Bawaslu NTT Deadline Peserta Pemilu Setor Saksi – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Bawaslu NTT Deadline Peserta Pemilu Setor Saksi

POSE.Anggota Bawaslu NTT pose bersama tim pemenangan peserta pemilu usai sosialisasi di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Rabu (133/3)

ISTIMEWA

Baru 17 Calon DPD RI Serahkan Materi Kampanye

KUPANG, TIMEX-Sebagian besar peserta pemilu di Provinsi NTT terancam tidak memiliki saksi di tempat pemungutan suara (TPS). Pasalnya, sampai saat ini peserta pemilu belum menyerahkan saksi untuk diberikan pelatihan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal ini ditegaskan Anggota Bawaslu NTT, Baharudin Hamzah saat acara sosialisasi yang berlangsung di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Rabu (13/3). “Sampai tanggal 8 Maret itu ada 10 kabupaten yang nol saksi. Sementara KPU RI sudah kasih waktu sampai 15 Maret. Jadi berapapun yang kami terima, sampai tanggal 15 kami tetap lakukan pelatihan sesuai yang kami terima,” tandas Bahar yang diwawancara Timor Express usai kegiatan tersebut.

Menurut dia, proses pelatihan akan dilakukan di tingkat kecamatan oleh Panwascam. Sehingga peserta pemilu, yakni 16 partai politik dan dua paslon capres-cawapres. Sehingga total satu TPS sebanyak 18 saksi dari peserta pemilu. Sementara untuk saksi dari calon DPD RI akan diberi pelatihan oleh Bawaslu NTT.

“Kalau satu kecamatan itu misalnya 100 TPS, maka jumlah saksi itu 18 kali 100. Jadi pelatihannya pasti makan waktu,” tandas dia.

Bahar katakan, pihaknya kesulitan karena peserta pemilu belum merespon secara serius tentang penyediaan saksi. Dia katakan, agar saksi yang disiapkan benar-benar bertanggungjawab, peserta pemilu pun harus memiliki saksi yang memiliki militansi tinggi. Hal ini menurut dia dibutuhkan agar para saksi benar-benar fokus mengawasi seluruh proses di TPS dari awal hingga penghitungan selesai.

Meski demikian, Bahar meyakini tidak semua pesera pemilu menyediakan saksi hingga 14.000 lebih sesuai jumlah TPS di NTT. “Di DKI Jakarta misalnya, lebih dari 120 ribu TPS yang ada, dan ada peserta pemilu hanya sanggup sediakan saksi untuk 500 TPS. Tetapi, kalau tidak sanggup kasi saksi, harus ada pernyataan tertulis dan resmi dari parpol supaya kami punya pegangan,” tegas dia lagi.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Partai Gerindra NTT, Nus Turmewu yang hadir pada kesempatan itu langsung meminta klarifikasi. Menurut Nus, hingga saat ini pihaknya belum menerima surat secara resmi tentang jadwal penyerahan saksi kepada Bawaslu. “Sampai saat ini, baru kami tahu bahwa baru sekian yang serahkan saksi,” kata Nus.

Menanggapi hal ini, Bahar menegaskan, pihaknya melalui Bawaslu kabupaten/kota telah bersurat kepada peserta pemilu di tingkat kabupaten/kota tentang perekrutan saksi dan pelatihan oleh Bawaslu.

Selanjutnya, Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna menjelaskan, kampanye di media massa akan segera dimulai dan berlangsung selama 21 hari. Kampanye dilakukan melalui media cetak dan elektronik. Namun hingga saat ini belum semua calon anggota DPD RI menyerahkan materi kampanyenya kepada KPU. Dari 36 calon, baru 17 orang yang menyerahkan materi kampanye.

Menurut dia, untuk kampanye media massa menggunakan sistem tender karena dana ditanggung pemerintah melalui KPU. Namun peserta pemilu dan media massa harus mematuhi aturan kampanye yang berlaku.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!