Primus Naben dan Pengawas Lapangan Jadi Tersangka – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Primus Naben dan Pengawas Lapangan Jadi Tersangka

Pembangunan Embung di Desa Nimasi

KEFAMENANU, TIMEX – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Primus Naben dan konsultan pengawas ditetapkan sebagai tersangka baru oleh penyidik Satreskrim Polres TTU dalam dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Nimasi Kecamatan Bikomi Nilulat yang dikerjakan CV Sarana Sukses tahun 2016, dengan pagu anggaran sebesar Rp 800 juta.

Penetapan tersangka terhadap PPK dan konsultan pengawas dalam pekerjaan item proyek dari Dinas PUPR Kabupaten TTU, lantaran kedua pihak memiliki keterlibatan dalam pembangunan embung yang menimbulkan adanya kerugian negara sebesar Rp 200 juta lebih.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Ricky Dally kepada Timor Express, Senin (1/4) menuturkan, penyidik Satreskrim Polres TTU Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) telah melengkapi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari TTU dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Nimasi Kecamatan Bikomi Nilulat yang termaktub dalam P19 JPU.

Dikatakan, sesuai petunjuk JPU, pihaknya telah melengkapi berkas perkara dengan menetapkan sebanyak tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung, diantaranya kontraktor pelaksana CV Sarana Sukses, Edwan Bitin Berek, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Primus Naben dan konsultan pengawas.

“Sudah tiga tersangka yang ditetapkan oleh penyidik Satreskrim Polres TTU dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung di Desa Nimasi,” tutur Ricky.

Menurutnya, sesuai dengan ketentuan undang-undang, penyidik Satreskrim Polres TTU akan kembali melakukan pelimpahan tahap dua (P21) dalam jangka waktu 14 hari terhitung sejak dilakukan P19 oleh JPU. Karena itu, pihaknya telah melengkapi petunjuk JPU dan akan segera dilakukan P21 dalam waktu dekat.

Besar kemungkinan, masih akan ada lagi penetapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pembangunan embung. Pasalnya, banyak pihak yang memiliki peran aktif dan tanggung jawab dalam proyek tersebut belum tersentuh hukum.

“Secepatnya kita akan lakukan tahap dua. Kasus ini juga masih berpeluang ada tersangka baru karena banyak pihak belum kita periksa,” tambah Ricky.

Terkait keberadaan ketiga tersangka, kata Ricky, sejauh ini ketiga tersangka masih sangat kooperatif, sehingga penyidik tidak melakukan penahanan. Sementara untuk kontraktor pelaksana sebelumnya sudah ditahan di tahanan Polres TTU, namun diajukan penangguhan penahanan oleh keluarga dan istri korban.

Namun demikian, saat melakukan pelimpahan tahap dua, penyidik akan melimpahkan berkas perkara dan sejumlah alat bukti lainnya bersama tersangka kepada JPU untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

“Ketiga tersangka saat ini tidak ditahan. Namun saat P21, kita akan limpahkan berkas perkara, alat bukti dan juga ketiga tersangka tersebut kepada JPU untuk dilanjutkan proses hukumnya,” jelasnya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!