STIKOM Uyelindo Target Semua Prodi Akreditasi A – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

STIKOM Uyelindo Target Semua Prodi Akreditasi A

AKREDITASI. Proses reakreditasi perguruan tinggi oleh asesor di Aula Stikom Uyelindo Kupang, Jumat (1/3).

INTHO HERISON TIHU/TIMEX

KUPANG, TIMEX-Sekolah Tinggi Menajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang terus meningkatkan standar mutu pendidikan melalui akreditasi. Semua program studi ditarget akreditasi A. Target ini akan tercapai pada tahun 2030.

Upaya yang dilakukan perguruam tinggi yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan I Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan visi dan misinya. Yakni tahun 2025, 50 persen program studi harus terakreditasi A dan pada tahun 2030 semua akan terakreditasi A.

Hal tersebut disampaikan Ketua STIKOM Uyelindo Kupang, Marinus I.J. Labelawa, S.Kom., M.Cs kepada Timor Expess di sela-sela kegiatan reakreditasi perguruan tinggi yang diselenggarakan di Aula STIKOM Uyelindo, Jumat (1/3). Marinus Labelawa menjelaskan, kegiataan assesmen lapangan untuk perguruan tinggi ini dilakukan oleh perwakilan asesor dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) sebanyak dua orang. Yakni Prof. Dr. Budi Murtyasa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Prof. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D dari Universitas Gadjah Mada.

Dikatakan, tahap assesmen tersebut harus melalui beberapa tahapan. “Kita sudah lolos beberapa tahapan akreditasi yakni tahap pengiriman berkas melalui Sapto, sistim akreditasi online lalu tahap yang disebut AK. Dan saat ini pada tahap terakhir yaitu pemeriksaan lapangan atau disebut dengan assesmen,” jelasnya.

Ditambahkan, assesmen yang dilakukan oleh asesor sebanyak 8 standar kompotensi sesuai dengan berkas yang telah dikirim melalui Sapto. Secara sistem penjaminan mutu secara eksternal, Stikom Uyelindo Kupang berada pada peringkat baik karena sesuai standar mutu secara nasional sudah sesuai. Ditargetkan untuk tahun 2020, Stikom Uyelindo sudah berada pada standar yang ditetapkan secara nasional yakni akreditasi semua program studi dan akreditasi PT harus peringkat B.

“Dari tiga program studi yang ada, dua program studi sudah diakresitasi B. Sementara yang belum dalam waktu dekat akan dilakukan assesmen lapangan,” katanya. Ke depan, lanjutnya, akan dilakukan upaya peningkatan mutu dan standar pendidikan melalui rekomendasi asesor dengan standar nasional yang sudah ditetapkan. Seperti standar tata pamong, mahasiswa, SDM, kurikulum, standar sistem formasi, penelitian, pengabdian dan kerja sama. “Target kita pada tahun 2025, 50 persen program studi di Stikom Uyelindo Kupang harus terakreditasi A sesuai dengan visi yang ada sehingga pada tahun 2030 visi untuk semua program studi sudah terakreditasi A,” tuturnya.

Lebih lanjut, Marinus Labelawa mengatakan, pada bulan April 2019 mendatang akan dilaunching 9 kriteria atau stadar penjaminan mutu pendidikan dan pihaknya telah siap menghadapinya. “Standar pendidikan tidak hanya 8 namun akan meningkat menjadi sembilan dan kami telah siap untuk melaksanakan standar pendidikan tersebut agar mampu menjawab semua tantangan global,” tegasnya.

Sementara Ketua Yayasan Uyelindo, Tarsisius Tukan, SE.,M.Pd menambahkan, proses reakreditasi dari BAN PT merupakan bentuk pertanggungjawaban publik terhadap proses penyelenggaraan pendidikan perguruan tinggi. “Ini evaluasi eksternal yang dilakukan oleh BAN PT kepada masyarakat melalui penilaian-penilaan yang dilakukan oleh tim asesor,” ungkapnya.

Sebagai ketua yayasan, kata Tarsisius, dirinya selalu meyuport semua proses yang ada karena semua proses tersebut merupakan wujud visi misi Stikom menjadi perguruan tinggi berbasis IT yang unggul, terdepan, terbaik, berkarakter dan berdaya saing.

“Sesuai dengan visi dan misi, kita sudah melewati kompetisi regional. Dan tahun 2019 sampai dengan 2024 kita akan masuk ke kompetisi nasional. Tahun 2024 sampai dengan 2030 kita berjuang untuk masuk kompetisi global, minimal Asean,” tandasnya.

Dikatakan Tarsisius, sebagai badan penyelenggara pendidikan pihaknya akan memberikan yang terbaik. “Tidak hanya menghasilkan serjana, ijazah dan sebagainya namun serjana yang dihasilkan memiliki skili,” ungkapnya. Ditambahkan, sesuai dengan penelitian menyatakan bahwa softskill sudah menjadi kebutuhan sehingga pihaknnya telah memiliki pengembangan softskill di Uyelindo yang telah diakui oleh kemenristekdikti sejak tahun 2009 lalu.

“Ada perbedaan Stikom dengan perguruan tinggi lainnya di NTT yakni secara kuantitatif sesuai disiplin ilmu, kita sudah unggul dan terdepan. Ini tidak ada tawar menawar sehingga standar mutu pendidikan diterapkan tinggi,” paparnya. (mg29/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!