Timor Express

RAGAM

Sukses Kuliahkan Anak, Bisa Buat Keris dan Samurai

GIGIH DAN TEKUN. Sukti sedang membakar besi dengan menggunakan blower yang ia bawa dari rumah, di Pasar Hewan Selagalas, Selasa (9/4).

LALU MOHAMMAD/LOMBOK POST

Sukti, Tukang Pande Besi Keliling yang Pantang Menyerah

Selalu ada imbalan terbaik, bagi siapa saja yang konsisten dan teguh pada apa yang ia kerjakan. Bahkan dalam pekerjaan sebagai pande besi keliling sekalipun.

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

RODA putar berderit. Menghebus angin kencang dari moncong blower. Bau sangit seketika tercium tajam. Seperti bau tempurung kelapa dengan karet yang dibakar bersama-sama. Benarkah?

“Itu bau ban bekas,” kata Sukti, Pande Besi keliling.

Selasa (9/4), Pande Besi asal Getap itu sedang mangkal di Pasar Hewan Selagalas, Kota Mataram.

Kenapa harus karet? Kata Sukti biar apinya awet menyala. Pria berusia sekitar 60 tahun itu, terus mengayuh roda putar blower dengan tangannya. Menajamkan api agar fokus mengurangi kepulan asap.

Setelah beberapa menit, ia menghentikan putaran roda blower. Mata sabit yang terbenam di dalam bara api ia tarik. Lalu ia olesi dengan ‘ramuan’ khusus.

Maka, begitu ramuan itu membasahi mata sabit yang masih menyimpan bara. Kepulan asap segera tercipta. Aroma khas pun kembali tercium ke sekitar. Setelah didahului dengan suara api yang tersiram air.

Cessss!

“Air garam,” bebernya.

Ya ramuan khusus itu ternyata hanya air garam. Meski begitu, mampu membuat mata sabit dan besi apapun yang ia sepuh, menjadi lebih keras dan padat. Sukti beberapa kali mengulangi itu. Hingga ia yakin, benda itu telah berubah lebih tajam dari sebelumnya.

Pria tua itu terlihat sudah sangat terlatih mengerjakan itu. Tahukan anda, sejak kapan Sukti menjadi seorang pande besi keliling?

“Sejak saya masih kecil, saya lupa. Pokoknya saya sangat kecil saat itu,” kisahnya.

Sukti tak mengada-ada. Blower tua yang ia gunakan terlihat sudah karatan tua dan kartan. Bahkan ada bebrapa tungkai blower patah dan harus di las ulang. Blower itulah yang setia menemaninya sejak menjadi seorang pande besi.

“Warisan ayah saya juga,” ungkapnya.

Menjadi tukang pande besi keliling ia bisa memberi layanan service benda tajam saja. Semacam sabut, parang, cangkul, kampak, dan sejenisnya. Maklum alat dan waktu terbatas.

“Sehari bisa dapat Rp 150 ribu sampai paling banyak sekitar Rp 200 ribu,” terangnya.

Setiap pasar tradisional ia kunjungi. Baik di wilayah Kota Mataram, maupun Lombok Barat. Paling Jauh Sukti membuka jasa layanan sepuh besi, sampai pasar tradisional Lembar, Lombok Barat.

Namun walau hanya terlihat kemampuannya sederhana. Melayani sepuh besi dan perbaikan gagang benda tajam. Diam-diam Sukti memiliki kemampuan seorang pande besi sesungguhnya.

“Samurai dan keris, bisa. Tergantung pesanan,” bebernya.

Ini membutikan dalam darahnya mengalir darah seorang pande besi tulen. Di pasar ia bisa saja mengerjakan pekerjaan yang terkesan sederhana dan remeh temeh. Tapi siapa sangka pria dengan suara parau itu mampu menciptakan benda-benda yang hebat.

Bukan hanya bisa membuat samurai dan keris. Sukti juga membuktikan, pekerjaan pande besi sederhana itu telah mengantarkan dirinya dan anak-anaknya pada takdir terbaiknya.

“Saya bisa sekolah dan kuliahkan anak-anak saya,” ujarnya dingin.

Bahkan putrinya yang paling sulung Raudatul Aini yang kini berkuliah di Fakultas Hukum Unram, mampu menorehkan prestasi. Beberapa kali mewakili daerah sebagai atlet pencak silat. Hingga beberapa kali raih juara terbaik.

“Dapat dapat (juara) Emas, pernah juga dapat perak,” ujarnya.

Sayang, siang itu Lombok Post belum beruntung. Bertemu dengan Aini. Padahal biasanya putri sulung Sukti itu, selalu datang mengunjungi ayahnya di pasar. Sekedar untuk pamitan sebelum pergi kuliah atau ke luar ke mana saja.

“Hehe… saya tidak ada bakat (pencak silat), itu bakat dia,” jawabnya, saat ditanya apakah putrinya bisa hebat karena mewarisi ‘DNA’ pande besi di dalam darahnya. (*/r5/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!