Sisa 1,78 Persen Warga Belum Rekam KTP-E – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Sisa 1,78 Persen Warga Belum Rekam KTP-E

Dirjen Dukcapil Ingatkan Warga Lakukan Perekaman

JAKARTA, TIMEX-Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 tinggal menghitung hari. Meski sudah semakin dekat pelaksanaan Pemilu, masih banyak warga yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-E) termasuk di beberapa wilayah di Provinsi NTT.

Karena kondisi itulah maka Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh angkat bicara. Kepada Timor Express, Sabtu (6/4) menegaskan bahwa agar tidak kehilangan hak pilih, setiap penduduk wajib memiliki kesadaran dan proaktif melakukan perekaman KTP-E di Dinas Dukcapil kabupaten/kota. Jika tidak, maka penduduk tidak bisa memilih dan kehilangan hak pilihnya pada Pemilu serentak nanti.

“KTP-E dan Surat Keterangan (Suket) bagi yang sudah melakukan perekaman KTP-E merupakan syarat wajib untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu serentak nanti. Ini merupakan amanat Undang-undang Pemilu dan putusan MK,” tegas Zudan. Disinggung mengenai banyaknya pemberitaan yang menyorot soal masih ada banyak warga yang belum melakukan perekaman KTP-E dan terancam kehilangan hak pilihnya pada Pemilu serentak nanti, Dirjen Dukcapil Kemendagri tegaskan bahwa berdasarkan database nasional, cakupan nasional perekaman KTP-E sudah mencapai 98,22 persen. Artinya, hanya tersisa 1,78 persen penduduk wajib KTP yang belum memiliki KTP-E di seluruh Indonesia.

Dirinya juga merinci cakupan perekaman KTP-E yang oleh sejumlah pihak dituding masih rendah perekaman KTP-E. Di Jawa Timur, tersisa 0,16 persen atau sekira 49 ribu warga yang belum memiliki KTP-E dan bukan 4 juta jiwa seperti tudingan sejumlah pihak. “Intinya, jumlah warga yang belum merekam KTP-E itu akan terus kami kejar hingga Pemilu nanti. Berdasarkan database kependudukan nasional per Maret 2019 menunjukkan bahwa angka yang lebih tinggi, yaitu dari jumlah warga wajib KTP sebesar 1.821.014 jiwa. Dan yang sudah merekam KTP-E mencapai 92,47 persen atau sebesar 1.683.872 jiwa,” urai Zudan.

Agar tidak terjadi tudingan dan cenderung meresahkan masyarakat, lanjutnya, maka dirinya menegaskan bahwa pihaknya siap menuntaskan sisa perekaman KTP-E secara nasional, termasuk di beberapa daerah yang dituding masih belum mencapai target perekaman. “Hingga hari H pelaksanaan Pemilu, jajaran Dukcapil akan terus melakukan upaya percepatan layanan perekaman KTP-E dengan cara jemput bola di semua tempat seperti di Rutan/Lapas, RS, panti jompo, sekolah dan lain-lain. Untuk wilayah Indonesia Timur Kemendagri bahkan sudah beberapa kali menerjunkan tim pusat untuk membantu percepatan layanan KTP-E,” katanya.

Selain menerapkan sistim jemput bola, Kemendagri juga sudah menginstruksikan agar kabupaten/kota tetap membuka layanan di hari libur atau tanggal merah termasuk hari Sabtu-Minggu. “Kita bahkan sudah membuat surat edaran agar jajaran Dukcapil kabupaten/kota di seluruh Indonesia supaya tetap membuka layanan perekaman KTP-E. Hal ini kita lakukan untuk membantu KPU, peserta Pemilu sekaligus meminta agar masyarakat supaya bisa mengecek keabsahan KTP-E yang dimiliki untuk bisa mememilih,” tutup Zudan. (gat/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!