Pantai Utara TTU Darurat DBD – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Pantai Utara TTU Darurat DBD

Jumlah Penderita 64 Kasus

Zakarias Fernandes

KEFAMENANU, TIMEX – Wilayah pantai Utara (Pantura) Kabupaten TTU ditetapkan sebagai daerah dengan status darurat DBD. Sebab, jumlah penderita BDB terbanyak berasal dari wilayah tersebut.

Sebelumnya, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten TTU terbanyak dari Kecamatan Kota Kefamenanu.

Data yang berhasil dirangkum Timor Express dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTU menyebutkan, sejak awal Januari hingga Rabu (20/2), jumlah penderita DBD mencapai 64 kasus. Angka ini cukup meningkat signifikan dari total sebelumnya hanya 34 kasus dengan hasil rekapan terakhir, Senin (11/2).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Zakarias Fernandes kepada Timor Express, Rabu (20/2) menuturkan, wilayah Pantura Kabupaten TTU telah ditetapkan sebagai daerah darurat DBD. Meski hingga kini belum ada korban jiwa akibat penyakit tersebut, namun jumlah penderita terbanyak berasal dari daerah Pantura.

Dikatakan, pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh petugas kesehatan agar terus mendata dan menangani pasien dengan kasus DBD yang mendatangi setiap fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Sesuai dengan data yang berhasil dirangkum Dinas Kesehatan dari sejumlah fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten TTU hingga kini pasien DBD yang ditangani sebanyak 64 kasus yang dirawat di RSUD Kefamenanu, RSU Leona, bahkan terdapat pasien yang rawat jalan.

“Jumlah penderita DBD terus meningkat. Sekarang sudah 64 kasus yang ditangani tenaga medis,” tutur Zakarias.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan TTU terus melakukan berbagai upaya pencegahan yakni dengan melakukan fogging atau pengasapan guna membunuh nyamuk menggunakan zat kimiaw. Fogging dilakukan di daerah yang diketahui terdapat penderita DBD paling banyak.

Ia berharap agar masyarakat Kabupaten TTU terus membudayakan pola hidup sehat, sehingga terhindar dari serangan DBD. Sampah dapat diamankan ditempatnya dan buang air besar pada tempatnya.

“Jumlah penderita terbanyak itu ada di Pantai Utara, sehingga sekarang ini kita fokus di wilayah itu,” katanya. (mg26/ays)

 



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!