Timor Express

RAKYAT TIMOR

Ganti Pancasila Berhadapan dengan Rakyat

KONVOI. Kapolres TTS dan anggota, Dandim 1621/TTS dan anggota serta Bupati TTS, konvoi di dalam Kota SoE kampanyekan safety reading,

YOPI TAPENU/TIMEX

Polres TTS Gelar Safety Reading

SOE, TIMEX – Polres TTS menggelar safety reading dengan tema, Merajut Bhinneka Tunggal Ika, Bersatu Dalam NKRI. Kegiatan diikuti Bupati TTS, Egusem Tahun, Bawaslu TTS, KPU TTS, Kodim 1621/TTS dan sejumlah masyarakat Kabupaten TTS, Rabu (3/4).

Usai konvoi bersama dalam Kota SoE, Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto kepada wartawan mengatakan, kegiatan safety reading digelar dengan tujuan sosialisasikan keselamatan berkendara di jalan raya. Momen itu dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat sukseskan Pemilu, 17 April mendatang.

Ia mengatakan, perbedaan politik merupakan hak masyarakat yang tidak bisa dilarang oleh siapa pun. Dalam perbedaan pilihan itu, bukan berarti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan diubah dengan faham-faham tertentu. Karena itu, jika terdapat pihak-pihak yang berupaya mengganti faham-faham dasar negara yaitu Pancasila, maka akan berhadapan dengan seluruh rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, pihak-pihak yang berupaya mengubah NKRI akan berhadapan juga dengan TNI dan Polri sebagai benteng terakhir NKRI.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak masyarakat pengendara untuk menjaga keselamatan saat berkendara dan juga mengajak seluruh masyarakat TTS untuk sukseskan Pemilu, 17 April nanti,” terang Totok.

Dia mengatakan, TNI dan Polri menjamin keamanan pelaksanaan Pemilu, sehingga masyarakat tidak perlu takut mendatangani TPS guna memberikan hak politiknya. Perbedaan pilihan patut dirajut, karena beda pilihan merupakan seni dalam berdemokrasi. Namun yang terpenting, tetap satu dalam NKRI guna saling bergandengan tangan untuk membangun NKRI.

“Acara hari ini selain sosialisasikan safety reading, juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dalam rangka pelaksanaan Pemilu. Juga, menggelar panggung hiburan kepada masyarakat dan makan bersama,” katanya.

Sementara itu, Bupati TTS, Egusem Tahun pada kesempatan itu mengimbau seluruh masyarakat TTS untuk meluangkan waktu satu hari yaitu tanggal 17 April untuk memberikan hak politiknya. Pemberian hak politik sangat berdampak untuk pembangunan NKRI lima tahun ke depan. Untuk itu, jika masyarakat tidak meluangkan waktu untuk memberikan hak politik yang diberikan negara, maka sangat disayangkan karena tidak ikut menentukan kemana arah pembangunan NKRI lima tahun mendatang.

“Saya berharap supaya masyarakat ikut memelihara situasi keamanan di kampung masing-masing, sehingga pelaksanaan Pemilu dapat berjalan lancar dan aman,” pesannya.

Komisioner Bawaslu TTS, Demetris Pitay juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita yang tidak jelas sumbernya. Karena jika berita beredar tanpa sumber terpercaya, maka itu saja penyebaran berita hoax oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, setiap berita yang berkembang patut diverifikasi kebenaran dan sumbernya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menerima uang dari caleg. Pasalnya jika masyarakat menerima uang, dapat dihukum karena menerima uang atau barang dari caleg.

“Kalau ada yang kasi uang, terima dan bawa ke Bawaslu untuk kami proses hukum,” tegas Demetris. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!