Batalkan SK Puluhan Pejabat – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Batalkan SK Puluhan Pejabat

Polemik Mutasi Pemprov

             Sekda: Kekeliruan Itu Manusiawi

KUPANG, TIMEX – Kecurigaan sejumlah pihak tentang adanya masalah dalam proses mutasi pejabat eselon III dan IV lingkup pemerintah Provinsi NTT terbukti.

Setelah Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengakui adanya kekeliruan dalam proses tersebut, kali ini Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Ben Polo Maing juga mengakui adanya kekeliruan seperti yang ditulis koran ini.

Ironisnya, atas kesalahan tersebut, sekira puluhan pejabat yang sudah dilantik pada jabatan baru maupun lama, akan dibatalkan. “Kekeliruan itu masuk dalam hal-hal teknis kewajaran dalam kerja. Tentu kita evaluasi. Saat ini kita sedang evaluasi. Hal-hal apa yang menjadi perhatian,” kata Ben Polo Maing yang diwawancara Timor Express di Gedung Sasando sekira pukul 20.30 WIB, Rabu (27/2) malam tadi.

Dia akui, ada sejumlah pejabat yang belum bisa dipromosi jabatannya, namun dalam pelantikan tersebut, sudah dilantik. Bahkan naik jabatan. Ada pula yang diangkat dalam dua jabatan berbeda atau mendapat dua SK. Meski demikian, Ben Polo Maing belum mau menyebut berapa banyak pejabat yang dibatalkan SK tersebut. Setelah menyebut 1 persen atau 5 persen dari 873 pejabat yang dilantik, dia kembali menyebut sekira 10 persen dari jumlah tersebut. “Kalau katakanlah 10 persen berarti 80 orang. Mungkin satu persen. Tapi sekecil apapun, yang namanya kekeliruan, pasti jadi perhatian,” kata dia.

Jika SK tersebut dibatalkan, dia katakan, mereka tidak perlu dilantik lagi untuk jabatan sebelumnya. Meski demikian, dia belum memastikan apakah mereka kembali ke jabatan sebelumnya atau nonjob.

Sebagai Ketua Baperjakat, Ben Polo Maing jelaskan, proses mutasi dimulai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Selanjutnya dibahas bersama dalam Baperjakat yang di dalamnya ada juga Sekda dan Asisten III.

Hasilnya dibawa ke Wakil Gubernur. Namun dia akui, karena banyaknya pejabat yang dimutasi, dirinya tidak bisa meneliti satu per satu. Termasuk wakil gubernur. “Kalaupun dari beliau (Wagub) sudah koreksi, tetapi kalau masih kurang ada satu, dua, itu manusiawi. Sekian banyak ini kan tidak mungkin tidak ada kekeliruan. Yang namanya kekeliruan itu diupayakan semaksimal mungkin untuk diminimalisir,” kata dia.

Hal ini menurut dia karena proses sudah dilakukan oleh BKD, namun tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan dalam pengetikan maupun penempatan. Karena jumlah pejabat yang mencapai 1.037 orang. “Kalau by design, mungkin tidak,” katanya sembari menambahkan, jika ada kekeliruan, dipastikan akan dibenahi.

Ditanya terkait proses mutasi yang terkesan terburu-buru, Ben Polo Maing katakan, semua dituntut untuk bekerja cepat, karena kerja birokrasi harus sudah dimulai di awal tahun anggaran 2019 ini. Selain itu, karena pejabat eselon II sudah dilantik, sehingga eselon III dan IV harus sesegera mungkin dilantik. Sementara untuk mendapatkan rekomendasi dari KASN dan Kemendagri pun butuh waktu.
Sebelumnya, Wagub NTT, Josef Nae Soi yang diwawancara koran ini terkait adanya dugaan masalah dalam mutasi eselon III dan IV mengakui, dalam proses tersebut tidak dipungkiri adanya kekeliruan. Namun menurut dia, kekeliruan adalah manusiawi, apalagi dengan jumlah pejabat sebanyak 1.037 orang.

Dalam pelantikan pada Kamis (21/2) itu, wagub melantik 873 pejabat eselon III dan IV di Aula El tari Kupang. Wagub mengambil sumpah dan melantik para pejabat didampingi Asisten I Sekda NTT, Djamal Ahmad. Sementara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Sekda NTT, Ben Polo maing tidak hadir. Tercatat 164 orang tidak dilantik atau nonjob. (cel/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!