Timor Express

HUKUM

Marianus Thalo Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Korupsi Dana Pemberdayaan di Sabu Raijua

KUPANG, TIMEX – Marianus Martinus Raja Thalo selaku Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sabu Raijua dan juga mantan Camat Hawu Mehara dituntut pidana penjara selama 6 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabu Raijua atas perkara dugaan tindakan pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan Bibit Ayam Buras, Pengadaan Pakan, dan Pengadaan Vaksin di Kecamatan Hawu Mehara.

Tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan pengadaan Bibit Ayam Buras, Pengadaan Pakan, dan Pengadaan Vaksin di Kecamatan Hawu Mehara di Desa Gurimonearu, Desa Daieko, Desa Molie, Desa Tanajawa, dan Desa Lobohede yang bersumber dari Dana Pemberdayaan Kabupaten Sabu Raijua Tahun Anggaran 2014.

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan JPU tersebut berlangsung di ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (4/4).

Tuntutan yang dibacakan oleh JPU Ida Made Oka Wijaya, S.H., didampingi Hasbullah, S.H., menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Secara bersama-sama melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebagaimana tersebut dalam dakwaan primair penuntut umum,” kata Ida Made Oka Wijaya yang juga Kasi Pidsus Kejari Sarai itu.

Dikatakan, tuntutan pidana penjara 6 tahun 6 bulan tersebut, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“Terdakwa juga harus membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 224.400.000, jika tidak membayar uang pengganti, selambat-lambatnya 1 bulan sesudah putusan Pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti dan apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 3 bulan,” sebut JPU.

“Menyatakan barang bukti dikembalikan kepada jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Sabu Raijua untuk dipergunakan dalam perkara lain. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,” sambung dia.

Atas pembacaan surat tuntutan dari JPU tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi.

Sidang yang dipimpin Y. Teddy Windiartono, S.H.,M.Hum., sebagai ketua majelis hakim dan Ibnu Kholik, S.H.,M.H dan Drs. Gustap P. Marpaung, S.H., ditunda dan akan dilanjutkan pada Kamis (11/4) mendatang. (mg29/joo)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!