Rasio Guru Mulai Kritis – Timor Express

Timor Express

NUSANTARA

Rasio Guru Mulai Kritis

Kekurangan Paling Terasa di SMK

MAKASSAR, TIMEX–Rasio perbandingan siswa dan guru di Sulsel masih cukup tinggi. Sudah masuk tahap kritis. Jumlahnya jauh dari angka ideal yang semestinya. Jomplang.

Idealnya, seorang guru mengajar 17 siswa dalam setiap rombongan belajar (rombel). Khususnya SMA dan SMK. Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel pun melihat kondisi bakal kritis. Data dari Dapodik Kemendikbud, guru SMA ada 14.215 orang. Sementara siswanya mencapai 169.098 orang. Sedangkan SMK jumlah guru jauh lebih sedikit.

Jumlah ini diklaim Disdik memang masih aman. Tetapi, sudah masuk tahapan kritis. Sudah lewat dari angka ideal. Perbandingan guru untuk SMA yakni 1 guru mengajar 35 siswa. Sedangkan, untuk SMK, 1 guru mengajar 30 siswa. Jauh dari angka rasio ideal guru dan siswa.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, rasio tersebut memang harus dikaji. Cukup sulit jika menempatkan jumlah siswa dalam satu kelas yang diisi sedikit orang. Apalagi guru terbatas. “Masalah rasio ini mesti jadi perhatian,” paparnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, Kemendikbud masih memperbolehkan hal itu. Hanya saja akan lebih baik jika angka ideal jadi patokan. Agar proses belajar mengajar lebih maksimal.

Sebetulnya, masalah utama kekurangan guru bukan terletak pada rasio. Melainkan kekurangan dari segi guru per mata pelajaran. Terutama guru produktif untuk jenjang SMK. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, tak ada penerimaan guru kejuruan khusus.

“Ada beberapa jurusan yang gurunya sangat kurang. Misalnya untuk jurusan listrik atau mesin, ada beberapa guru akan pensiun dan tak ada pengganti. Tidak mungkin tukang las mau kami minta mengajar,” tuturnya.

SMA pun demikian. Misalnya, kata dia, untuk guru TIK. Mata pelajaran yang sempat dihapus beberapa tahun lalu. Gurunya sudah dipindahtugaskan. Kemudian, tahun ini mata pelajaran tersebut kembali diaktifkan.

“Saya kira ini yang sangat mengkhawatirkan. Tahun ini ada 507 guru yang akan pensiun. Sementara penggantinya masih minim. Ada beberapa mata pelajaran spesifik yang sulit diajarkan kalau pengajarnya umum,” tambahnya.

Selain guru, kondisi ketersediaan rombel patut menjadi perhatian. Pihaknya rata-rata melakukan perbaikan kelas. Untuk penambahan dilakukan bergantung kondisi setiap sekolah.

Upaya yang dilakukan, yakni memanfaatkan lulusan perguruan tinggi untuk menjadi guru honor. Hanya saja, keuangan pemerintah terbatas untuk memberi upah yang besar bagi mereka. Apalagi jika standarnya UMP. “Masih diberi insentif bagi honorer,” tambahnya. (*/jpg/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!