Gara-gara HP, Anak SD Tewas – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Gara-gara HP, Anak SD Tewas

VISUM. Tim Inafis Polres TTS saat melakukan visum terhadap jasad Alfano Yeskial Tuke yang diduga tewas akibat tersengat listrik saat cas HP, Jumat (15/3).

IST

SOE, TIMEX – Alfano Yeskial Tuke merenggang nyawa gara-gara hendak cas HP milik neneknya, Ruth Tse. Kejadian nahas itu terjadi, Jumat (15/3) di Letsena RT 03/RW 01 Desa Hane Kecamatan Batu Putih.

Ruth Tse ketika tim Identifikasi Polres TTS melakukan visum mengurai kronologi kejadian itu bermula sekira pukul 17.00, ia pergi melihat sapi piaraannya yang jaraknya sekira 700 meter dari rumah. Saat itu, korban tengah bermain karet di ruang tamu.

Namun sekitar satu jam kemudian ketika ia kembali melihat sapi, mendapati korban tertidur di lantai antara meja TV dan tempat tidur dengan kondisi berlumuran darah.

Melihat kondisi korban, ia langsung teriak histeris sembari berlari memanggil tetangga sekitar rumahnya untuk membantu korban.

Ketika Wendi Sabuna mendatangi rumah korban, langsung mencabut sambungan aliran listrik HP, namun saat itu korban nampak tidak bernyawa lagi.

“Saya pulang lihat sapi, dia (korban, red) saya lihat tidur di lantai sambil pegang HP. Sehingga saya langsung panggil tetangga untuk bantu lihat saya punya cucu kenapa dia begini,” terang Ruth.

Dia mengatakan, saat ia pergi melihat sapi, HP-nya disimpan di dalam lemari kamar tidurnya dalam keadaan kehabisan baterai. Diduga saat itu, korban yang kedua orang tuanya merantau di Jakarta hendak cas HP milik neneknya. “Mungkin dia lihat HP mati, makanya dia ambil untuk cas,” katanya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari mengatakan, kejadian itu dilaporkan ke aparat Polsek Batu Putih dan kemudian dilanjutkan ke Polres TTS. Menerima laporan, tim Inafis Polres TTS langsung menuju TKP. Ketika tim Inafis tiba di TKP langsung melakukan idenfikasi. Tim Inafis mendapati korban tidur telungkup di lantai tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan celana pendek berwarna biru muda lis merah dan HP yang tersambung dengan kontak listrik, tengah digengam korban dan menempel pada bagian dada korban yang nampak terjadi luka bakar. Korban mengalami luka bakar pada bagian dada dan juga bagian wajah.

“Dugaan korban tewas akibat tersengat aliran listrik,” tutur Jamari.

Tim Inafis usai melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban, meminta keluarga korban untuk melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian korban. Namun setelah nenek korban menghubungi ibu dan ayah korban yang bekerja di Jakarta, mereka menolak untuk dilakukan otopsi.

“Karena keluarga menolak untuk otopsi, sehingga kami serahkan kembali jasad korban kepada keluarga untuk dimakamkan,” tandas Jamari. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!