Kades Sungkaen Terancam 15 Tahun Penjara – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Kades Sungkaen Terancam 15 Tahun Penjara

KEFAMENANU, TIMEX – Penyidik Satreskrim Polres TTU Unit Penyidik Perempuan dan Anak (PPA) telah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang diduga dilakukan Kepala Desa Sunkaen Kecamatan Bikomi Nilulat, Siprianus Kolo.

Dari ketiga orang saksi yaitu korban, istri pelaku dan ibu korban, penyidik menyimpulkan bahwa pelaku terbukti melakukan persetubuhan anak di bawah umur.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada Timor Express, Senin (11/3) menuturkan, penyidik Satreskrim Polres TTU Unit PPA telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dan pelaku dalam kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur oleh kepala Desa Sunkaen Kecamatan Bikomi Nilulat.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dengan melakukan hubungan seksual berulang kali dengan korban yang diperkuat oleh sejumlah keterangan dari para saksi.

“Kita sudah periksa tiga orang saksi dalam kasus tersebut. Mereka diantaranya korban, ibu korban dan istri pelaku,” tuturnya.

Rishian mengatakan, saat ini pihaknya sementara melakukan pemeriksaan lanjutan terkait dugaan aborsi yang dilakukan pelaku dan korban.

Sementara untuk kasus persetubuhan anak di bawah umur, penyidik unit PPA telah mengantongi alat bukti yang cukup dan sementara dilakukan proses untuk penetapan tersangka.

“Saat ini kita sementara lakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku persetubuhan anak di bawah umur dan melakukan proses penetapan tersangka kepada oknum kepala desa yang diduga kuat melakukan persetubuhan anak di bawah umur,” katanya.

Terkait dengan hukuman, Rishian menambahkan, pelaku diduga kuat melanggar Undang-undang Perlindungan Anak dengan sanksi minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Namun apabila pelaku terbukti lagi dalam kasus dugaan aborsi, maka dipastikan hukuman akan lebih berat sesuai dengan perbuatan yang dilakukan pelaku.

“Pelaku terancam hukuman pidana penjara 15 tahun. Kalau dugaan aborsi terbukti, maka hukumannya akan lebih berat lagi setimpal dengan perbuatannya,” pungkasnya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!