Timor Express

RAGAM

212 Rumah Terjual, Tujuan Edukasi Terlaksana

RESMI BERAKHIR. Asisten II Setda Kota Kupang, Eli Wairata didampingi Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby dan jajarannya, Plt Dirum Bank NTT. Alex Riwu Kaho, Wakil Direktur Timex, Stenly Boymau serta pejabat lainnya saat menekan tombol sirene sebagai tanda berakhirnya Bank NTT REI Expo, Jumat (12/4).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Bank NTT Dorong Pengembangan Rumah Ramah Lingkungan

KUPANG, TIMEX – Bank NTT-REI Expo 2019 yang digelar selama 11 hari di Lippo Plaza Kupang, resmi berakhir pada Jumat (12/4) malam tadi. Kendati penjualan rumah tidak memenuhi target, namun DPD REI NTT bersama Bank NTT tetap bangga karena edukasi program rumah subsidi yang menjadi tujuan dari expo ini dapat terlaksana dengan baik. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang program nasional tersebut.

Ketua DPD REI NTT, Bobby Thinung Pitoby dalam sambutan menyebutkan, target awal penjualan rumah dalam expo kali ini yakni sebanyak 250 unit dengan nominal Rp 40 miliar. Namun, realisasi penjualan sebanyak 212 unit rumah dengan nominal Rp 33,4 miliar. “Kondisi ini memang beda dengan expo sebelumnya, dimana penjualan rumah melebihi target. Namun, melewati target penjualan bukan satu-satunya tujuan dari expo. Tapi ada tujuan lain yakni edukasi program rumah subsidi,” ujarnya.

CEO PT. Charson Timorland Estate itu memprediksi, penjualan rumah yang tidak memenuhi target mungkin disebabkan karena expo berdekatan dengan momen pemilu dan kunjungan-kunjungan lainnya di Kota Kupang. Namun Bobby tetap optimis bahwa penjualan akan terus berlanjut usai expo kali ini.

Menurut Bobby, rumah yang terjual pada expo kali ini didominasi oleh rumah subsidi dan kebanyakan berlokasi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Hanya sebagian kecil rumah yang berlokasi di Atambua, Maumere, dan Rote.

“Hampir 95 persen rumah yang terjual berlokasi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Ada beberapa juga di daerah lain seperti Atambua, Maumere, dan Rote, tapi penyerapannya tidak banyak,” sebut CEO Pitoby Group itu.

Dijelaskan lebih lanjut, DPD REI masih beranggotakan 74 perusahaan yang tersebar di seluruh NTT. “Kami sudah masuk di 18 kabupaten/kota dan masih empat kabupaten/kota yang belum. Kami yakin tahun ini sudah bisa masuk ke kabupaten tersebut,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Bobby tetap berharap dukungan dan kolaborasi semua stakeholder untuk menekan angka backlog (kesenjangan antara rumah yang dibangun dengan rumah yang dibutuhkan) dan rumah tidak layak huni di NTT yang jumlahnya masih besar. “Masih banyak kebutuhan perumahan di NTT. Maka kami mengajak masyarakat, pemerintah, perbankan dan semua stakeholder untuk sama-sama membangun NTT,” katanya. “Kami terus meminta pemda untuk mereview kembali soal BPTHB agar MBR bisa memiliki rumah dengan lebih mudah,” lanjutnya seraya berterima kasih kepada Lippo Plaza dan media partner, terlebih kepada Bank NTT yang selalu mendukung REI dalam pelaksanaan expo.

Sementara Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alex Riwu Kaho, dalam sambutannya, menawarkan kepada DPD REI NTT agar pelaksanaan expo tidak saja digelar di Kota Kupang. Tetapi juga digelar di kabupaten-kabupaten lain yang dikemas dengan road show festival antar para pengembang.

Alex juga mengajak developer anggota REI NTT untuk mengembangkan perumahan dengan konsep Go Green. Sebab dengan konsep ini, kelestarian lingkungan hidup akan tetap terjaga dan masyarakat bisa mengurangi kegiatan dan produk-produk yang memicu peningkatan pemanasan global. Konsep hunian ramah lingkungan tidak sekedar menanam hijau-hijauan, tetapi juga mengusung konsep hemat energi. “Ini tantangan developer ke depan untuk mengembangkan konsep-konsep semacam ini,” kata Plt. Direkrut Umum Bank NTT itu.

Alex menambahkan, awal tahun depan sudah masuk pada era pasar bebas Asean. Hal ini menjadi tantangan bagi semua pihak. Oleh karena, membangun NTT ke depan harus tetap butuh sinergitas. “Bank NTT tidak bisa tumbuh sendiri, tapi membutuhkan sinergitas dengan semua. Tidak ada ruang yang membatasi untuk kita bersinergi. Membangun NTT juga butuh kreatifitas,” terang Alex.
Selanjutnya, Asisten II Setda Kota Kupang, Eli Wairata dalam sambutan, mengatakan, kegiatan expo sangatlah berguna bagi masyarakat. Tidak sekadar memberikan edukasi tentang program rumah subsidi, tetapi juga dapat merumahkan masyarakat karena ada fasilitas kredit yang diberikan perbankan.

“Ada sebagian orang yang senang tinggal di kos dan bayar kos Rp 1 juta per bulan. Padahal dengan cicilan Rp 900 ribu per bulan, dia sudah bisa memiliki rumah. Ini yang belum disadari masyarakat,” katanya.

Sebagai ibukota provinsi, posisi Kota Kupang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia Barat. Kota Kupang juga menjadi tempat transit bagi wisatawan yang hendak ke daerah-daerah lain di NTT. Untuk mendukung hal-hal semacam ini, wajah Kota Kupang tentu haruslah indah.

Eli menyebutkan, salah satu visi Pemerintah Kota Kupang saat ini adalah menjadikan Kota Kupang sebagai kota layak huni. Oleh karena itu, Pemkot Kupang sangat berterimakasih kepada developer REI yang telah membangun rumah layak huni bagi masyarakat. Juga terimakasih kepada Bank NTT yang menyediakan pembiayaan perumahan (KPR FLPP).

“Ke depan, Pemkot Kupang akan terus memberikan dukungan kepada developer REI berupa kemudahan-kemudahan dalam pengembangan perumahan di wilayah Kota Kupang,” ungkapnya.

Untuk dikatahui, acara penutupan Bank NTT REI Expo 2019 semalam juga dimeriahkan dengan penampilan tiga pemenang lomba menyanyi solo dan dua pemenang lomba goyang REI modifikasi. Acara penutupan expo semakin meriah dengan kehadiran Artis Cita Citata yang menghibur seluruh pengunjung Lippo Plaza Kupang. (tom/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!