Timor Express

NASIONAL

Target Laba Rp 500 M, Direksi Optimis

RUPS Bank NTT

KUPANG, TIMEX – Bank NTT akhirnya menyepakati target laba bersih di tahun buku 2019 sebesar Rp 500 miliar, sebagaiama yang digaungkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selama ini. Rencana bisnis ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor Pusat Bank NTT, Kamis (11/4) kemarin.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), mengatakan, dalam rencana bisnis Bank NTT di tahun buku 2019, salah satu poin yang disepakati yakni target laba bersih sebesar Rp 500 Miliar.

“Dalam RUPS tadi, sudah disepakati Rp 500 miliar. Ini akan kita kejar dan lagi dipersiapkan dengan baik,” ujar Viktor menjawab pertanyaan Timor Express usai RUPS.

Menurut Viktor, berdasarkan laporan pengurus, laba Bank NTT dari bunga bisa mencapai Rp 1 Triliun lebih. Jika efisiensi dilakukan dengan menekan biaya-biaya, maka target Rp 500 miliar bisa tercapai. Selain itu, pemegang saham juga mendorong pengurus untuk melakukan inovasi produk, seperti bunga murah, dan lain sebagainya.

Target laba Rp 500 miliar, lanjut Viktor, akan lebih gampang didapatkan bila Bank NTT ikut dan memenangkan tender penempatan keuangan yang ditransfer dari pusat ke daerah. Baik itu dana Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Dana Desa. Tak hanya itu, Bank NTT juga tengah berusaha menjadi bank persepsi sehingga anggaran dari proyek-proyek BUMN di NTT bisa ditempatkan di Bank NTT.

“Betul, kita lagi mendorong terus (jadi bank persepsi,red). Dan mimpi kita di tahun 2021, Bank NTT sudah menjadi Bank Devisa dan di tahun 2024 sudah menjadi Bank Public,” katanya.

Disinggung soal proses fit and proper test calon pengurus Bank NTT, Viktor mengaku sudah berkomunikasi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Saya sudah telepon dan sebentar lagi mereka akan selesaikan,” sebut Viktor.

Sementara Bupati TTU Raymundus Fernandes saat ditanya seputar harapannya selaku Pemegang Saham Seri B, mengatakan, target laba yang sudah ditetapkan dalam RUPS harus bisa dicapai di tahun buku 2019. Oleh karena itu, pengurus Bank NTT harus bekerja ekstra. Jika tidak, maka hal itu akan berdampak pada kepercayaan yang diberikan oleh para pemegang saham.

“Mereka harus memenuhi target itu. Jika tidak terpenuhi, maka kinerjanya dianggap buruk. Dan karena bank ini milik daerah, maka seluruh pemerintah daerah wajib membesarkan Bank NTT,” kata Bupati TTU dua periode itu.

Hal senada juga disampaikan Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon. Menurutnya, seluruh Pemda di NTT harus mendukung Bank NTT dalam mencapai rencana bisnis yang telah disepakati. “Saya yakin, sebagian besar anggaran milik Pemda ada di Bank NTT. Dan efisiensi sebagaimana diharapkan pemegang saham itu dilakukan dengan baik oleh pengurus, maka rencana bisnis di tahun 2019 akan tercapai,” kata Antonius.

Plt. Direktur Utama Absalom Sine saat dikonfirmasi terkait dengan harapan pemegang saham, mengaku optimis bisa mencapai rencana bisnis di tahun 2019, khsususnya laba bersih sebesar Rp 500 miliar. Sebab menurut dia, capaian laba di triwulan I tahun 2019 sudah menunjukan pertumbuhan yang positif.

“Capaian laba di triwulan pertama, pertumbuhannya normatif dan bisa menuju ke sana (capai target,red). Kami juga mengharapkan dukungan dari semua pemegang saham terutama Gubernur selaku PSP. Kami bersyukur karena Pak Gubernur dalam RUPS sudah mengajak seluruh pemegang saham untuk mendukung Bank NTT,” ungkapnya.

Capaian Positif di Tahun Buku 2018

Kinerja keuangan Bank NTT berhasil menunjukan trend positif sepanjang tahun buku 2018. Hal ini nampak dari indikator keuangan sebagai berikut. Pada tahun buku 2018, total aset Bank NTT meningkat sebesar Rp 837 miliar menjadi Rp 11,21 triliun dibandingkan total aset pada tahun buku 2017 sebesar Rp 10,49 triliun atau mengalami kenaikan 8,06 persen.

Dana pihak ketiga (DPK) pada tahun 2018 meningkat sebesar Rp 594 miliar menjadi Rp 7,60 triliun dibandingkan total DPK tahun buku 2017 sebesar 7,01 triliun atau mengalami kenaikan 8,48 persen dengan komposisi sebagai berikut.

Giro di tahun buku 2018 cenderung stabil di posisi Rp 1,69 triliun sama dengan giro di tahun buku 2017. Tabungan pada tahun buku 2018 meningkat sebesar Rp 287 miliar menjadi Rp 3,59 triliun dibandingkan dengan tabungan pada tahun buku 2017 Rp 3,30 triliun atau mengalami kenaikan 8,69 persen.

Deposito di tahun buku 2018 meningkat sebesar Rp 307 miliar menjadi Rp 2,32 triliun dibandingkan dengan deposito pada tahun buku 2017 Rp 2,01 triliun atau mengalami kenaikan 15,26 persen.

Kredit yang disalurkan di tahun buku 2018 meningkat sebesar Rp 774 miliar menjadi Rp 8,76 triliun dibandingkan total kredit di tahun buku 2017 Rp 7,99 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 9,68 persen.

Laba bersih yang diraih pada tahun buku 2018 meningkat sebesar Rp 4 miliar menjadi Rp 250 miliar dibandingkan laba di tahun buku 2017 sebesar Rp 246 miliar atau mengalami peningkatan 1,86 persen.

Selain mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan, Bank NTT juga mencatatkan peningkatan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 4,20 miliar di tahun 2018 atau naik 34,94 persen dari penyaluran CSR di tahun buku 2017 sebesar Rp 3,11 miliar.

Untuk memaksimalkan potensi pasar yang ada sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat maka Bank NTT telah menambah jumlah jaringan kantor yang hingga tahun buku 2018 telah mencapai 214 unit. Dengan rincian, 1 kantor pusat, 24 kantor cabang, 40 kantor cabang pembantu, 64 kantor kas, 53 USPD, 19 Payment Point, 13 Mobil Kas. Ditambah 184 ATM.

Untuk memperkuat likuiditas dan meningkatkan ekspansi kredit Bank NTT di tahun 2019 maka pada tanggal 6 Desember 2018 Bank NTT telah menerbitkan obligasi berkelanjutan Tahap I sebesar Rp 500 miliar. Dari penawaran obligasi sebesar Rp 500 miliar tersebut, terjadi oversubscribe (pelampauan) sebesar Rp 65 miliar.

Hal ini membuktikan bahwa kinerja keuangan Bank NTT sampai saat ini tetap mendapat kepercayaan kuat serta memiliki prospek cemerlang dari para investor pasar modal di Indonesia. Dalam proses penerbitan obligasi ini, Bank NTT juga berhasil memperoleh rating Single A (id A, Stable Outlook) dari Lembaga Pemeringkat PEFINDO yang mengindikasikan kemampuan kuat Bank NTT untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Dalam upaya meningkatkan volume bisnis dan khususnya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat NTT di tahun 2019 maka Bank NTT telah menetapkan sejumlah langkah strategis diantaranya; revitalisasi penguatan struktur dana; penyaluran kredit dan perbaikan kualitas kredit; penguatan stabilitas likuiditas bank; peningkatan profit bagi bank; dan penataan tata kelola. (tom/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!