Ende Belum KLB DBD – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Ende Belum KLB DBD

Djafar Achmad

ENDE, TIMEX – Meski angka penderita demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai angka 101 orang, namun Pemerintah Kabupaten Ende belum menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Padahal, angka penderita DBD meningkat lebih dari 100 persen karena untuk tahun 2018 cuma 42 penderita DBD.

Belum dikategorikan KLB disampaikan Wakil Bupati Ende, Djafar Achmad saat ditemui di kantor bupati Ende, Senin (18/2). Menurut Djafar, rumah sakit daerah masih mampu menangani pasien DBD.

“Kita belum menetapkannya sebagai kejadian luar biasa karena rumah sakit kita bisa menangani pasien yang ada,” katabta.

Menurut Djafar, pasien yang dirawat di RSUD Ende datang dan pergi. Sementara, ruangan yang ada masih bisa menampung pasien yang terindikasi DBD.

Djafar menyebutkan, kini Pemerintah Kabupaten Ende melalui dinas teknis lebih fokus penanganan dengan melakukan fogging dan pembagian abate di lokasi terjadinya DBD.

“Kita sudah terjunkan staf untuk melakukan fogging dan membagikan abate kepada warga. Ini upaya kami dalam penanganan DBD. Jadi kita belum menyatakan DBD sebagai KLB,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sislaus Bendu melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/2) mengatakan, hingga Selasa (19/2) berdasarkan data yang ada pada Dinas Kesehatan tercatat 101 pasien yang terkena DBD. Sementara korban yang meninggal sebanyak dua orang.

“Sampai hari ini tercatat sudah mencapai 101 orang yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ende. Tersebar di empat kecamatan dalam kota, ditambah Kecamatan Nangapanda, Lio Timur dan Maurole,” tulis Sislaus sambil menambahkan, semua korban di rawat di RSUD Ende.

Ia mengingatkan kepada orang tua dan siapa saja yang mengalami sakit panas yang tidak jelas untuk secepatnya berobat ke rumah sakit.

Dia menambahkan, mengantisipasi DBD pihaknya sudah melakukan fogging fokus dan imbauan terus menerus baik melalui dinas maupun puskesmas untuk waspada DBD.

Dikatakan, penyebaran DBD tidak lagi diempat kecamatan dalam kota, tetapi kini menyebar ke kecamatan yang ada diluar kota. Seperti Kecamatan Detukeli, Nangapanda, Wewaria, Maurole dan Ndona.

“Selain fogging fokus, kami juga lakukan siaran keliling di puskesmas. Hal yang sama sudah diimbau oleh bupati,” katanya sambil mengatakan, kejadian DBD akibat siklus tahunan, di mana sebutnya terjadi akibat perubahan cuaca.

Selain itu tambahnya, akibat lingkungan yang tidak bersih dan adanya genangan air yang menyebabkan jentik nyamuk bersarang dan berkembang biak menjadi nyamuk. (kr7/ays)

 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!