Lagi, Polda Limpah Berkas Perkara ke Kejati – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Lagi, Polda Limpah Berkas Perkara ke Kejati

Korupsi Dana Beasiswa Politani Kupang

KUPANG, TIMEX – Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTT melimpahkan kembali ke Kejati NTT berkas perkara dugaan korupsi dana beasiswa tahun anggaran 2016 di Politeknik Negeri Pertanian (Politani) Kupang.

Pelimpahan kali ini dilakukan penyidik setelah melengkapi petunjuk jaksa peneliti Kejati NTT.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (12/3), mengatakan, dengan pelimpahan ini, penyidik tinggal menunggu hasil penelitian jaksa, apakah masih harus dilengkapi atau sudah lengkap dan ditetapkan P-21.

“Penyidik tunggu penetapan jaksa apakah P-21 atau masih ada kekurangan yang harus dilengkapi,” kata Jules.

Ditanya mengenai adanya potensi tersangka baru dalam pokok perkara dimaksud, Jules sampaikan penyidik masih fokus merampungkan berkas perkara kedua tersangka yang ada.

“Nanti kita lihat, sementara masih fokus pada dua tersangka,” ujar mantan Kabid Propam Polda NTT itu.

Sebelumnya, jaksa peneliti Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT mengembalikan berkas perkara tersebut kepada penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTT.

Pengembalian berkas perkara dengan petunjuk (P-19) dilakukan jaksa, setelah menetapkan berkas perkara tersebut belum lengkap.

Jaksa saat meneliti berkas perkara, menemukan adanya kekurangan yang harus dilengkapi penyidik.

Berkas perkara dikembalikan dengan petunjuk untuk melengkapi. Ada dua berkas perkara yang sebelumnya dilimpahkan penyidik Polda NTT dengan tersangka Aidamel Takalapeta yang berperan sebagai pengelola beasiswa dan Kristoforus Laba merupakan pengelola PNBP.

Berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara (PKN) oleh BPKP Perwakilan NTT, kedua tersangka diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,4 miliar.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast, kepada wartawan, mengatakan, sudah ada 19 orang saksi yang diperiksa untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka, termasuk saksi ahli dari BPKP Perwakilan NTT.

Menurut Jules, dalam tahap penyidikan perkara ini, kedua tersangka telah beritikad baik menyerahkan uang jaminan kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar.

“Uang yang diserahkan tersangka telah disetor ke kas negara pada KPPN Pelayanan NTT melalui setoran surat setoran bukan pajak (SSBP). Uang pengembalian ini menjadi barang bukti pada kas negara,” lanjut Jules.

Penyerahan uang jaminan kerugian negara tersebut, lanjut Kombes Jules, tidak menghilangkan perbuatan pidana yang diduga dilakukan kedua tersangka. (joo)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!