KEFAMENANU – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

KEFAMENANU

Caleg Gerindra Diadukan ke Bawaslu

CALEG dari daerah pemilihan TTU II dari Partai Gerindra, Kristo Haki diadukan ke Bawaslu Kabupaten TTU. Pasalnya, Kristo diduga menjanjikan bantuan rumah bagi masyarakat jika nanti dirinya terpilih menjadi salah seorang anggota DPRD Kabupaten TTU, saat menggelar kampanye terbatas di Desa Oesoko Kecamatan Insana Utara, Jumat (22/3) lalu.

Ketua Bawaslu Kabupaten TTU, Martinus Kolo kepada Timor Express, Senin (1/4) membenarkan adanya pengaduan masyarakat terkait adanya caleg di daerah pemilihan TTU II dari Partai Gerindra melakukan pelanggaran kampanye.

Dikatakan, pelanggaran kampanye yang dilakukan Martinus Kolo, lantaran menjanjikan bantuan rumah jika nantinya terpilih menjadi salah satu anggota DPRD Kabupaten TTU.

“Benar ada laporan dari masyarakat bahwa ada caleg yang diduga menjanjikan untuk memberikan bantuan rumah,” tuturnya.

Martinus menambahkan, pengaduan masyarakat telah diterima pihaknya, Rabu (27/3) lalu, namun karena masih ada syarat materiil yang belum lengkap sehingga baru dilakukan registrasi, Jumat (29/3).

Laporan tersebut telah dibahas bersama Bawaslu pada Setra Gakkumdu yang kemudian hasilnya merekomendasikan untuk ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap para pihak.

“Caleg yang bersangkutan mengumpulkan KTP dan KK. Tentu ini dugaan jadi kita akan telusuri melalui klarifikasi dari para pihak baik kepada saksi, pelapor dan terlapor,” jelasnya.

Terkait dengan saksi, Martinus menjelaskan, apabila caleg yang bersangkutan terbukti memberikan janji politik kepada masyarakat, maka terancam pidana dua tahun penjara.

Namun apabila tidak terbukti bersalah, maka laporan masyarakat terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan caleg dengan menjanjikan bantuan rumah itu akan dihentikan.

“Kalau terbukti sanksinya pidana penjara dua tahun dan denda Rp 24 juta. Kalau tidak terbukti, maka kita akan hentikan proses kasus ini,” katanya.

Terpisah, Kristo Haki ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler membantah adanya laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan dirinya dengan menjanjikan bantuan rumah kepada masyarakat di wilayah daerah pemilihan TTU II.

Menurut Kristo, kehadiran dirinya di Desa Oesoko dan Desa Oekolo Kecamatan Insana Utara kala itu melaksanakan reses sebagai salah satu tugas pokok dirinya selaku anggota DPRD dan tidak melakukan kampanye. Sehingga apa yang dilaporkan masyarakat itu tidak benar.

“Saya ke sana waktu itu untuk reses dan bukan kampanye. Saya ke sana sebagai anggota DPRD TTU bukan sebagai calon legislatif DPRD TTU. Ini yang harus dipahami,” bantah Kristo.

Terkait dengan janji bantuan rumah, Kristo menjelaskan, saat melakukan dialog bersama masyarakat, timbul pertanyaan dari warga setempat terkait adanya bantuan perumahan dari Kementerian PUPR di beberapa desa yang ada di Kabupaten TTU.

Pihaknya menanggapi pertanyaan masyarakat dengan memberikan gambaran terkait prosedur mendapatkan bantuan dan menyarankan kepada pemerintah di tingkat desa untuk membuat proposal ke Kementerian PUPR.

“Saat dialog masyarakat tanya terkait bantuan perumahan dari Kementerian PUPR, sehingga saya menjelaskan terkait prosedurnya dan saya tidak menjanjikan untuk memberikan bantuan rumah karena partai tidak ada uang,” jelasnya.

Kristo menegaskan, apa yang dilaporkan masyarakat terkait adanya janji politik untuk memberikan bantuan rumah bagi masyarakat, tidak benar. Laporan masyarakat itu diduga kuat dimainkan oleh lawan politik untuk menjatuhkan elektabilitasnya.

“Ini hanya permainan dari lawan politik saja. Saya tegaskan bahwa apa yang dilaporkan oleh masyarakat itu tidak benar dan tidak sesuai dengan kenyataan,” tegasnya. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!