Timor Express

EKONOMI BISNIS

Sandal Tenun NTT ‘0380 Daily Wear’ Makin Diminati

ANAK MUDA KREATIF. Founder o380 Daily Wear Claudia Novella Yunatan berpose dengan latar belakang aneka produk o380 Daily Wear di Centra UKM C&A NTT, Selasa (19/3).

TOMMY AQUINO/TIMEX

Model Terbaru Segera Diluncurkan

KUPANG, TIMEX – Belum genap satu bulan, produk-produk ‘o380 Daily Wear’ yang diluncurkan pada 27 Februari 2019 lalu di Centra UKM C&A NTT, seperti sendal tenun khas NTT, anting-anting dan kalung, kini semakin banyak diminati. Khususnya di kalangan muda-mudi. Pasalnya, produk-produk 0380 Daily Wear memang sengaja didesain untuk menjawab kebutuhan anak muda untuk tampil keren sehari-hari, tanpa melupakan identitasnya sebagai orang NTT.

Founder o380 Daily Wear, Claudia Novella Yunatan saat diwawancara Timor Express, Selasa (19/3) membeberkan banyak hal seputar usahanya tersebut dan rencana bisnis ke depan. Pengusaha muda itu mengaku punya alasan tersendiri memilih nama 0380 Daily Wear untuk dijadikan nama brand dari setiap produk yang dijualnya.

Menurutnya, 0380 adalah kode area telepon untuk wilayah Kupang (Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua dan Rote Ndao) yang kini sudah mulai dilupakan. Pasalnya sekarang ini orang sudah lebih banyak memakai GSM (Global System for Mobile Communications). Sedangkan kata Daily Wear (pakaian sehari-hari; dipakai sehari-hari) sengaja menggunakan bahasa asing (bahasa Inggris) karena dia punya mimpi besar agar suatu saat produk 0380 Daily Wear bisa go internasional.

Saat 0380 Daily Wear pertama kali dilaunching, Claudia mengaku hanya menghadirkan beberapa produk. Diantaranya beberapa model alas kaki/sandal tenun khas NTT untuk cowok dan cewek, anting-anting dan kalung. Sesuai dengan namanya ‘Daily Wear’, semua produk yang ada cocok dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Terlebih saat sedang santai, jalan-jalan dan rekreasi.

“Paling banyak diminati anak muda yakni sandal tenun karena memang modelnya banyak. Tidak menutup kemungkinan bagi orangtua karena modelnya juga cocok untuk orangtua. Selain sandal, anting-anting juga ada yang best seller,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, tepatnya pada UMKM Milenial Expo di Lippo Plaza Kupang, Claudia menyebutkan, beberapa produk 0380 Daily Wear edisi terbaru akan segera hadir. Misalnya, headband, kalung, jepit rambut serta sepatu dan sandal dengan model terbaru.

“Semuanya sudah didesain dan masuk proses produksi. Cuma pengerjaannya masih secara bertahap. Dan untuk mengeluarkan produk terbaru, saya biasanya berkolaborasi dengan vendor lain,” ujar Claudia yang memang punya hobi membuat handcraft sama seperti ibunya.

Disinggung soal perpaduan dengan kain tenun motif NTT khususnya pada produk alas kaki/sandal, Claudia mengaku, project awal 0380 Daily Wear bertujuan untuk memperkenalkan motif-motif tenunan NTT. Dengan harapan, semua orang NTT khususnya anak muda tahu asal-usul motif tenunan tersebut serta semakin mencintai budaya dan kearifan lokal NTT.

“Sekarang anak muda menggandrungi tenun ikat NTT. Sayangnya desain yang beredar di pasaran tidak begitu connect dengan anak muda, jadi kita coba buat produk yang kelihatan kece jika dipakai,” kata alumni Universitas Kristen Petra Surabaya itu.

Claudia mengatakan, ada beberapa produk 0380 Daily Wear yang dikerjakan sendiri oleh karyawannya. Misalnya anting-anting. Sedangkan untuk sandal tenun, proses pengerjaannya masih dilakukan di luar NTT. Ke depannya, dia berencana mendatangkan pengrajin dari luar untuk melatih orang-orang di sini.

“Jujur, sekarang kita masih terhalang dari sisi dana karena memang saya masih startup, masih muda dan belum punya banyak channel. Tapi mimpi besar saya, suatu saat pengerjaan sandal tenun bisa dilakukan di sini,” katanya.

Soal harga, Claudia mengatakan, produk 0380 Daily Wear dijual dengan harga yang sesuai dengan budget atau isi kantong anak muda, karena memang sasaran dari semua produk yang dijual adalah anak muda. Khusus untuk sepatu/sandal tenun, harganya di bawah Rp 250 ribu. Sedangkan harga anting-anting di bawah Rp 50 ribu.

Di akhir wawancara dengannya, Claudia mengingatkan anak muda kreatif untuk tidak malu menunjukkan karya-karya yang dihasilkan. Sebab dari sekian banyak orang, pasti ada yang punya selera sama atau suka akan hasil karya yang dihasilkan anak muda.

“Sudah lama saya bisa bikin anting, kalung dan handcraft lainnya. Tapi saat orang pesan, saya malu untuk menunjukkannya. Saya bersyukur karena punya mentor yang selalu memotivasi saya, yakni Pak Rikardus Otniel Yunatan. Dia adalah bapak saya dan berkat masukan beliau, maka saya berani untuk buka usaha ini,” ungkap penyiar Radio SKFM itu. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!