Nasionalisme Rusak Ketika Siswa Saling Membedakan – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Nasionalisme Rusak Ketika Siswa Saling Membedakan

DEKLARASI. Anggota Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Cabang Sumba Timur pose bersama usai mendeklarasikan diri, Sabtu (23/3).

IST

GSNI Pertama di NTT Dideklarasikan

WAINGAPU, TIMEX – Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Cabang Sumba Timur, mendeklarasikan diri bertepatan dengan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). GSNI Cabang Sumba Timur merupakan GSNI pertama yang berdiri di Provinsi NTT.

“Nasionalisme awalnya rusak ketika sesama siswa saling membedakan. Sehingga, sebagai GSNI kita harus membina dan menjaga solidaritas dan toleransi antarsiswa,” tutur ketua panitia deklarasi, Danang Alif Pratama kepada Timor Express, Sabtu (23/3).

Danang yang merupakan siswa kelas XII jurusan Bahasa SMA Kristen Payeti ini mengaku bangga menjadi bagian dari 32 siswa yang merupakan anggota pertama GSNI di NTT. Danang berharap, ke depan GSNI  melebarkan sayap ke sekolah lain selain siswa empat sekolah yakni SMK Negeri 2 Waingapu, SMA Negeri 3 Waingapu, SMK Negeri 5 Waingapu dan SMA Kristen Payeti.

Ketua sementara GSNI Cabang Sumba Timur, Jumlitan Saulus Windi dalam sambutannya mengatakan, perjalanan terbentuknya GSNI adalah melanjutkan instruksi Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) untuk membentuk GSNI di seluruh kabupaten hingga berdiri GSNI Cabang Sumba Timur sebagai GSNI pertama di Provinsi NTT.

“GSNI menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, sehingga ke depan kita akan menemui banyak tantangan. Karena itu kita harus lebih militan karena membangun organisasi adalah hal yang mudah, tetapi yang berat adalah mempertahankan organisasi tersebut. Kalau kita lihat hari ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat kita lupa nilai kebangsaan dan nasionalisme” jelasnya.

Jumlitan menambahkan, watak GSNI adalah organisasi yang berurusan dengan urusan kebangsaan, bukan lagi urusan suku atau hal-hal pribadi lainnya. Sebagai anggota pertama akan menentukan hidup dan matinya GSNI di Sumba Timur, sehingga proses ke depannya sebagai senior sebagai penggerak dan motivator.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Sumba Timur, Oktovianus Mbau mengatakan, kehadiran organisasi sangat penting dalam rangka membangun kebersamaan dan potensi diri. “GSNI sebagai organisasi pelajar bisa menjadi wadah bersosialisasi untuk mempersiapkan diri saat akan melanjutkan pendidikan di jejang perguruan tinggi,” jelas Oktovianus sambil menegaskan, setelah deklarasi, GSNI segera melaporkan diri dengan formasi kepengurusan yang sudah lengkap.

Oktovianus berharap hadirnya GSNI Cabang Sumba Timur bisa membawa pengaruh positif terhadap teman-teman yang mungkin saja memiliki sikap yang tidak sesuai norma dan budaya, sehingga kemudian 4 Pilar Kebangsaan bisa dijaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya juga mengapresiasi GSNI Cabang Sumba Timur sebagai GSNI pertama di NTT. Saya mengucapkan selamat dan siap mendukung GSNI Sumba Timur dalam menebarkan nilai-nilai positif dikalangan siswa dan masyarakat,” Tutup Oktovianus.

Deklarasi GSNI Sumba Timur diakhiri dengan pemilihan ketua definitif GSNI Sumba Timur yang memutuskan Siprianus Allan Della RM Kuki sebagai ketua, Katrina Utu Tendi sebagai sekretaris dan Arminia S Balu Meru sebagai bendahara. (mg31/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!