NTT Siap Kirim 25 Pemuda ke Australia – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

NTT Siap Kirim 25 Pemuda ke Australia

Kerja Sama Universitas Griffith

KUPANG, TIMEX – Kabar gembira bagi kaum muda NTT. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mulai merealisasikan janji politiknya mengirim 10 ribu pemuda/pemudi untuk kursus atau pendidikan vokasi ke luar negeri.

Untuk tahap pertama, Pemprov NTT akan merekrut 25 orang untuk mengikuti kursus singkat di Universitas Griffith Australia. Kursus ini atas kerja sama Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dengan Griffith. “Angkatan pertama ke Universitas Griffith Australia itu 25 orang. Hari ini sudah mulai dibuka pendaftaran online. Kita berharap anak-anak muda NTT dapat memanfaatkan kesempatan baik ini,” kata Kepala Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopnakentrans) NTT, Sisilia Sona kepada wartawan di kantornya, Senin (18/3).

Sisilia didampingi Sekretarisnya, Untung Sudrajat serta dua pejabat lain. Mantan Kepala badan Kesbangpol NTT itu jelaskan, Program Pendidikan Vokasi Pariwisata di Griffith Australia itu tidak dibiayai dari APBD Provinsi NTT.

Para peserta pun harus memenuhi sejumlah syarat. Usia antara 18-25 tahun. Kualifikasi pendidikan, minimal SMA sederajat. Dan yang paling penting, peserta harus bisa berbahasa Inggris. Untuk memperdalam kemampuan bahasa Inggris, peserta akan mengikuti kursus Bahasa Inggris di Pusat Bahasa Undana selama satu bulan. Selanjutnya, kursus di Australia selama delapan minggu. Dan, tahapan dimulai Juni-September 2019.

Bagi kaum muda yang berminat agar mengirimkan lamaran dengan mengisi Application Form Short Course 2019 paling lambat 6 April 2019. Tahap seleksi pertama 8-15 April dan seleksi kedua 23-29 April 2019. “Pendaftaran tidak diantar langsung ke sekretariat, tapi melalui seleksi online. Seleksi administrasi itu kelengkapan di tanggal 18-15 April dan wawancara tanggal 23-29 April 2019,” terang dia.

Sisilia tegaskan, ini merupakan tahap perdana. Dan, akan menjadi langkah pertama untuk angkatan selanjutnya. Dia bahkan memastikan sejumlah negara sudah menjajaki kerja sama. Meski belum mau menyebut nama negara, namun menurutnya, akan ada pendidikan vokasi untuk sektor lain selain pariwisata. “Kita harapkan angkatan pertama ini mejadi role model untuk angkatan selanjutnya,” kata Sisilia yang menyebutkan, proses seleksi melibatkan tim akselerasi.

Untung Sudrajat pada kesempatan itu menambahkan, peserta harus memperdalam kemampuan berbahasa Inggris. Dan, pihaknya bekerja sama dengan Undana Kupang untuk peningkatan kemampuan Bahasa Inggris di Pusat Bahasa Undana. Ada pula pelatihan tentang budaya, fisik, mental dan kepribadian.

Setelah kembali dari Australia peserta akan mengikuti magang selama satu bulan di Labuan Bajo atau Bali. Namun diharapkan mereka kembali dan tidak menjadi karyawan di industri pariwisata. Peserta diharapkan menjadi pemuda yang mandiri, menjadi instruktur atau pelatih bagi pemuda-pemuda yang memiliki minat yang sama. (cel/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!