Tegaskan Valid, Diterapkan sejak 2004 – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Tegaskan Valid, Diterapkan sejak 2004

Kemendagri Tanggapi Temuan Kejanggalan DPT oleh Tim Prabowo

JAKARTA, TIMEX–Pemerintah merespons hasil investigasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga soal keganjilan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu. Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri memastikan, data yang bersumber dari daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) itu berdasar peraturan yang diterapkan sejak 2004.

Sebelumnya, BPN melaporkan keganjilan DPT ke KPU. Mereka menemukan 17,5 juta orang dalam DPT yang lahir pada tiga tanggal sama. Yakni, 1 Juli (9,8 juta); 1 Januari (2,3 juta); dan 31 Desember (5,3 juta pemilih). Tim Prabowo meminta KPU mengecek ulang data-data janggal tersebut. KPU berdalih, yang dimasukkan ke DPT adalah hasil pendataan Kemendagri.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menegaskan, angka-angka itu merupakan data valid yang dimiliki Kemendagri. Sebelum 2004, Kemendagri menggunakan sistem informasi manajemen kependudukan (simduk) untuk mendata penduduk. “Setiap penduduk yang lupa tanggal lahirnya akan ditulis 31 Desember. Itu terjadi ketika Kemendagri masih menggunakan simduk, sebelum 2004,” terang Zudan.

Tepat pada 2004, lanjut dia, Kemendagri mengubah aturan simduk menjadi sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Kebijakan untuk mereka yang lupa tanggal lahirnya pun ikut diubah. Mereka yang tidak ingat tanggal lahirnya akan ditulis 1 Juli. “Kalau ada warga yang tidak tahu tanggal lahirnya, tapi tahu bulannya, akan kami tulis tanggal 15,” jelas Zudan.
Dia menambahkan, kebijakan pemindahan tanggal lahir tersebut juga diperkuat dengan Permendagri No 19 Tahun 2010. “Makanya itu, banyak yang lahir pada 1 Juli, 31 Desember, dan tanggal 15,” tuturnya.

Secara terpisah, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, KPU masih menindaklanjuti laporan tersebut. Hal itu tidak bisa dilakukan dalam sehari karena datanya baru saja diberikan. “Menurut kalian saja gimana, kalau baru dimasukkan kan sedang ongoing juga prosesnya,” kata Arief.

Di bagian lain, saat bertemu masyarakat Cianjur, Jawa Barat, kemarin, Prabowo Subianto juga menyinggung masalah DPT pemilu. Dia mengimbau seluruh masyarakat untuk memeriksa DPT di wilayah masing-masing sebagai imbas temuan 17,5 juta DPT tidak wajar oleh tim BPN. “Tolong Saudara-Saudara periksa DPT yang nanti ada di TPS, RT, kelurahan, dan desa. Kalau di situ masih ada nama orang yang sudah mati, tolong dilaporkan. Kalau ada yang tidak wajar, tolong dilaporkan,” imbau Prabowo.

Dia mengatakan, ada sejumlah kejanggalan dalam DPT. Di antaranya, nama orang yang sudah meninggal masih tercantum. Selain itu, ada data DPT ganda. “Kalau ada nama seseorang beberapa kali disebut, ini aneh namanya. Nama yang sama, tanggal lahir sama, alamat sama, ini belasan kali disebut. Ini harus dibersihkan,” tegas Prabowo.

Meski begitu, Prabowo mengapresiasi KPU yang telah bersedia menerima laporan dan masukan BPN. Ketua umum Partai Gerindra itu meyakini KPU mampu mewujudkan pemilu yang berintegritas.
“Kami sangat berterima kasih, KPU yang sekarang menerima saran-saran, masukan, dan koreksi dari kami. KPU kali ini tampaknya mau menjadi hakim yang adil,” kata Prabowo.(bin/bay/c7/agm/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!