Timor Express

EKONOMI BISNIS

Anggota Kopdit Timau Bertambah 1.500 Orang

Targetk di Tahun Buku 2019

KUPANG, TIMEX – Di usia ke-13 tahun, KSP Kopdit Timau sukses membangun gedung kantor pusat yang megah dengan

Krispina Nanis

konstruksi tiga lantai. Gedung yang terletak di jln H.R.Koroh tersebut telah diresmikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi Provinsi NTT, Sisilia Sona, Jumat (22/3) lalu. Selain menambah kepercayaan publik terhadap eksistensi koperasi, kehadiran gedung megah itu juga menumbuhkan semangat dan motivasi para pengurus dan manajemen untuk membesarkan Kopdit Timau.

Di Tahun Buku 2019 ini, manajemen Kopdit Timau sudah merencanakan berbagai program kerja serta sejumlah target yang ingin dicapai. Mulai dari penambahan anggota, aset, modal serta jaringan pelayanan/kantor.

Kepada Timor Express, Manajer KSP Kopdit Timau, Krispina Nanis menyebutkan, jumlah anggota per 31 Desember 2018 sebanyak 5.411 anggota. Per 28 Februari 2019, jumlah anggota Kopdit Timah sudah naik menjadi 5.690 anggota.

Keseluruhan anggota, menurut dia, tersebar di Kota Kupang dan sekitarnya, Kabupaten Kupang, Malaka, TTU, TTS dan Rote Ndao. Bahkan sudah tersebar sampai ke Flores khususnya di Kabupaten Flotim serta ada sebagian yang berada di negara Timor Leste.

Untuk tahun buku 2019, Krispina menerangkan, pihaknya menargetkan penambahan anggota di tahun sebanyak 1.500 orang. Dengan demikian, anggota Kopdit Timau per 31 Desember sebanyak 6.911 orang.

“Per Februari jumlah anggota mencapai 5.690 orang dan kami optimis target penambahan anggota di tahun buku 2019 bisa tercapai,” ujar Krispina saat diwawancara di sela-sela peresmian gedung kantor pusat.

Selanjutnya, total aset per 31 Desember 2018 sebesar Rp 26,5 miliar. Target di tahun buku 2019, total aset harus mencapai Rp 39,4 miliar. Sedangkan nilai modal per 31 Desember mencapai Rp 15,5 miliar dan ditargetkan meningkat jadi Rp 35,2 miliar ditahun buku 2019.

Krispina mengaku, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018 yang digelar pada tanggal 24 Maret 2019, Kopdit Timau membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada seluruh anggota sebesar 6,80 persen atau sekitar Rp 700 juta.

Kopdit Timau, lanjut Krispina, memiliki tiga jenis pinjaman, antara lain pinjaman produktif, konsumtif dan kesejahteraan. Dari ketiga jenis pinjaman ini, yang paling banyak diakses anggota adalah pinjaman produktif. Pasalnya, banyak anggota yang melakukan pinjaman untuk pengembangan usaha.

“Banyak anggota pinjam untuk modal usaha dan pengembangan modal usaha,” sebutnya.

Krispina menambahkan, sampai dengan saat ini Kopdit Timau masih menjalankan satu core bisnis yakni simpan pinjam. Terkait dengan pengembangan bisnis di sektor yang lain, dia mengaku belum ada rencana untuk itu.

“Sejauh ini masih simpan pinjam. Untuk pengembangan bisnis lain selain simpan pinjam kami masih pikirkan lagi. Ini harus dibicarakan dengan pengurus pengawas dan anggota,” imbuh dia.

Disinggung soal jaringan pelayanan, Krispina menjelaskan, sampai dengan saat ini Kopdit Timau memiliki lima kantor pelayanan kas, dua kantor cabang yang terletak di Kabupaten Malaka dan TTS, serta satu kantor pusat. Dan untuk tahun buku 2019, pihaknya berencana menambah dua kantor cabang yakni di Oelamasi dan di Fatumonas Kecamatan Amfoang Tengah.

“Di Amfoang Tengah meski sudah ada kantor kas di sana, tapi kami rencana adakan lagi kantor cabang,” tutup Krispina. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!