Timor Express

FLORES RAYA

Warga Temukan Mayat Bayi Terapung di Kali

KAWAL. Kapolsek Waigete bersama anggota berada di UGD Puskesmas Tanarawa mengantar jenazah bayi untuk divisum,

KAREL PANDU/TIMEX      

MAUMERE, TIMEX – Januarius Noeng, 31, warga Enakter Desa Ilimedo Kecamatan Waiblama menemukan bayi berjenis kelamin perempuan yang tidak bernyawa, terapung di kali Enakter. Mayat bayi tersebut diduga hasil hubungan gelap dan dibuang pelaku di kali Enakter.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang kepada Timor Express, Sabtu (23/3) menjelaskan, penemuan mayat bayi, dilaporkan, Sabtu (23/3) sekira pukul 08.00. Padahal, kejadian penemuan mayat bayi terjadi, Kamis (21/3) sekira pukul 22.00.

Sejumlah saksi yang mengetahui penemuan mayat bayi diantaranya,  Januarius Noeng, Agustinus Mare dan Adrianus Adik. Ketiga saksi berasal dari Enakter Desa Ilinmedo Kecamatan Waiblama. Sementara pelaku hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan.

“Mayat bayi yang ditemukan  Januarius di kali Enakter baru dilaporkan, Sabtu (23/3) di pospol Talibura. Padahal, kejadiannya sejak Kamis (21/3). Hingga saat ini pelaku pembuang bayi tersebut masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Rickson menambahkan, Sabtu sekira pukul 04.00, Januarius dalam perjalanan pulang memancing ikan di kali Enakter Desa Ilinmedo, mengarahkan nyala senter ke kali,  tepat mengenai mayat bayi dalam keadaan terapung. Melihat mayat bayi terapung, Januarius melapor kepada  Agustinus Mare dan Adrianus Adik. Atas laporan itu, Agustinus Mare langsung melaporkan penemuan bayi tersebut ke pospol Talibura.

“Penemuan mayat bayi tersebut berawal dilaporkan Januarius kepada  kedua warga, Agustinus Mare dan   Adrianus Adik. Atas laporan itu  Agustinus Mare langsung melaporkan kepada Kapospol Talibura,” ungkap Rickson.

Ia menduga, bayi tersebut dilahirkan dua atau tiga hari sebelumnya. Karena saat ditemukan, kondisi mayat bayi dalam keadaan membengkak dan mengeluarkan aroma busuk. Saat ditemukan, bayi itu masih melekat dengan ari-ari.

“Saat ditemukan mayat bayi itu masih terdapat ari-ari pada tubuhnya. Diduga, bayi tidak berdosa itu dilahirkan dua atau tiga hari sebelumnya,” ujar Rickson.

Pelaku kata Rickson, diduga kuat membuang bayi setelah melahirkan dan diduga bayi tersebut adalah hasil hubungan gelap atau diluar nikah, sehingga pelaku takut dan malu, akhirnya membunuh bayi dan membuangnya di kali.

“Bayi itu diduga dibuang setelah melahirkan dan diduga korban adalah hasil hubungan gelap atau diluar nikah, sehingga pelaku takut dan membuang bayinya ke kali,” tandas Rickson.

Setelah dilakukan oleh TKP oleh tim Identifikasi Polres Sikka, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Tanarawa untuk dilakukan visum. Usai visum, mayat bayi tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kecamatan Waiblama dan diterima Camat Waiblama, Antonius Jabo Liwu dan Pj Kepala Desa Ilinmedo, Yoseph Puje untuk dilakukan pemakaman di lokasi tanah Pemkab Sikka di Kecamatan  Waiblama.

“Korban dibawa ke Puskesmas Tanarawa untuk dilakukan visum luar  dan kemudian diserahkan kepada pemerintahan kecamatan untuk dimakamkan di lokasi tanah pemkab yang ada di Kecamatan Waiblama,” jelas Rickson.

Aparat kepolisian yang melakukan olah TKP lanjut Rickson, diantaranya tim Identifikasi Polres Sikka yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Hefri Dwi Irawan, Kapolsek Waigete, Iptu Siprianus Raja dan Paur Identifikasi Polres Sikka, Aipda David Daud Djeradu.

Saat Agustinus Mare melaporkan, penyidik membuat laporan polisi dengan nomor: LP/09/III/2019/NTT/Res Sikka/Sek Waigete, tanggal 23 Maret 2019. Hingga saat ini, pelaku pembuang bayi masih dalam proses penyelidikan Polsek Waigete.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat, polisi langsung membuat laporan polisi dan pelaku masih dalam proses penyelidikan Polsek Waigete dan Polres Sikka,” ungkap Rickson. (kr5/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!