Timor Express

EKONOMI BISNIS

Bebek Peking, Menu Andalan Waroenk Seafood and Oriental Cuisine

MENU LEGENDARIS. Bebek Peking, salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafoodand Oriental Cuisine (cabang dari Waroenk Group).

IST

TIMEX, KUPANG – Salah satu jenis makanan yang tidak kalah favorit dari daging ayam yakni daging bebek. Bebek, entah dipanggang, digoreng atau dibakar, sama lezatnya ketika sudah tersaji di atas piring pelanggan.

Di Indonesia, daging bebek bahkan menjadi menu ikonik. Hal itu dapat dilihat di beberapa daerah, seperti di Surabaya dengan menu Nasi Bebek-nya yang masif dikonsumsi masyarakat setempat.

Daging bebek selalu menjadi “juara” di hati penikmatnya, tidak lain karena cita rasanya yang berbeda dan khas dibandingkan olahan daging ayam. Belum lagi aroma kulit bebek ketika bersentuhan dengan minyak panas, benar-benar “melelehkan liur” penikmat kuliner.

Oleh karena cita rasanya yang khas, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine yang merupakan cabang dari Waroenk Group bakal menghadirkan menu Bebek Peking sebagai menu andalan. Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (ex Palm Resto, samping Lippo Plaza/depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Sabtu (23/3).

Menurut Rivaldy, Bebek Peking atau “roasted duck” bisa membuat nafsu makan pelanggan meningkat. Pasalnya, bebek yang diolah dengan cara dipanggang tersebut memiliki aroma yang khas dengan bagian luar yang berwarna kecokelatan.
“Cita rasa yang renyah pada bagian kulitnya pasti akan menambah kelezatannya. Apalagi, kontur bagian dalam dagingnya juga lembut dan benar-benar empuk,” urainya.

Tidak hanya soal tekstur kelembutan dagingnya, Rivaldy tak menafikan kehadiran bumbu-bumbu pendukung juga berkontribusi mengangkat kelezatan menu Bebek Peking. Sebab ada beberapa bumbu impor, sehingga cita rasanya berbeda dibandingkan bebek-bebek panggang reguler yang disajikan resto-resto lain.
Soal harga, Rivaldy mengaku, menu oriental khas Tiongkok yang telah melegenda tersebut bakal dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan demikian, semua kalangan dapat menikmati sajian khas oriental yang dulunya hanya dapat dinikmati para bangsawan Tiongkok

“Sangat terjangkau untuk makanan elite seperti Bebek Peking ini. Jadi siapa saja dapat menikmati menu ini,” imbuh Rivaldy.
Sebelumnya, ia mengklaim beberapa makanan yang diluncurkan manajemen Waroenk adalah pertama di Kota Kupang. Misalnya, Suki dan Shabu-shabu, Bebek Panggang Rempah, Burung Dara Masak Szechuan, Seafood Tofu Hotplate, Ayam Goreng Koloke, Sup Wantan Udang dan Ayam Rebus Hainan. Begitu juga dengan Bebek Peking yang menjadi menu andalan.
Rivaldy juga mengatakan, semua menu yang dihadirkan halal karena memang sudah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Rencananya, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine akan hadirkan menu-menu ini dalam waktu dekat. Jadi, penikmat kuliner penyuka seafood dan oriental cuisine siap-siap merasakan sensasi menu-menu kami yang lezat, unik, dan beda,” ujar Rivaldy.

Sekadar diketahui, Bebek Peking atau dalam bahasa Mandarin disebut “Beijing Kaoya”, pada awalnya merupakan kuliner yang serupa kalkun panggang khas Amerika Serikat (AS). Pada masa Dinasti Yuan, sekitar 1271-1368, pengembara Marco Polo membawa kebiasaan memanggang daging unggas dan mengenalkannya kepada masyarakat Tiongkok.

Dinasti Yuan atau Kerajaan Mongol yang dipimpin Kaisar Kubilai Khan memerintahkan untuk mendatangkan aneka bumbu makanan dari pelosok dunia, seperti dari Eropa, Arab, dan India. Pada saat itulah tercipta kuliner yang bernama bebek panggang.
Ketika Kaisar Kubilai Khan memindahkan Ibu Kota negaranya ke Beijing, kuliner bebek panggang ini pun turut terangkat dan populer. Hal tersebut berlanjut hingga masa Dinasti Ming sekitar 1522.

Bebek panggang yang digunakan tadinya merupakan bebek yang berasal dari Kota Nanjing, tetapi lama kelamaan populasi bebek di Nanjing berkurang lantaran terkontaminasi polusi udara yang sangat tinggi.

Untuk mengakali hal itu, para peternak bebek akhirnya menemukan jenis bebek lain yang memiliki tekstur serupa bebek Nanjing. Bebek inilah yang kemudian dinamakan Bebek Peking.

Bebek peking diracik dengan menggunakan dua teknik memanggang, yaitu dipanggang dengan menggunakan oven konvensional dengan teknik yang berasal dari restoran Bianyifang di Chongwemen pada 1816.

Sementara itu, untuk teknik kedua adalah teknik Quanjude yang dikembangkan di dapur istana kekaisaran Dinasti Qing. Sebelum dimasak, bebek dilapisi sirup manis dan bumbu rempah lalu digantung hingga kering sekitar 24 jam. Hal ini dimaksudkan untuk memisahkan kulit bebek dari dagingnya. Inilah yang membuat kulit Bebek Peking panggang terasa renyah dan berkilau saat disajikan.(tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!