Timor Express

KUPANG METRO

Proyek Koridor V Sudah Di-PHO

KUPANG, TIMEX – Proyek Taman Tirosa atau Koridor V di Jalan Piet A. Tallo telah selesai dikerjakan.

Banyak masyarakat sudah mulai memanfaatkannya sebagai tempat baru untuk refresing.

Proyek bernilai Rp 7,9 miliar ini sudah dilakukan serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) antara kontraktor  pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), setelah proses akhir selesai masa pelaksanaan konstruksi pada Minggu (24/3).

Hal ini diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Sekretaris Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Herod Devi Loak.

Devi Loak sampaikan, rekanan sudah memasukan surat untuk PHO pada 11 Maret 2019 dan sudah dilaksanakan PHO pada 24 Maret 2019, karena rekanan juga sudah melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan.

“Jika sekarang di lapangan masih dilihat ada timbunan tanah dan masih ada aktivitas di sana, itu adalah pemeliharaan tanaman yang harus dipelihara sampai hidup, karena kesepakatan kontrak adalah tanaman dalam keadaan hidup,” kata Herold Devi Loak saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/3).

Dia menjelaskan, dalam kesepakatan kontrak kerja juga tertuang bahwa masa pemeliharaan tanaman akan berlangsung selama satu tahun.

Sehingga selama satu tahun ke depan ini, akan terus dilakukan pemeliharaan sampai tanaman yang ada benar-benar hidup di Taman Tirosa.

Devi mengaku, lampu hias dan tanaman yang ada di plaza tersebut juga harus dijaga masyarakat yang datang. Sebagai masysrakat Kota Kupang harus merasa memiliki taman itu.

“Jangan ada lagi kendaraan umum yang menurunkan dan mengambil penumpang di area tersebut, karena sangat mengganggu, terlebih lagi akan sangat berisiko bagi proses tumbuh kembang tanaman yang ada. Bisa saja diinjak dan lainnya,” ujarnya.

Devi mengaku, akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Kupang dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang untuk menertibkan kendaraan-kendaraan yang memuat dan menurunkan penumpang di area tersebut.

“Karena di Taman Tirosa itu bukan halte. Jangan fungsikan sebagai halte untuk menurunkan penumpang dan lainnya. Jika ingin kota ini berkembang dan berubah ke arah yang lebih baik, maka harus secara sadar ikut merawat apa yang sudah ada,” terang Devi Loak. (mg25/joo)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!