Masa Kampanye Akbar Dimulai – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Masa Kampanye Akbar Dimulai

* Cetak Surat Suara Hampir Rampung

JAKARTA, TIMEX–Kampanye akbar alias rapat umum bakal menjadi puncak masa kampanye pemilu 2019. Mulai hari ini, selama tiga pekan ke depan para peserta diizinkan untuk menggelar kampanye dengan jumlah massa yang besar. Di sisi lain, persiapan pemungutan suara sudah hampir rampung. Khsususnya, dalam hal persiapan logistik pemungutan suara.

Sabtu (23/3), Bawaslu menggelar deklarasi kampanye santun jelang dimulainya masa kampaye rapat umum hari ini. Deklarasi yang digelar di halaman kantor Bawaslu RI itu dihadiri oleh perwakilan peserta pemilu. Baik parpol maupun perwakilan paslon.
Kali ini, Ketua Tim Kampanye Nasional 01 Erick Thohir datang mewakili paslon Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Sementara, Wakil Ketua Badan pemenangan Nasional 02 Mardani Ali Sera mewakili paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Sejumlah perwakilan parpol juga hadir dalam deklarasi itu.

Setidaknya, ada tujuh komitmen para peserta pemilu di akhir masa kampanye kali ini. Di antaranya, tidak mengintimidasi dan menyebarkan ujaran kebencian, juga tidak melibatkan anak-anak dalam pelaksanaan kampanye akbar (selengkapnya lihat grafis).
Khusus pelibatan anak-anak, pelanggaran itu selalu ditemui hampir di setiap momen kampanye akbar. Baik berupa anak yang diajak orang tuanya mengikuti kampanye, anak-anak yang berinisiatif hadir dalam kampanye, hingga keterlibatan anak-anak di atas panggung kampanye.
Disinggung mengenai hal itu, pihak TKN maupun BPN tidak berani memberikan jaminan berupa langkah konkret. “Tentu akan jaga jaga, dan selama ini sudah kami jaga (kampanye tanpa anak),” ujar Erick. Lagipula, tuturnya, ada bawaslu yang selalu mengawasi jalannya kampanye sehingga bila ada pelanggaran pasti langsung ditindak.

Senada, Mardani juga menjawab diplomatis atas hal tersebut. “Bagaimanapun, dinamika pasti ada (saat kampanye),” ujarnya. karena itu, dia mengharapkan publik terus memberiukan masukan kepada para peserta pemilu agar tidak sampai melanggar aturan.

Sementara, Ketua Bawaslu Abhan menyatakan bahwa pelibatan anak dalam kampanye ada kategorisasinya. Tidak semuanya bisa dipukul rata sebagai pelanggaran. Menurut dia. Melibatkan itu berarti aktif. “Artinya ketika anak itu diajak ke panggung, kemudian menjadi peserta aktif dalam kampanye,” terangnya.
Kondisi tersebut sudah masuk ke dalam kategori eksploitasi. Sehingga, bisa diartikan sebagai melibatkan anak-anak dalam kampanye pemilu. Beda halnya bila sebatas orang tua mengajak anaknya yang masih kecil karena tidak ada yang menjaga. Kondisi itu tidak masuk dalam kategori pelibatan anak dalam kampanye.

Abhan mengatakan, pemilu kali ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Untuk kali pertama, pemilu dilaksanakan serentak baik pilpres maupun pileg. Kampanye pun pada akhirnya ikut terimbas. “Ini akan menimbulkan potensi-potensi yang kompleks jika tidak ada kesadaran dari peserta pemilu untuk berkampanye secara bermartabat dan santun,” tuturnya.
Deklarasi tersebut, lanjutnya, bertujuan menciptakan suasana kampanye rapat umum yang damai, beretika, dan bermartabat. Dia juga mengingatkan agar para peserta pemilu tidak menyinggung isu SARA dalam berkampanye. Mengingat, pada faktanya Indonesia memang terdiri dari beragam suku, etnis, dan agama. Atas dasar itulah, politik identitas tidak bisa dilakukan di Indonesia.

Dia meminta para peserta pemilu menampilkan kampanye yang bisa mencerdaskan masyarakat. Bentuk-bentuk kampanye yang melawan hukum seperti hoax dan fitnah harus dilkawan dengan adu visi dan gagasan.

Di sisi lain, KPU juga makin intens mempersiapkan hari pemungutan suara yang tinggal 24 hari lagi. Dari sisi logistik, Komsioner KPU Ilham Saputra mengklaim progresnya masih on the track. Progres cetak dan distribusi surat suara misalnya, hingga kemarin diperkirakan sudah lebih dari 95 persen. artinya, sudah lebih dari 900 juta surat suara yang dicetak dan didistribusikan.

Hanya memang di daerah tertentu, pihaknya belum menyelesaikan proses cetak atau pengirimannya. “Bukan tidak dipriotaskan, tapi yang jumlah penduduk sedikit kami belakangkan pengirimannya,” terangnya saat dikonfirmasi. Misalnya, Provinsi Sulawesi Tengah dan Bangka Belitung. Surat suara kedua provinsi itu diproduksi oleh PT Adi Perkasa Makassar dan belum tuntas karena mendahulukan provinsi lain.
Sementara, provinsi dengan jumlah pemilih besar mendapatkan prioritas karena kebutuhannya juga besar. Sejauh ini, kendala pengiriman logistik relatif tidak signifikan. Bila berurusan dengan gelombang laut misalnya, KPU tinggal mengontak TNI AL untuk meminjam kapal militer. Karena sejak awal Mabes TNI berkomitmen membantu penyelenggaraan pemilu secara maksimal sesuai tupoksi.

Pada saat bersamaan, pihaknya juga mengumpulkan laporan-laporan surat suara rusak atau yang diberikan status reject. “Misalnya ada sisa tinta di surat suaranya yang begitu meyolok, itu kami anggap reject,” lanjut mantan Wakil ketua Komisi Independen Pemilihan Provinsi Aceh itu. data kerusakan itu dikumpulkan dan diserahkan ke percetakan untuk diganti.

Sejauh ini, kerusakan yang terjadi secara kuantitas tidak signifikan. Sehingga, penggantian surat suara bisa berlangsung cepat. Kondisi yang sama juga terjadi pada logistik lain. Misalnya, kotak suara. pihak pabrik bisa mengganti logistik yang rusak dengan cepat. Deadline pengiriman logistik hingga ke KPU Kabupaten/Kota akan berakhir Rabu (27/3) mendatang.

Kemudian, sejak 8 Maret lalu, KPU mulai mendistribusikan surat suara kepada pemilih luar negeri. Namun, yang mendapatkan distribusi surat suara itu hanya pemilih yang menggunakan pos. Untuk jenis pemungutan suara menggunakan TPS atau kotak suara keliling, baru akan berjalan 8-14 April mendatang.

Dengan demikian, pemilih luar negeri yang menggunakan pos bisa menggunakan hak pilihnya lebih awal. Tergantung kecepatan pengiriman pos di masing-masing negara. Pengiriman dilakukan dari Panitia Pemilihan Luar Negeri di masing-masing negara ke alamat domisili WNI di negara itu.

Pemungutan suara menggunakan sistem pos sudah dilakukan dalam beberapa edisi pemilu terakhir. Cara tersebut dilakukan untuk WNI yang tempat tinggalnya jauh dari PPLN dan tidak kumpul dengan WNI lainnya. Bila ada satu area kecil di mana ada sejumlah WNI tinggal bersama, maka opsinya adalah menggunakan kotak suara keliling.

Sementara, pemungutan suara di TPS luar negeri hanya dilakukan di negara-negara dengan konsentrasi WNI besar. Misalnya Malaysia atau Hongkong. Hasil pemungutan suara menggunakan pos, kotak suara keliling, maupun TPS luar negeri baru akan dibuka dan dihitung pada 17 April mendatang. bersamaan dengan hari pemungutan suara pemilu di dalam negeri.

Ilham mengimbau para pemilih luar negeri yang mendapatkan surat suara melalui pos untuk tetap menjaga asas LUBER Jurdil (Langsung, Umum, bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). Sebab, bagaimanapun mereka mendapatkan kesempatan pertamauntuk menggunakan hak pilih. “Nggak perlu lah, (pilihannya) di-upload di media sosial,” tambahnya.(byu/jpg/cel)wakilan paslon.
Kali ini, Ketua Tim Kampanye Nasional 01 Erick Thohir datang mewakili paslon Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Sementara, Wakil Ketua Badan pemenangan Nasional 02 Mardani Ali Sera mewakili paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Sejumlah perwakilan parpol juga hadir dalam deklarasi itu.

Setidaknya, ada tujuh komitmen para peserta pemilu di akhir masa kampanye kali ini. Di antaranya, tidak mengintimidasi dan menyebarkan ujaran kebencian, juga tidak melibatkan anak-anak dalam pelaksanaan kampanye akbar (selengkapnya lihat grafis).
Khusus pelibatan anak-anak, pelanggaran itu selalu ditemui hampir di setiap momen kampanye akbar. Baik berupa anak yang diajak orang tuanya mengikuti kampanye, anak-anak yang berinisiatif hadir dalam kampanye, hingga keterlibatan anak-anak di atas panggung kampanye.
Disinggung mengenai hal itu, pihak TKN maupun BPN tidak berani memberikan jaminan berupa langkah konkret. “Tentu akan jaga jaga, dan selama ini sudah kami jaga (kampanye tanpa anak),” ujar Erick. Lagipula, tuturnya, ada bawaslu yang selalu mengawasi jalannya kampanye sehingga bila ada pelanggaran pasti langsung ditindak.

Senada, Mardani juga menjawab diplomatis atas hal tersebut. “Bagaimanapun, dinamika pasti ada (saat kampanye),” ujarnya. karena itu, dia mengharapkan publik terus memberiukan masukan kepada para peserta pemilu agar tidak sampai melanggar aturan.

Sementara, Ketua Bawaslu Abhan menyatakan bahwa pelibatan anak dalam kampanye ada kategorisasinya. Tidak semuanya bisa dipukul rata sebagai pelanggaran. Menurut dia. Melibatkan itu berarti aktif. “Artinya ketika anak itu diajak ke panggung, kemudian menjadi peserta aktif dalam kampanye,” terangnya.
Kondisi tersebut sudah masuk ke dalam kategori eksploitasi. Sehingga, bisa diartikan sebagai melibatkan anak-anak dalam kampanye pemilu. Beda halnya bila sebatas orang tua mengajak anaknya yang masih kecil karena tidak ada yang menjaga. Kondisi itu tidak masuk dalam kategori pelibatan anak dalam kampanye.

Abhan mengatakan, pemilu kali ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Untuk kali pertama, pemilu dilaksanakan serentak baik pilpres maupun pileg. Kampanye pun pada akhirnya ikut terimbas. “Ini akan menimbulkan potensi-potensi yang kompleks jika tidak ada kesadaran dari peserta pemilu untuk berkampanye secara bermartabat dan santun,” tuturnya.
Deklarasi tersebut, lanjutnya, bertujuan menciptakan suasana kampanye rapat umum yang damai, beretika, dan bermartabat. Dia juga mengingatkan agar para peserta pemilu tidak menyinggung isu SARA dalam berkampanye. Mengingat, pada faktanya Indonesia memang terdiri dari beragam suku, etnis, dan agama. Atas dasar itulah, politik identitas tidak bisa dilakukan di Indonesia.
Dia meminta para peserta pemilu menampilkan kampanye yang bisa mencerdaskan masyarakat. Bentuk-bentuk kampanye yang melawan hukum seperti hoax dan fitnah harus dilkawan dengan adu visi dan gagasan.(byu/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!