64 TPS di TTU Rawan Konflik – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

64 TPS di TTU Rawan Konflik

Kapolres Terapkan Pola Pengamanan 212

KEFAMENANU, TIMEX – Sebanyak 64 tempat pemungutan suara (TPS) dari total jumlah TPS di Kabupaten TTU sebanyak 705 TPS dikategorikan sebagai TPS rawan oleh Polres TTU. Pemetaan terhadap kerawanan setiap TPS berdasarkan data yang dihimpun Sat Intelkam Polres TTU maupun KPU TTU.

Sesuai data yang berhasil dihimpun Timor Express dari Polres TTU, sebanyak 320 personel kepolisian disiagakan untuk menjaga keamanan di TPS. Ada juga 30 personel TNI baik itu dari Kodim 1618/TTU, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN dan juga Kompi C Yonif Raider 744/SYB.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada Timor Express, Rabu (4/4) menuturkan, berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari KPU Kabupaten TTU terdapat 705 TPS yang akan digunakan dalam pelaksanaan Pemilu, Rabu (17/4) mendatang.

Dari Data tersebut, pihak kepolisian melakukan identifikasi terhadap tingkat kerawanan dari sejumlah TPS yang menyebar di seluruh Kabupaten TTU, sehingga dapat menentukan pola pengamanan yang baik dan benar.

“Di Kabupaten TTU ada 705 TPS. Dari hasil identifikasi ada 46 TPS yang dikategorikan sebagai TPS rawan konflik, 308 TPS rawan satu dan dan 351 TPS kategori aman,” tuturnya.

Terkait pola pengamanan, TPS yang dikategorikan aman menggunakan pola pengamanan 2-6-12. Yakni, dua petugas kepolisian, enam TPS dan 12 petugas linmas. Untuk TPS rawan satu, pola pengamanan yang akan digunakan 2-4-8. Yakni dua petugas kepolisian, empat TPS dan delapan petugas linmas. Sedangkan untuk TPS rawan konflik menggunakan pola pengamanan 2-1-2, yakni dua petugas kepolisian, satu TPS dan dibantu dua petugas linmas.

Menurutnya, pola pengamanan yang dibentuk atas hasil identifikasi titik kerawanan dari sejumlah TPS yang ada di Kabupaten TTU baik itu dari aspek politik sosial maupun budaya dari masyarakat setempat.

“Hasil pemetaan titik kerawanan tersebut dilihat dari jumlah penduduknya dan letak geografis TPS tersebut. Terutama kondisi wilayah dan peta kekuatan politik,” tambahnya.

Rishian menjelaskan, TPS yang dikategorikan rawan konflik hampir menyebar di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten TTU, terutama TPS yang berada di daerah terpencil dan terisolir yang memiliki histori konflik.

Ada juga beberapa TPS yang dikategorikan rawan konflik terdapat di wilayah Kecamatan Kota Kefamenanu. Pasalnya, terdapat beberapa TPS yang memiliki histori konflik sekaligus dilihat dari aspek pemetaan politik.

“TPS yang rawan konflik itu ada juga sebagian terdapat di Kota Kefamenanu. Namun mayoritas menyebar di seluruh kecamatan. Sangat rawan itu TPS yang berada di daerah terpencil,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten TTU agar mendatangi TPS untuk menentukan pilihan politik sesuai dengan pilihan nurani tanpa adanya paksaan maupun tekanan dari pihak manapun, sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan bangsa ke depan.

Terkait keamanan di TPS, ia menjamin tidak akan ada konflik apabila seluruh masyarakat memilih sesuai dengan pilihan nurani. Kehadiran polisi di TPS diharapkan dapat menjamin keamanan jalanya tahapan Pemilu.

“Dalam proses Pemilu, mari kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Pilihan politik boleh berbeda tetapi kita harus satu tujuan untuk membangun bangsa ini,” pintanya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!