Timor Express

INTERNASIONAL

Ratusan TKI NTT Meninggal, Wagub ke Malaysia

Bagikan 300 Pasport

JAKARTA, TIMEX – Jumlah pekerja migram Indonesia (PMI) asal Provinsi NTT yang meninggal di Malaysia selama tahun 2018 sebanyak 108 orang. Memasuki 2019, Januari-10 Maret, tercatat sebanyak 27 orang yang meninggal dunia.
Data yang dirilis ini berdasarkan pantauan dan pengawalan Lembaga Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia. Menurut data Padma Indonesia, PMI yang meninggal dunia inilah yang jenazahnya dikirim kembali ke daerahnya masing-masing.

Menyikapi maraknya pengiriman PMI ke luar negeri khususnya ke Malaysia, pekan lalu Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi menyempatkan diri berkunjung ke Malaysia. Kepada Timor Express di sela-sela acara Wakil Gubernur menyapa warga diaspora NTT Jabodetabek Sabtu (9/3) di TMII, Jakarta Timur, Wagub NTT mengaku dirinya baru saja kembali dari Malaysia. “Selama ini kami terima mayat saja dari Malaysia. Saya ke Kuching dan bertemu dengan pengusaha-pengusaha pengerah tenaga kerja dan pengusaha-pengusaha yang menggunakan tenaga kerja dari NTT. Jumlah pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja dari NTT sebanyak 150 orang. Kami melakukan pertemuan di Kuching. Saya juga berkesempatan bertemu dengan para tenaga kerja dari NTT,” kata Josef.

Diakuinya, ada 30 ribu orang NTT yang saat ini mengabdi di tiga perusahaan di Sibu, Malaysia. “Saya bertemu dengan 30 ribu orang tenaga kerja yang dipekerjakan oleh tiga perusahaan di Sibu, Malaysia. Saya juga membagikan 300 pasport untuk mereka dan itu gratis. Awalnya, para tenaga kerja asal NTT itu memang punya pasport. Namun ketika bekerja pasport biasanya diserahkan ke majikan. Karena ada satu dan lain hal maka mereka melarikan diri dan bekerja pada perusahaan saat ini dan pasport tak diambil,” kata Wagub NTT.

Setelah berkunjung ke Sibu, Wagub NTT juga berkunjung ke Kuala Lumpur dan Johor Bharu dan bertemu dengan duta besar. “Di Johor Bharu, saya bertemu dengan Sultan Klatan untuk membebaskan salah satu PMI asal NTT yakni Wilfrida Soik. Dan sesuai rencana akan ada kunjungan dari Pemerintah Malaysia ke kampung halaman Wilfrida Soik dalam waktu dekat. Dan kunjungan perwakilan pemerintah Malaysia ke kampung halaman Wilfrida Soik akan difasilitasi oleh Pemprov NTT,” pungkas Wagub.

Terpisah Direktur Padma Indonesia, Gabriel Goa kepada Timor Express mengaku, solusi yang tepat untuk mengatasi masalah human trafficking dan permasalahan PMI adalah Pemprov dan Pemkot/Pemkab se-NTT harus segera mengoptimalkan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking hingga ke desa-desa. Selain itu, untuk mengatasi masalah PMI nonprosedural dan tidak berkompeten maka harus dioptimalkan secara profesional Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang sudah ada di NTT untuk melayani CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia). “Pemprov dan Pemkot/Pemkab se-NTT bisa segera bekerjasama dengan pihak perusahaan yang berkompeten utk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) profesional di NTT untuk permintaan bursa kerja nasional dan internasional,” kata Gabriel.

Penertibkan perusahaan perekrut CPMI asal NTT baik dalam negeri yakni AKAD (Angkatan Kerja Antar Daerah) dan untuk Luar Negeri yakni AKAN (Angkatan Kerja Antar Negara) yang tidak terdaftar resmi di Kementerian Tenaga Kerja RI dan tidak memberangkatkan CPMI lewat LTSA resmi sesuai amanat UU PPMI (Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) Nomor 18/2017.

Kelima, Pemprov NTT dan Pemkot/Pemkab se-NTT agar bekerja sama dengan BP3TKI NTT dan pihak2 yang terlibat dalam pengirimana CPMI asal NTT bukan bergerak sendiri-sendiri tanpa koordinasi satu sama lain (egosektoral). “Pemprov harus mengajak solidaritas lembaga agama, LSM dan pers untuk sama-sama mengawasi sungguh persiapan, penempatan dan perlindungan CPMI di dalam negeri dan di luar negeri. Saya juga meminta agar Pemprov NTT dan kabupaten/kota bersama DPRD NTT dan DPRD kabupaten/kota untuk menganggarkan dana abadi bagi perlindungan PMI asal NTT,” pungkasnya. (gat/fin/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!