Timor Express

SPORTIVO

Andre Koreh: Angkat Besi/Berat Lebih Berpeluang Medali

FOTO BERSAMA. Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh bersama Brigjen TNI Syaiful Rahman, Komandan Denpom IX/1 Kupang Letkol CPM. Dwi Bangun Wahyu Jatmiko, PerwakilanKomandan Paskhas TNI AU, pengurus KONI NTT, dan jajaran Pengurus PABBSI NTT usai pelantikan, Sabtu (23/3) lalu.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Pengprov PABBSI NTT 2019-2020 Dilantik

KUPANG,TIMEX – Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABSI) NTT masabakti 2018 – 2022, yang dipimpin oleh Valentino Bambang Soetjipto sebagai Ketua Umum, David Kenenbudi sebagai Sekretaris dan Lily Christiani sebagai Bendahara serta sejumlah pengurus lainnya.

Acara pelatikan tersebut dilangsungkan di Subasuka Paradise, yang dihadiri Danrem 161 Wirasakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman, Komandan Denpom IX/1 Kupang Letkol CPM. Dwi Bangun Wahyu Jatmiko, Perwakilan Komandan Paskhas TNI AU, Sekum KONI NTT, Umbu Saga Anakaka serta pengurus KONI lainnya seperti Eduard Setty, Theo Widodo, Dr. Jhoni Kiuk, Magdalena Rambu Wasak dan pengurus lainnya

Menurut Andre, pembentukan Peprov PABBSI ini sempatn menjadi polemik panjang lebar.
“Buat saya Itulan dinamika dalam suatu organisasi. Kalau tidak ada dinamika itu tidak membuat kita semangat. Oleh karena itu kita syukuri terjadi dinamika itu. Lebih kita syukuri lagi, hari ini kita hadir disini untuk melantik orang-orang hebat, terutama buat pengurus, ” kata Andre.

Pelantikan ini, merupakan tradisi dalam suatu organisasi sesuai mekanisme yang diatur dalam ketentuan AD dan ART PABBSI yang diawali dengan Musprov dan hasil dari Musprov tersebut dilaporkan kepada KONI Provinsi sekaligus untuk mendapatkan rekomendasi dan diusulkan kepada PB/PP PABBSI dan ditetapkan melalui surat keputusan. Dan itu yang menjadi mekanisme standar.
“Jadi kalau mau bikin Musprov boleh, cuma nanti KONI ikut memberi rekomendasi, Kalau tidak ada rekomendasi KONI, PB itu tidak akan mengeluarkan SK, dan ada AD/ART yang mengaturnya,” terangnya.

Posisi KONI hanya mengayomi, dan mengkoordinasikan. KONI tidak punya atlet. Yang punya atlet adalah Cabang Olahraga (cabor).
“KONI menunggu cabor-cabor itu punya atlet, baru dibina oleh KONI. Jangan salah artikan posisi KONI,” ingatnya.

Sesuai AD/ART KONI dan PABBSI, diirnya selaku Ketua Umum KONI Provinsi NTT, mendapat mandat dari PB. PABBSI untuk melantik Pengprov PABBSI NTT masa bakti 2018 – 2022.
“Jadi saya tadi pegang bendera saya katakan atas nama PB PABBSI, saya Ketua KONI melantik. Jadi jangan ada soal lain, itu Ketua KONI urusan apa pergi melantik. Saya mendapat mandat. Biar jelas,” ungkapnya.

Menjadi pengurus organisai cabor membutuhkan kegilaan, karena tidak ada untungya dan pasti rugi waktu tenaga, pikiran, biaya bahkan ada yang mengorbankan nyawanya.
“Kalau ada yang mau menjadi pengurus olahraga dengan perhitungan untung rugi, bukan disini tempatnya. Apalagi mencari keuntungan finansial. Tidak. Tidak ada untungnya. Keluar duit iya, tapi masuk tidak pernah,” bebernya.
“Tapi ada keuntungan lainnya, saudara mengabdi pada bangsa ini, sudara dikenal oleh masyarakat dan mengembangkan diri,” imbuhnya.

Terkait PON XX/2020 akan dilaksanakan di Papua, oleh karena itu, pada tahun 2019 ini dilaksanakan Pra/Kualifikasi PON XX/2020 yang akan dilaksanakan di berbagai tempat / kota di Indonesia dan jadwalnya ditetapkan oleh PB/PP Induk Organisasi Olahraga yang dipertandingkan/diperlombakan pada PON XX/2020.
“Kalau PABSI sudah menetapkan bulan Agustus pelaksanaan Pra PON, berarti waktu sudah semakin dekat,” katanya.
Kepada pengurus yang dilantik, Andre menitipkan pesan agar jangan hanya mengurus binaraga saja, karena ada angkat besi dan berat. Dan NTT punya pelatih angkat besi dan angkat Berat yakni Yakoba Lobang dan Sri.

“Kenapa? Binaraga cukup mahal, tetap angkat berat dan angkas besi tempat mendulang medali. Kalau bisa satu orang bisa ikut angkat besi, dan paling tidak satu orang bisa dapat tiga atau empat medali, dari jenis angkatan dan total angkatan,” bebernya.
“Angkat berat ada Squad, deatlift, ada Bench Press ada total angkatan. satu orang saja dapat empat. begitu juga angkat besi, mulai dari angkata snact, Clean and Jerk dan total angkatan. Bandingkan dengan Binaraga, satu orang, satu medali dan tidak terukur lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PABSI NTT, Valentino Bambang Sotejtipto dalam sambutannya mengatakan 80 persen pengurus yang dilantik sudah bekerja baik pada masa kepengurusan sebelumnya. Namun, Valentino juga dia mengakui jika belum banyak prestasi yang ditorehkan pada masa kepengurusan sebelumnya.

“Kita sudah menaikkan status olahraga angkat besi, binaraga dan angkat berat dari olahraga berkembang menjadi olahraga prioritas, dengan keberhasilan PABBSI NTT meloloskan satu atlet ke PON 2016 lalu.” terangnya.
Terkait dengan harapan Ketua KONI NTT, Valentino juga memastikan jiak menghadapi Pra PON nanti, PABBSI akan lebih memprioritaskan untuk menyiapkan atlet berlaga di nomor angkat besi dan angkat berat.
“Binaraga juga tetap kita akan persiapkan,” jelasnya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!