi sebesar 55.000 ton. Terjadi minus sebesar 54.239 ton. Angka itu menunjukkan Jatim hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 1,4 persen. (mus/nur/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!