Ruas Jalan Sabuk Merah Putus – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Ruas Jalan Sabuk Merah Putus

PUTUS. Ruas jalan Sabuk Merah sektor Timur perbatasan RI-RDTL putus. Foto diambil, Minggu (17/3).

KRISTOFORUS BERE/TIMEX

BETUN, TIMEX – Hujan deras beberapa hari terakhir, menyebabkan ruas jalan Sabuk Merah sektor Timur  perbatasan RI-RDTL putus.

Selain itu, kerusakan dibeberapa titik jalan yang nyaris putus dan retak di Desa Alas Selatan, Dusun Fatuha, Dusun Lalimaren,  Desa Alas dan batas Desa Alas dan Desa Alas Utara  Kecamatan Kobalima Timur.

Ignasius Berek, warga Dusun Fatuha Desa Alas ketika dikonfirmasi Timor Express, Minggu (17/3) mengaku,  longsor yang menyebabkan putusnya ruas jalan tersebut terjadi sejak beberapa minggu lalu dan juga kerusakan jalan sering terjadi saat musim hujan.

Ia berharap, kerusakan bisa segera diatasi agar tidak menghambat aktivitas warga tiap harinya. Karena, ruas jalan yang dibangun pemerintah pusat tersebut sangat membantu warga perbatasan.

Sementara itu, tim NTT Explorer dan Fakultas Sains dan Teknik Undana Kupang, Barka Manilapai, Antonius Uspupu dan Tanti Tahu saat ditemui di lokasi sedang memantau longsor mengatakan, antara jalan dari Alas menuju Alas Utara berada pada zona lema, di mana terletak pada patahan graben dan hours.

“Bagian yang turun ini yang mengalami kerusakan yang paling berat. Karena pergerakan lempengan di Australia terus bergerak, sehingga ke depannya butuh kajian geoteknik dan rekayasa titik. Sehingga, ada upaya untuk meminimalisir agar tidak mengakibatkan kerusakan yang kebih berat,” kata Barka Manilapai.

Ia menjelaskan, di wilayah Alas perlu dikaji yang lebih detail karena memiliki titik rawan longsor.

Pantauan Timor Express kerusakan berat terjadi di dua titik dengan jarak antara dua titik sekira 100 meter. Titik pertama terletak di Dusun Lalimaren Desa Alas. Di titik tersebut badan jalan ambrul total dan putus dengan panjang sekira 20 meter.

Titik kedua persis di batas Desa Alas dan Desa Alas Utara. Di titik ini, longsoran menyisakan 1 meter aspal. Karena itu, kendaraan roda empat yang melintas harus keluar bahu jalan.

Sementara dibeberapa titik lain terdapat retakan yang berpotensi longsor. Misalnya di depan SDN Auren Desa Alas Selatan dan di beberapa titik lain penopang tebing ambruk dan drainase tertimbun material. Sehingga, material batu dan pasir  berhamburan di badan jalan.

Selain itu, akibat longsor ruas jalan yang putus mengakibatkan satu rumah warga yang berdekatan dengan jalan, nyaris tertibun. (mg30/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!