Masyarakat Karang Indah Tolak Gabung ke Sumba Barat – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Masyarakat Karang Indah Tolak Gabung ke Sumba Barat

RAPAT. Masyarakat Desa Karang Indah Kecamatan Kodi Balaghar menyatakan sikap menolak bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat dalam pertemuan yang digelar, Sabtu (9/3) lalu.

EDY BEREN/TIMEX

TAMBOLAKA, TIMEX – Masyarakat Desa Karang Indah Kecamatan Kodi Balaghar, menyatakan tidak ingin lepas dari Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan bergabung ke Kabupaten Sumba Barat.

Penolakan ini mengemuka dalam rapat bersama masyarakat Desa Karang Indah di Desa Karang Indah, Sabtu (9/3).

Rapat yang dipimpin mantan kepala Desa Karang Indah, Yonatan Pati Loghe yang merupakan tokoh adat masyarakat setempat, dihadiri seluruh masyarakat Desa Karang Indah, baik laki-laki maupun perempuan dan anak-anak.

Turut hadir dalam rapat tersebut tokoh masyarakat, sekaligus ketua tim independen penyelesaian tapal batas Kabupaten Sumba Barat dan SBD, Emanuel Horo, Pendeta Emeritus GKS Kahale, Pdt Daud Mila Ate, caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Agustinus Tamo Bapa, caleg DPRD I, Petrus Analalo, sebagian besar caleg DPRD II dapil Kodi, sejumlah tokoh masyarkat dari empat kecamatan di wilayah Kodi dan seluruh masyarakat Desa Karang Indah.

Penolakan tersebut merupakan reaksi terhadap rapat penyelesaian perselisihan batas daerah yang dilaksanakan pada 27 Februari lalu. Dalam berita acara rapat yang dipimpin Gubernur NTT dan dihadiri kedua bupati serta sejumlah tokoh pemerintahan kedua kabupaten dinyatakan bahwa batas administratif Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya pada sub segmen Karang Indah Wetana (bagian Selatan) berdasarkan Undang-undang Nomor 16/2007 adalah di kali Polapare. Hal ini mengakibatkan Desa Karang Indah yang sedianya berada dalam wilayah administrsi Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten SBD, harus masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Lamboya Barat Kabupaten Sumba Barat.

Mantan kepala desa yang juga adalah tokoh adat masyarakat Desa Karang Indah, Yonathan Pati Loge mengatakan, dalam berbagai rapat bersama pemerintah mengenai tapal batas kedua kabupaten, dirinya telah menyampaikan bahwa batas riil berdasarkan sumpah adat antara tokoh Kodi dan tokoh Gaura/Lamboya yang diadakan tahun 1935 jauh sebelum kedua kabupaten mekar yakni Tanjung Rica/Watu Mandongor-Kajely-Loko Bekawat-Hutan Brangga-Hutan Cakko-Kere Cobela. Pada lokasi tersebut telah ditanam rahang babi dan batu asah. Namun hal itu ternyata tidak dipertimbangkan.

Ia menjelaskan, Desa Karang Indah sebelumnya bernama Dusun Batu Karang, merupakan dusun dari Desa Kahale Kecamatan Kodi Balaghar. Seluruh penduduk desa merupakan masyarakat etnis Kodi yang seluruhnya berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Sumba Barat Daya.

Apabila desa ini benar beralih ke wilayah administrasi Kabupaten Sumba Barat, maka hanya mereka sendirilah masyarakat etnis Kodi yang berada dalam wilayah Kabupaten Sumba Barat.

Karena semua fakta dan argumentasi yang pernah disampaikan ternyata tidak menjadi bahan pertimbangan, dirinya turut menandatangani berita acara sebagai saksi, namun tidak bertanggung jawab atas isi berita acara tersebut.

“Saya tanda tangan itu berita acara sebagai saksi. Artinya, saya mengakui bahwa saat itu menyaksikan penetapan tapal batas, tetapi saya tidak tau dan bertanggung jawab untuk isi dari berita acara tersebut,”  katanya.

Penolakan inipun disampaikan tokoh pemuda Desa Karang Indah, Herman. Ia mengaku sakit hati atas penyerahan Desa Karang Indah kepada Kabupaten Sumba Barat. Dirinya berharap agar keputusan tersebut dapat ditinjau kembali dan dibatalkan. Sebab menurutnya, pernah ada luka antara Karang Indah dengan Gaura yang berada di Kecamatan Lamboya Barat.

“Bagaimana bisa dibayangkan kedua suku yang pernah berseteru berdampingan dalam kecamatan yang sama. Sementara itu, suku Kodi hanya Karang Indah sendiri yang berada di Kecamatan Lamboya,” katanya.

Dalam rapat tersebut masyarakat Desa Karang Indah dengan suara bulat menyatakan menolak berita acara tersebut dan menolak bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat. Karena itu, dalam pertemuan tersebut dibuat sebuah pernyataan sikap bersama masyarakat Desa Karang Indah yang isinya, masyarakat Desa Karang Indah Kecamatan Kodi Balaghar Kabupaten Sumba Barat Daya menolak untuk bergabung dengan Kabupaten Sumba Barat, akan melakukan judicial review terhadap Undang-undang Nomor 16/2007 tentang perbatasan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yaitu kali Polapare kepada Mahkamah Konstitusi dan berjanji senantiasa menjaga situasi dan kondisi aman, damai dan tentram.

Pernyataan ini akan ditandatangani oleh masyarakat Desa Karang Indah dan para tokoh masyarakat dan tokoh adat Kodi untuk selanjutnya dikirim ke Mendagri, Gubernur NTT dan kedua bupati. (mg28/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!