Ke Yang Besuk Selalu Pamer, Aku Sekarang Jenderal Bintang Lima – Timor Express

Timor Express

SELEBRITA

Ke Yang Besuk Selalu Pamer, Aku Sekarang Jenderal Bintang Lima

Butet Kartaredjasa setelah Pulih dari Serangan Jantung saat Pentas

Kata sang istri, seniman Butet Kartaredjasa termasuk susah diatur soal makanan. Lima hari dirawat di rumah sakit, bulan depan sudah dijadwalkan tampil lagi.
 
AGAS PUTRA HARTANTO, Jakarta

DARI tempatnya berbaring, Butet Kartaredjasa pamer kepada Sujiwo Tejo. “Ring di jantung ada lima. Jadi, sekarang aku jenderal bintang lima,” katanya, lalu tersenyum.

Tentu saja Sujiwo Tejo terpingkal mendengarnya. Begitu pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat menjenguk seniman serbabisa itu di kesempatan yang berbeda.

“Semua yang datang menjenguk dipameri,” kata Giras Basuwondo, anak sulung Butet, menceritakan polah sang bapak selama dirawat di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta Pusat, kepada Jawa Pos.

Total lima hari aktor teater, pemeran film, dan pelakon televisi itu mondok di RS St Carolus. Penyakit jantungnya kambuh saat dia pentas di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat malam (22/3). Butet berperan sebagai Semar dalam lakon Kanjeng Sepuh yang merupakan rangkaian pentas Indonesia Kita.

Jawa Pos dua kali menyambangi aktor yang dimatangkan di Teater Gandrik, Jogjakarta, itu di rumah sakit. Tapi selalu bertepatan dengan saat putra seniman tari Bagong Kussudiardja tersebut beristirahat.

Rabu lalu (27/3) dokter akhirnya memperbolehkan aktor yang kerap tampil dalam pentas monolog tersebut pulang. Keluarga pun memutuskan untuk langsung membawa Butet balik ke Jogjakarta.
“Masih harus banyak istirahat dulu,” ucap Giras.

Serangan yang dialami pria 57 tahun itu terjadi saat pertunjukan baru berjalan sejam. Ketika adegan Semar muncul dari kuburan, tiba-tiba Butet pingsan. Tubuhnya tergolek lemas, wajahnya pucat.

Suasana di belakang panggung seketika menjadi tegang. Kru dan pemain lain berusaha memberikan pertolongan pertama. Termasuk, Giras yang saat itu berada di sana.

Tim medis yang disiapkan melakukan pertolongan pertama dengan cekatan. Alat bantu pernapasan diberikan untuk meningkatkan kadar oksigen di dalam tubuh Butet.

Perlahan, Butet sadar. “Bapak sempat bilang sama Pak Agus (Noor, sutradara pementasan, Red) masih pengin main,” kata Giras.
Agus, seperti dikutip dari unggahan Instagram-nya, awalnya melarang. Bagian penutup yang menampilkan Semar pun diubah.
Namun, detik-detik menjelang bagian akhir, Butet meminta untuk tetap tampil. Agus akhirnya mengizinkan Butet meski harus deg-degan di samping panggung. Namun, Butet akhirnya bisa menuntaskan perannya. Penonton saat itu bahkan tidak tahu bahwa Butet baru saja pingsan. “Yang saya saksikan, energi seorang ’aktor tua’ yang luar biasa. Tenaga sukmanya muncul menghidupkan peran Semar, suaranya tak terdengar capek atau kelelahan,” tulis Agus di Instagram-nya.

Awalnya, Butet mengira asam lambungnya naik. Ternyata, dokter memberikan kesimpulan lain. Pemeran jongos Sentilun dalam acara Republik Sentilan Sentilun itu mengalami serangan jantung. Untung, Butet segera dirujuk ke rumah sakit.
“Kalau telat sedikit, mungkin bisa bablas,” terang Rulyani Isfihana, sang istri, yang ditemui Jawa Pos di rumah sakit.

Malam itu Butet langsung dirawat di ruang High Care Unit (HCU) Damianus. Satu kelas di bawah intensive care unit (ICU). Tim dokter kemudian melakukan observasi.

Hasilnya, ditemukan penyumbatan darah di jantung Butet gara-gara penyempitan pembuluh koroner. Untuk membuka pembuluh darah tersebut, tim dokter memutuskan untuk memasang ring jantung.

Beberapa jam setelah di rumah sakit, sekitar pukul 03.00, Butet menelepon Ruly. Dia memberitahukan kondisinya itu kepada sang istri yang masih berada di Jogja. “Dia (Butet, Red) bilang, ’Bu, aku masuk rumah sakit,” kata Ruly.

Sontak, sang istri kaget. Butet lantas menjelaskan kepada Ruly kronologi kejadian dan sebabnya secara singkat. Selesai salat Subuh, perempuan yang akrab disapa Bu Ageng itu berkemas untuk kemudian bertolak ke Jakarta.

Rabu pagi Butet menjalani operasi pemasangan ring jantung. Empat ring dipasang. Satu di pembuluh jantung kiri dan tiga lainnya di kanan.

Praktis, ada lima ring yang kini tertanam di jantungnya. “Dulu, 2010, pernah pasang satu ring di pembuluh jantung kiri,” tutur Giras.
Saat operasi berlangsung, Ruly belum tiba. Hanya Giras dan Galuh Paskamagma, si bungsu, yang berjaga di ruang tunggu.

Ruly baru tiba di Jakarta siang. Saat itu Butet baru saja selesai dioperasi. Perempuan 59 tahun tersebut menuturkan, suaminya sudah divonis dokter mengidap penyakit jantung pada 2009.

Bukan hanya itu, Butet yang kerap berkolaborasi dengan sang adik, musisi Djaduk Ferianto, juga memiliki riwayat diabetes. Tak ayal, pemulihan luka operasi membutuhkan waktu yang agak lama.

Pola hidup yang tidak sehat diakui Ruly sebagai pemicu. “Karena ngerokok dan makan ngawur,” jelas ibu tiga anak tersebut.
Menurut dia, Butet juga termasuk orang yang ngeyel. Susah diatur soal makanan. “Pokoknya, makan itu njaluke enak,” celetuk dia.
Makan di rumah harus enak, jajan di luar pun kudu enak. Padahal, sejak Butet divonis 10 tahun lalu, dokter sudah memberikan pantangan soal makanan. Butet diminta untuk berhenti merokok, mengurangi lemak, dan harus berolahraga. Minggu siang (24/3) Butet akhirnya diperbolehkan oleh dokter untuk pindah dari ruang HCU ke ruang rawat biasa.

Ucapan simpati dari kawan dan kolega terus berdatangan. Di antaranya, aktris Happy Salma yang mengirimkan karangan bunga. Aktris Olga Lydia dan sutradara Hanung Bramantyo juga turut membesuk.

Namun, tidak semua orang boleh menemui Butet. Keluarga membatasi lantaran penulis buku Presiden Guyonan itu butuh waktu istirahat yang lebih banyak untuk pemulihan.

Senin (25/3) Butet mulai menjalani latihan berjalan. Ruly dengan telaten menemaninya. Kondisi Butet juga mulai stabil. Namun, untuk memperbolehkan Butet pulang, dokter masih harus memantau hingga 1 x 24 jam. Akhirnya, setelah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, Rabu pagi aktor yang turut berperan dalam film anak-anak Petualangan Sherina itu diperbolehkan pulang.

Meski sakit, Butet selalu menemukan cara untuk menertawakan keadaan. “Jenderal bintang lima” itu salah satunya. Selain itu, semangatnya untuk berpentas tak pernah surut. Pada 8-9 April mendatang dia dijadwalkan kembali manggung.

“Ada acara sanggar padepokan di Jogja. Makanya, harus terus diawasi supaya lekas pulih kembali. Mohon doanya,” tutur Ruly. (*/c11/ttg/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!