Timor Express

EKONOMI

Bank NTT Dapat Kuota 564 Unit Rumah

JABAT TANGAN. Plt. Dirut Bank NTT, Absalom Sine memberikan plakat kepada Budi Hartono selaku Dirut PPDPP Ditjen Pembiayaan Perumahan KemenPUPR usai pembukaan Bank NTT-REI Expo di Lippo Plaza Kupang, Selasa (2/4).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Pembiayaan KPR dengan Skema FLPP

KUPANG, TIMEX – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT atau Bank NTT merupakan satu dari 25 bank penyalur dana Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun anggaran 2019.
Budi Hartono selaku Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menyebutkan, sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan PPDPP beberapa waktu lalu, Bank NTT di tahun anggaran 2019 mendapatkan kuota penyaluran dana FLPP untuk pembiayaan 564 unit rumah.

“Sampai dengan saat ini dana FLPP sudah membiayai lebih dari 600 ribu keluarga yang tersebar di seluruh pelosok Indoneisa. Dan Bank NTT merupakan salah satu bank penyalur dana KPR FLPP. Di tahun anggaran 2019, Bank NTT mendapatkan kuota 564 unit rumah,” sebut Budi Hartono saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Bank NTT-REI Expo di Lippo Plaza Kupang, Selasa (2/4).

Dari kuota yang ditetapkan tersebut, menurut Budi, Bank NTT sampai dengan saat ini sudah merealisasi pembiayaan KPR FLPP sekitar 15 persen. Untuk itu, dia berharap Bank NTT terus berusaha agar kuota yang diberikan di tahun anggaran 2019 bisa tercapai.

“Setiap bank pelaksana yang menandatangani PKO dengan PPDPP selalu dievaluasi. . Bank yang dianggap tidak maksimal menyalurkan FLPP akan langsung dialihkan kuotanya ke bank pelaksana yang potensinya lebih besar. Jika realisasi penyaluran FLPP tidak mencapai angka minimal, maka akan dipangkasTahun 2018 ada 43 bank pelaksana, tahun 2019 ada yang dipangkas sehingga tinggal 25 bank,” jelasnya.

Budi menambahkan, saat ini pemerintah pusat masih berhadapan dengan persoalan backlog perumahan (kesenjangan antara jumlah rumah yang terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan). Persoalan ini juga dihadapi oleh Pemerintah Provinsi NTT karena angka backlog di NTT juga masih tinggi. Untuk itu, semua pihak termasuk developer dan perbankan harus bahu-membahu untuk menekan angka backlog.

“Angka backlog sebagaimana disebutkan Ketua DPD REI NTT, Pak Bobby Pitoby yakni 90-an ribu unit rumah. Ini tugas bersama kita agar dari waktu ke waktu angka backlog semakin berkurang,” katanya.

“Ada banyak program pemerintah untuk menekan angka backlog. Salah satunya adalah program pembangunan sejuta rumah. Namun sukses tidaknya program ini sangat tergantung dari pemda dan seluruh stakeholder di tiap-tiap daerah. Jadi kami sangat mengapresiasi adanya pelaksanaan expo semacam ini,” sambung Budi.

Di tahun 2019, menurut Budi, target perumahan yang dibangun bukan lagi 1 juta unit, tetapi sudah dinaikan menjadi 1.250.000 unit. Pasalnya target 1 juta unit rumah di tahun 2018 sudah terlewati dengan capaian sebanyak 1.132.000 unit. Oleh karena adanya peningkatan target pembangunan rumah, anggaran untuk KPR FLPP juga dinaikkan.

“Tahun 2018 anggaranya FLPP Rp 5,1 triliun untuk membiayai 58 ribu unit rumah. Tahun ini anggarannya dinaikkan menjadi Rp 7,1 triliun untuk membiayai 68.858 unit rumah,” terang Budi.

Sementara Plt. Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Absalom Sine kepada Timor Express mengaku optimis bisa mencapai target pembiayaan perumahan sesuai kuota yang telah ditetapkan bersama PPDPP.

“Tahun lalu kami mencapai target makanya tahun ini diberikan kesempatan lagi oleh PPDPP untuk menyalurkan dana KPR FLPP,” kata Absalom yang juga menjabat sebagai Direktur Pemaasaran Kredit Bank NTT.

Menurut Absalom, rekan-rekannya di Divisi Pemasaran dan di Kantor Cabang (khususnya yang ada developer) selalu melakukan sosialisasi ke berbagai instansi terkait pembiayaan perumahan dengan skema FLPP.

“Jadi kami optimis bisa mencapai kuota yang diberikan untuk tahun ini. Biasanya di triwulan pertama, penyerapannya masih sedikit. Setelah expo atau di triwulan III, penyerapannya semakin banyak. Makanya, lebih banyak expo tentu potensi penyaluran KPR FLPP bisa lebih tinggi,” ungkapnya. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!