Timor Express

NASIONAL

NTT Zona Merah Pemilu

ILUSTRASI MARTEN LADO/TIMEX

 H-5, Logistik Masih Bermasalah

KUPANG, TIMEX – Tinggal lima hari lagi pemungutan suara Pemilu 2019 digelar. Namun, logistik masih bermasalah. Masih ada kekurangan surat suara sekitar 800 ribu. Bawaslu mengkategorikan NTT sebagai zona merah Pemilu.

Kebutuhan logistik Pemilu di NTT untuk lima jenis surat suara yang dibutuhkan sebanyak 17.331.400 surat suara. Namun, terjadi kekurangan dan harus dilengkapi pihak penyelenggara akibat adanya kerusakan sebanyak 808.459 surat suara.

Perinciannya, untuk surat suara Presiden dan Wakil Presiden dibutuhkan sebanyak 3.466.280 surat suara dan masih kurang sebanyak 42.936 surat suara. Sementara surat suata untuk DPD dibutuhkan sebanyak 3.466.280 surat suara dan masih kurang sebanyak 23.687 surat suara.

Selain itu, terdapat kekurangan pada surat suara DPR RI yakni dibutuhkan sebanyak 3.466.280 surat suara dan masih kurang sebanyak 338.537 surat suara.

Untuk DPRD Provinsi yang juga membutuhkan sebanyak 3.466.280 surat suara, masih mengalami kekurang sebanyak 221.021 surat suara. Dan DPRD Kab/Kota membutuhakan 3.466.280 masih kurang 182.278 surat suara.

Terhadap kekurangan ini KPU sedang melakukan percetakan tambahan di Jakarta dan sementara dalam proses pengiriman.

Ketua Bawaslu NTT, Thomas M. Djawa kepada Timor Express usai mengikuti pertemuan Bakohumas lingkup pemerintah provinsi NTT di Hotel Ima Kupang, Kamis (11/4) menjelaskan, pihaknya sebagai pengawas terus mendorong KPU untuk melakukn pendistribusian logistik. Karena menurutnya KPU akan melakukan distribusi tanggal 10 sampai dengan tanggal 15 April, sebenarnya sudah masuk zona merah. Apalagi ditambah dengan kekurangan kertas suara dalam jumlah banyak tersebut.

Dikatakan, sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku, satu hari sebelum pemungutan suara semua logistik sudah berada di tempat pemungutan suara (TPS). Namun, sampai saat ini logistik belum diterima KPU.

Sedangkan logistik yang datang harus disortir lagi lalu didiatribusikan ke semua daerah karena kekurangan logistik ini hampir disemua daerah.

Waktu yang singkat dan topografi NTT yang sulit dijangkau karena daerah kepulauan ini membuat distribusi logistik sudah masuk dalam zona merah. “Kenapa dibilang zona merah karena logistik ini merupakan logistik mutlak. Kalau bilang paku habis kita usahakan tetapi kalau surat suara tidak ada atau kurang, maka akan menimbulakan permasalahan. Sedangkan waktu sudah sangat mepet,” katanya.

Terkait persiapan dari Banwaslu sendiri secara kelembagaan mulai dari pusat sampai ke daerah dan TPS, Thomas mengatakan siap mengawasi seluruh tahapan pemilu mulai dari awal sampai saat ini kampanye, pendistribusian logistik dan pemungutan suara.

“Konsentrasi kami saat ini adalah memberikan penguatan kapasitas kepada pengawas di tingkat TPS untuk memastikan mereka bisa mengetahui secara pasti terkait proses pungut dan penghitungan yang akan dilakukan oleh KKPS,” ujarnya.

Sesuai dengan putusan MK bahwa proses penghitungan akan berakhir pada pukul 12:00 wita tanggal 18 April. Pemilu sebelumnya hanya 4 surat suara sehingga proses penghitungan sampai pukul 04:00. Ditambah satu surat suara menjadi lima surat suara maka dengan proses pekerjaan yang lama membutuhkan pengawasan yang ketat dari pengawas.

“Untuk itu kami terus memberikan penguatan baik dari segi anggaran, fisik, mental agar bisa mengawal sampai berakhirnya proses penghitungan,” ungkapnya.

Sementara Ketua KPU NTT Thomas Dohu saat dikonfirmasi terkait pendistribusian logistik ini menuturkan bahwa sesuai dengan jadwal, proses pendistribusian ini baru dilaksanakan pada tanggal 14-16 April.

Dikatakan, logistik yang sudah ada diprioritaskan untuk mengisi daerah-daerah yang jauh. Daerah-daerah yang jangkauannya lebih dari sehari misalnya.

Ditambahkan, karena daerah-daerah yang ada hambatan tertentu juga diprioritaskan karena surat suara yang sudah ada presentasi yang baiknya lebih besar dari yang rusak.

“Daerah-daerah tertentu saja yang rusaknya mencapai 30-40 persen. Tetapi daerah-daerah yang lain tingkat kerusakan hanya mencapai 10 persen bahkan ada yang hanya 5 persen,” jelasnya.

Lanjut Thomas, terkait dengan kekurangan logistik surat suara yang terdata saat ini diprioritaskan pada proses percetakannya satu hari ini ke depan untuk KPU Kabupaten. “Karena untuk DPRD Kabupaten, Provinsi dan RI ketersediaan yang baik itu masih ada, namun kami berharap informasi percetakan hari ini dilakukan di Jakarta jadi segera selesai dan dikirim untuk di distribusikan,” imbuhnya.

Thomas juga berharap setelah dicetak, pihak percetakan dapat melakukan sortir ulang baru dikirim. Jika sudah disortir namun setelah diterima pihaknya tetap melakukan sortir ulang untuk memastikan dan menghindari adanya surat suara yang rusak saat di kirim ke TPS.

Sejauh ini, kata Thomas persiapan dari pihaknya sendiri hingga H-6 sudah 90 persen. Pihaknya juga optimis akan mendistribusikan semua logistik sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Yakni semua logistik terdistribusi satu hari sebelum hari pemungutan suara.

“Sebenarnya sudah 100 persen namun terjadi kerusakan pada surat suara itu sehingga masih 90 persen. Selain kertas suara ada juga logistik yang masih dalam perjalanan seperti hologramnya,” tutupnya. (mg29/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!