PMII dan AMM Serukan Pemilu Damai – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

PMII dan AMM Serukan Pemilu Damai

KUPANG, TIMEX-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang dan Angkatan Muda Muhammadiyah NTT menyerukan pemilu yang damai dan bermartabat di Provinsi NTT.

Ketua Umum PMII Cabang Kupang, Hasnu Ibrahim kepada Timor Expres, Kamis (28/3) mengatakan, Pemilu 2019 merupakan peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, ini merupakan pemilu serentak pertama di negara dengan 34 provinsi ini.

Selain itu, pemilu kali ini juga dinilai sebagai pemilu yang rumit dan sulit. Pemilu pada 17 April 2019 nanti, terdapat lima jenis surat suara, yakni paslon capres-cawapres, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Bagi PMII Kupang, ini suatu hal yang baru dan bersejarah bagi pertumbuhan demokrasi Indonesia menuju ke arah yang lebih baik,” kata Hasnu.

Untuk itu, PMII Kupang mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia khususnya masyarakat NTT, baik pemilih pemula, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum agar saling bahu-membahu menyukseskan pemilu serentak 2019.

Agar langkah di atas akan mencapai pada hal substansinilai (value), maka PMII Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat, demi mendorong pertumbuhan indeks demokrasi ke arah yang lebih baik. Hal yang dapat dilakukan oleh pemuda mahasiswa, yakni mendorong masyarakat umum untuk tidak golput.

Hasnu tambahkan, PMII mendorong para calon yang berkontestasi agar betul-betul memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan golongan. Pemuda mahasiswa agar menjadi sublimator dan creator dalam memberikan pendidikan politik kepada publik, bagaimana memilih calon.

“Ikut mendorong agar memilih calon presiden dan wakil presiden serta legislatif yang memiliki kualitas, bersih, dan berkomitmen memperjuangkan nasib masyarakat NTT,” papar dia.

Pendidikan politik yang didengungkan oleh para pemuda mahasiswa, agar sekiranya masyarakat NTT dapat memilih berdasarkan prestasi dan kualitas calon, serta tidak tergoda dengan politik uang, SARA, hoax dan kampanye hitam lainnya.

PMII secara kelembagaan menyambut pesta demokrasi 2019 secara antusias, karena bagi PMII, pesta demokrasi 2019 selain merayakan peristiwa bersejarah dan baru bagi bangsa Indonesia, juga suatu peristiwa bersejarah dan baru bagi PMII. Karena pada 17 April 2019, bertepatan dengan Hari Lahir (HARLA) ke-59 PMII.

Dia kembali mengajak seluruh anggota dan kader serta masyarakat agar berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing serta anti golput, mendukung pemilu damai, tolak hoax dan kampanye hitam.

“Sehingga pemilu 2019 dapat berjalan secara efektif, aman, damai, harmonis, langsung, umum, bebas dan rahasia sesuai tujuan dan amanat konstitusi,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Muhammad Saleh dari Angkatan Muda Muhammadiyah NTT. Kepada koran ini, Saleh katakan, tensi politik sudah mulai merangkak naik. Para kontestan mulai dari caleg, capres dan cawapres serta partai politik. Masyarakat pendukung diharapkan tidak terbawa emosi dan bisa menciptakan kontestasi yang cerdas. Dimana bisa membudayakan politik yang santun, yaitu menciptakan rasa aman dan damai dengan mengedepankan akhlakul kharimah, bermoral dan beretika lalu memberantas money politik, isu SARA yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Politik yang aman dan damai merupakan gambaran demokrasi yang sesungguhnya. Bila rasa aman dan damai tercipta maka akan memberi kontribusi yang baik terhadap negara. Demokrasi akan runtuh bila tidak diikuti politikyang santun yaitu menimbulkanrasa aman dan damai, fenomena pembunuhan karakter antar paslon maupun antar partai politik terlihat jelas dalam pertarungan politik dan ini sudah menjadi momok di negara kita. Sebagai generasi milenial yang peduli akan nasib bangsa bisa melawan itu semua dengan cara menciptakan nuansa politik yang bermartabat sehingga rasa aman dan damai tewujud.

Saleh katakan, bangsa Indonesia terkenal memiliki peradaban dengan beragam budaya dan norma-norma kesantunan. Para leluhur maupun agama sudah mengajarkan kesantunan dalam berbagai aspek. Sehingga bisa melahirkan rasa aman dan damai dalam kehidupan, sehingga rasa ketersinggungan kepada sesama kontestan di dunia politik bisa dihindari.

Dia akui, pileg dan pilpres merupakan pertarungan kepentingan dengan embel-embel berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Namun kadang para kontestan lupa bahwa menciptakan politik yang aman dan damai sangat penting, lalu mengabaikannya dan lahirlah politik yang amburadul mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

Menurut dia, meski medan politik keras, rumit dan saling sikut dalam merebut kekuasaan, namun bukan berarti berpolitik menciptakan rasa aman dan damai tidak bisa dilakukan. Para kontestan harus tetap menyakinkan hati masyarakat untuk memilihnya tanpa harus meninggalkan poitik santun, yaitu menciptakan rasa aman dan damai. “Jangan jadikan rasa aman dan damai sebagai topeng untuk mendulang dukungan konstituen,” kritiknya.

Dia pun mengajak masyarakat yang memiliki hal pilih memanfaatkan kesempatan lima tahunan ini untuk menyalurkan hak pilihnya pada 17 April nanti. Masyarakat, terutama kaum muda agar menjadi pelopor anti golongan putih atau golput.(cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!