Timor Express

POLITIK

Ingatkan Gangguan Keamanan Jelang Pemilu

Mahfud Sebut Berpola Sama

BANYUWANGI, TIMEX–Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta masyarakat mewaspadai kerawanan gangguan keamanan menjelang pemilu. Kondisi tersebut biasanya mengiringi kenaikan tensi politik. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Mahfud mengatakan, kondisi saat ini masih aman dan terkendali. Namun, di lapangan kerap ditemukan beberapa upaya teror untuk mengacaukan proses pemilu. Misalnya, adanya ledakan bom molotov di sela debat capres dan pembakaran kendaraan di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

”Paling tidak, ada 27 kasus yang saya amati, pola dan gerakannya sama. Ini jelas untuk mengganggu pemilu. Laporannya saya dapat dari polisi,” kata Mahfud saat membuka kegiatan Gerakan Suluh Kebangsaan di Stasiun Banyuwangi Baru Jumat (22/2).

Selain itu, lanjut dia, masyarakat diminta mewaspadai arus hoaks yang makin deras menjelang pemilu kali ini. Semua bertujuan memancing timbulnya keretakan masyarakat. ”Hoaks ini muncul dari kubu mana pun, jadi bukan satu kubu saja. Saya rasa cara-cara seperti ini tidak baik. Lakukanlah kampanye secara fair. Jika kalah, akan kalah terhormat. Begitu juga jika menang, akan menang terhormat. Dan, negara ini akan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Mahfud juga mengomentari munculnya fenomena meneriaki salah satu paslon capres dengan nama paslon kompetitornya di sejumlah daerah. Dia menilai hal tersebut masih wajar selama tidak dilakukan dengan cara-cara kriminal. Misalnya, melakukan intimidasi, penghadangan, penganiayaan, dan perusakan. ”Itu sudah biasa dalam kampanye. Pak Sandiaga maupun Pak Jokowi juga pernah mengalaminya, yang penting tidak sampai kriminal,” jelasnya.

Di tempat sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, masyarakat di daerah cukup cerdas menyikapi tensi politik yang makin panas. Meski di ibu kota dan ranah media sosial cukup ramai dengan berbagai persepsi politik, masyarakat dan tokoh daerah tetap kompak. Dia lantas menyebut kondisi di Banyuwangi yang tetap bisa menjaga persatuan bangsa. ”Kuncinya, gotong royong dan kompak. Di Banyuwangi, setiap tiga bulan kami memiliki acara pertemuan dengan tokoh agama. Entah itu di gereja, pura, atau masjid. Jadi, di sanalah kami menyampaikan klarifikasi jika ada masalah sosial,” jelas Anas.

Sementara itu, D. Zawawi Imron, salah seorang tokoh budayawan yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa masyarakat seharusnya bisa menggunakan akal sehat secara kolektif dalam menyikapi kondisi saat ini. Yang dimaksudnya, selain akal sehat, harus dengan hati yang bersih. ”Kita semua minum di Indonesia, makan beras dan buah-buahan dari Indonesia. Kita bersujud di atas bumi Indonesia dan mati akan dipeluk bumi Indonesia. Jika semua bisa memiliki rasa seperti ini, mereka akan saling menjaga,” ujarnya.(fre/aif/c1/c7/agm/jpg/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!