Jefrianus Fahik Terancam 20 Tahun Penjara – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Jefrianus Fahik Terancam 20 Tahun Penjara

Kasus Penikaman Mario Bere

Rishian Budhiaswanto

KEFAMENANU, TIMEX – Jefrianus Fahik, tersangka kasus penikaman terhadap Mario Krisandi Seven Bere alias Mario Bere, warga Haliren Kabupaten Belu yang terjadi di KM 7 jurusan Kupang Kelurahan Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu, terancam hukuman 20 tahun penjara.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada Timor Express, Senin (25/3) menuturkan, pelaku penikaman mahasiswa Unimor yang mengakibatkan salah satunya meninggal dunia diancam hukuman pidana 20 tahun penjara.

Pasal yang disangkakan terhadap pelaku penikaman yakni Pasal 340 sub Pasal 338, sub Pasal 351 ayat (3), Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Pelaku penikaman diancam dengan pidana penjara paling lama 20 tahun. Pelaku disangkakan dengan Pasal 340, sub Pasal 338, sub Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres TTU terhadap sejumlah saksi dan pelaku, motif terjadinya penikaman hanya karena ada ketersinggungan antara kedua belah pihak.

Sesuai kronologi kejadian, saat hendak diadakan rapat bersama untuk mengaktifkan kembali ormas Himpunan Mahasiswa Belu (HMB), tersangka tidak diberitahukan. Akibatnya, tersangka marah dan terjadilah pertengkaran hebat antara pelaku dan korban hingga terjadi kasus penikaman.

“Karena tersangka tidak diberitahukan untuk hadir sehingga marah dan terjadilah pertengkaran dan penikaman yang mengakibatkan salah satu mahasiswa meninggal dunia,” jelasnya.

Sebelumnya, dinamika perebutan kursi kepemimpinan ormas HMB oleh mahasiswa asal Kabupaten Belu berujung menelan korban. Jumat (22/3) malam, Mario Krisandi Seven Bere, warga Haliren Kabupaten Belu tewas ditikam Jefrianus Fahik, warga Tasifeto Barat Kabupaten Belu.

Keluarga juga menuntut agar pelaku pembunuhan dihukum setimpal perbuatannya. Pasalnya, kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal setelah menjalani perawatan medis di RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua, Sabtu (23/3), merupakan perbuatan keji dan sangat mengiris perasaan keluarga korban.

“Kami sangat kecewa bahkan prihatin dengan perbuatan pelaku. Masa bunuh anak kami seperti  hewan saja. Tikam di jantung dan di perut sampai ususnya keluar. Ini kan perbuatan keji dan sangat tidak manusiawi. Karena itu kami minta aparat penegak hukum untuk menghukum pelaku seberat- beratnya setimpal dengan perbuatannya,” tegas ayah korban, Marselinus Bere Bau. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!