Timor Express

HUKUM

Erik Mella Dicecar 47 Pertanyaan

Tersangka Kematian Istrinya 

Yance Kadiaman

KUPANG, TIMEX – Selama enam tahun berproses hukum, penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus kematian Linda Brand.

Ironisnya, tersangka kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan terjadinya korban meninggal dunia itu adalah suami korban sendiri.

Penetapan Erik Mella sebagai tersangka sangat mengejutkan keluarganya, karena menurut keluarga tidak ditindak lanjutinya kasus tersebut karena korban meninggal secara wajar.

Penetapan tersangka sudah dilakukan penyidik sejak dua pekan lalu, dan sudah dijadwalkan pada pekan lalu untuk pemeriksaan tersangka.

Namun tersangka berhalangan dan meminta untuk ditunda, sehingga baru memenuhi panggilan pemeriksaan pada Sabtu (23/3).

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT. Binti, SIK., melalui Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman, saat dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka Erik Benediktus Mella dalam kasus KDRT yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa.

Dikatakan, selama pemeriksaan tersangka dicecar 47 pertanyaan.

Terhadap kondisi tersangka yang juga sebagai tulang punggung keluarga, maka yang bersangkutan tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor tiga kali seminggu.

Terhadap kasus yang melibatkan ayah dari 4 orang anak itu, saat ini penyidik telah memeriksa 5 saksi dan 3 orang saksi ahli, termasuk dokter yang melakukan outopsi.

“Proses pemeriksaan dan pemberkasan sedang dilakukan dan dalam waktu dekat, penyidik akan melakukan pelimpahan tahap satu ke Kejaksaan,” ujar Yance Kadiaman.

Meski saat ini tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka, namun jika dalam perjalanan proses hukum, tersangka tidak koperatif maka akan dilakukan penahanan.

Yance Kadiaman melanjutkan, tersangka dalam pemeriksaan tidak mengakui perbuatannya, namun patut diduga sebagai pelaku.

“Tersangka diperiksa dari pukul 11.00 – 18.00, didampingi kuasa hukumnya Jhon Rihi Cs,” imbuh Yance.

Sebelumnya, outopsi dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada saat korban meninggal dan kedua kali dilakukan di lokasi makam korban, TPU Liliba pada Jumat, 20 September 2013.

Outopsi dilakukan setelah dalam gelar perkara yang dilakukan penyidik Polda NTT, terdapat berbagai kejanggalan yang tidak terungkap dalam proses hukum kasus yang menimpa korban.

Outopsi ulang janazah korban terpaksa dilakukan, mengingat hasil outopsi sebelumnya tidak mampu mengungkap kejanggalan yang ada pada tubuh korban.

Dokter polisi dari Mabes Polri, dr. Theresia Lindawati yang sebelumnya melakukan outopsi, dinilai tidak teliti sehingga bekas benturan pada leher korban tidak terungkap.

Korban yang tinggal di Jalan Hati Mulia Nomor 10, Kelurahan Oebobo, ditemukan tewas oleh suaminya Erik Mella dalam kamar mandi rumahnya, sekitar pukul 12.30, Jumat 26 April 2013.

Kasus ini pun dilaporkan ke polisi di Polres Kupang Kota oleh saudara korban, Jhon Op Brand (42), warga Jalan R. Suprapto No.19, RT 07/RW 03, Kelurahan Oebobo, Minggu 28 April 2013, sekitar pukul 22.30 dengan dugaan korban meninggal tidak wajar.

Dalam penyelidikan polisi, akhirnya jenazah korban diautopsi pada Jumat 14 Juni 2013 atas permintaan keluarga, dan hasilnya terungkap banyak kejanggalan yang perlu diusut tuntas. (mg29/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!