Menteri Jonan Minta Tingkatkan Rasio Elektrifikasi NTT – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Menteri Jonan Minta Tingkatkan Rasio Elektrifikasi NTT

KULIAH UMUM. Menteri ESDM Iganisus Jonan disambut Uskup Emeritus Keuskupan Maumere, Mgr. Kerubim Parera dan Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Sedu saat tiba di STFK Ladalero untuk memberikan kuliah umum.

IST

KUPANG, TIMEX – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasus Jonan meminta seluruh stakeholder bahu-membahu untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi NTT. Pasalnya, rasio elektrifikasi di provinsi kepulauan ini baru mencapai 63 persen. Angka ini menjadi NTT dengan rasio elektrifikasi terendah dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain se-Indonesia. Harapan ini dikemukakan Menteri Jonan saat berkunjung ke Kota Kupang, Sabtu (23/3).

Kedatangan Jonan ke Kupang juga didampingi anggota DPR RI asal NTT Ferry Kase, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara Djoko R. Abumanan, serta sejumlah pejabat lainnya.

Mantan Menteri Perhubungan itu mengaku, saat ditugaskan menjadi Menteri ESDM dua tahun silam, rasio elektrifikasi terendah se-Indonesia yakni Provinsi Papua dengan rasio elektrifikasi di bawah 60 persen. Namun saat ini, rasio elektrifikasi di Papua sudah mencapai 90 persen. Sedangkan di provinsi lain berkisar antara 80 hingga 90-an persen.

“Sekarang ini, rasio elektrifikasi di NTT justru paling terendah se-Indonesia karena baru sampai 63 persen. Untuk itu kita perlu komitmen bersama untuk mengejar ketertinggalan ini,” ujarnya.

Upaya peningkatan rasio elektrifikasi, diakui Jonan sering mengalami kendala terkait dengan pembebasan lahan untuk jaringan listrik. Oleh karena itu, dia meminta peran serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, juga DPR/DPRD untuk membantu PLN.

Sementara Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan, pemerintah provinsi saat ini tengah memperjuangkan Jala (Jalan, Listrik dan Air) bagi masyarakat NTT. Dan dia yakin, kehadiran Menteri Jonan biasa mendukung percepatan rasio elektrifikasi di NTT agar naik dari angka 3 persen.

“Untuk membangun NTT menuju sejahtera, kami membutuhkan dukungan semua pihak,”kata mantan anggota DPR itu.

Selanjutnya, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara, Djoko R. Abumanan menyebutkan, sejak 2017 sudah ada program ‘Wujudkan 100 Persen NTT Desa Berlistrik’. Pada tahap pertama, dari 600 desa yang ditargetkan, 541 desa diantaranya sudah menyala. Sisanya masih on progress (konstruksi berupa pendirian tiang dan penarikan kabel).
Pada tahapan kedua, desa yang ditargetkan sebanyak 600 desa. Yang sudah terkontrak sebanyak 44 desa dan sedang dalam pelaksanaan konstruksi. Sisanya masih dalam proses pematangan hasil survei.

“Rasio desa berlistrik sampai Maret 2019 sudah 76 persen, sedangkan rasio elektrifikasi untuk NTT 63 persen. Jadi kami masih terus berusaha hingga 100 persen,” ungkapnya.

Selama berada di Kupang, Menteri Jonan menyerahkan LTSHE (Lampu Tenaga Surya Hemat Energi), juga meresmikan sumur bor mengingat beberapa wilayah termasuk daerah sulit air bersih. Selain berkunjung ke Kota Kupang, Menteri Jonan juga berkunjung ke Kabupaten Sikka. Di Sikka, Jonan sempat memberikan kuliah umum di STFK Ladalero Maumere. (tom)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!