Ketua PKK Matim Bicara Biopori di Rakornas – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Ketua PKK Matim Bicara Biopori di Rakornas

BERBICARA. Ketua TP PKK Matim, Theresia Wisang saat berbicara di Rakornas, Selasa (26/2) lalu.

IST

BORONG, TIMEX – Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Theresia Wisang hadir dalam Rakornas TP PKK tahun 2019 di Jakarta, Selasa (26/2) lalu.

Dalam rapat tingkat nasional yang dihadiri seluruh TP PKK kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia serta istri para menteri, Theresia Wisang membicarakan pentingnya program Biopori. PKK Pusat merespon program Biopori. Karena itu, masuk dalam 10 Program Pokok PKK.

“Dalam Rakornas PKK, selain bicara program stunting dan lainya, saya bicara tentang pentingnya program Biopori. Ini disambut baik oleh PKK Pusat dan juga PKK Provinsi NTT. Sehingga nanti kita akan jalankan program ini di Kabupaten Matim,” kata Theresia kepada Timor Express melalui handphone dari Jakarta, Sabtu (2/3).

Dikatakan, Biopori lebih kepada mengedukasi masyarakat untuk belajar mencintai alam beserta isinya sedini mungkin. Biopori dapat meringankan beban lingkungan, yakni mencegah atau mengurangi banjir dan sampah. Serta dapat meningkatkan kesuburan tanah, menghambat erosi hingga mengurangi emisi CO2.

“Biopori itu, peningkatan daya resap air tanah yang dilakukan dengan membuat lubang pada tanah serta menimbunnya dengan sampah organik. Ini program yang harus dilaksanakan mulai dari PKK Pusat sampai daerah,” jelasnya.

Dikatakan, program ini merupakan program OASE Kabinet Kerja. Di mana, merupakan himpunan ibu-ibu para Menteri Kabinet. Untuk Kabupaten Matim, nantinya PKK harus bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Yang pasti untuk Kabupaten Matim, kita akan jalankan program Biopori. Karena ini bagian dari 10 Program Pokok PKK. Selain kita konsentrasi pada penurunan kasus stunting di Matim. Selain itu, kita bersama pemerintah siap intervensi program di desa yang masih kategori sangat tertinggal,” ujarnya.

Ditanya terkait wilayah mana saja di Matim yang menjadi fokus program Biopori, Theresia mengatakan, pihaknya masih harus petakan terlebih dahulu. Yang pasti prioritas pertama di daerah yang rawan longsor. Tapi sebelum program itu berjalan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Biar masyarakat paham dan ikut berpartisipasi aktif.

“Kegunaan Biopori, salah satunya mencegah banjir dan longsor. Sehingga kita konsentrasi dulu di daerah rawan longsor. Setelah itu nanti ke wilayah lain di sembilan kecamatan di Kabupaten Matim. Nanti kita akan sosialiasi kepada masyarakat, agar masyarakat mengerti dan mau ikut berperan dalam program ini. Karena dalam program Biopori, kesadaran masyarakat penting, agar mengurangi genangan air di wilayah masing-masing,” katanya.

Kata Theresia, Rakornas tahun 2019 berlangsung di hotel Sahid Jaya Jakarta dan dibuka Mendagri, Tjahjo Kumolo. Hadir pula Ketua Umum TP PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Rakornas mengambil tema, ‘Peranan TP PKK Dalam Pencegahan Stunting Melalui 10 Program Pokok PKK’.

Di mana kata Theresia, dalam sambutan Mendagri, menekankan stunting masih menjadi permasalah di Indonesia. Sehingga untuk menekan angka stunting, dibutuhkan kerja sama semua stakeholder dari semua sektor. Mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, bahkan sampai ke tingkat desa. Itu semua demi mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas dan berkualitas.

“Menurut pak menteri, pertemuan dalam Rakornas menjadi momen untuk menyusun program mencari pola yang sesuai dengan kondisi dan budaya masing-masing daerah. Tentu untuk menggerakkan seluruh masyarakat untuk berperan membantu pemerintah untuk mewujudkan program kesejahteran masyarakat terutama kesehatan,” ungkap Theresia. (krf3/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!