Kerukunan Lebih Penting daripada Pemilu – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Kerukunan Lebih Penting daripada Pemilu

ILUSTRASI KERUKUNAN

Ikrar Kebangsaan Perwakilan Agama

JAKARTA, TIMEX–Sejumlah kalangan prihatin dengan makin maraknya penggunaan isu agama untuk pemenangan politik menjelang pemilu. Kamis (28/2) sejumlah tokoh yang mewakili agama mengadakan ikrar kebangsaan. Mereka bergabung dalam aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia (ABI).

Para tokoh itu mengadakan ikrar di Aula Panti Trisula Perwari, Jalan Menteng Raya, Jakarta. Acara tersebut dihadiri, antara lain, Buya Syafi’i Ma’arif, Ust Andi Yusuf Cirebon, Ngatawi Al-Zastrouw, inisiator ABI Pdt Martin L. Sinaga sekaligus perwakilan agama Kristen Protestan, perwakilan agama Konghucu Uung Lunggana, Ketua Umum Padepokan Sunan Kalijaga (Padasuka) Syarif Rahmat, dan inisiator ABI lainnya, Pdt Irfan. Ikrar diselenggarakan sebelum mereka mengadakan doa yang diikuti massa lebih besar di Lapangan Silang Monas pada 24 Maret mendatang.

Ngatawi menjelaskan, masyarakat saat ini mengalami keterbelahan. Sebab, sebagian praktisi politik menggunakan agama untuk memecah belah bangsa. Dia berharap, dengan adanya ikrar tersebut, masyarakat menjadi lebih paham. Ada hal lain yang lebih penting daripada sekadar mencari kemenangan pemilu. “Kepedulian bangsa, kerukunan bersaudara, dan persatuan warga sekitar jauh lebih penting daripada politik, pemilu, dan pilpres yang hanya sesaat ini,” ucapnya.

Melalui acara itu, Ngatawi bersama beberapa pemuka lainnya juga berdoa agar keutuhan bangsa Indonesia tetap dijaga. Mereka juga berdoa agar masyarakat masih percaya kepada ideologi bangsanya. Yakni, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. “Kami berdoa Pancasila masih menjadi fondasi penting yang membangun bangsa kita,” lanjutnya.

Uung menambahkan, masyarakat akan lebih nyaman jika tidak terpecah belah seperti saat ini. Masyarakatnya bantu-membantu tanpa memandang latar agama. Semua dipersatukan oleh NKRI. “Enak kan kalau kita bisa bersatu, bisa makan soto madura bareng. Berkahnya demikian luar biasa,” selorohnya, lantas tertawa.

Karena itu, Uung berpesan kepada masyarakat untuk menahan egonya demi menjaga warisan turun-temurun antargenerasi ini. Menjaga kesatuan negara, menurut dia, lebih penting ketimbang harus menuruti emosi seperti saat ini. “Seluruh anak bangsa pasti mengharapkan hal yang sama. Jika pemilu terpecah belah, kita tidak bisa mengaplikasikan apa yang telah tercapai dalam pemilu itu sendiri untuk membangun bangsa dan negara ini,” tutur Uung.

Pada akhir acara, mereka mengumumkan acara pemungkas yang akan diselenggarakan ABI. Ikrar dan doa bersama tidak hanya akan berhenti kemarin di Menteng. Ngatawi dkk mengajak massa yang lebih banyak lagi untuk datang pada 24 Maret di Monas. Bersama-sama, doa dan ikrar anak bangsa ini akan dilakukan mulai pukul 07.30. Rencananya, acara tersebut dihadiri para tokoh dari berbagai agama, adat, pemuda, pejabat, seniman, budayawan, dan sesepuh bangsa. “Ayo, ramaikan dengan datang di Monas pada 24 Maret nanti,” kata Ngatawi.(bin/c4/agm/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!