Timor Express

POLITIK

Semua Perbedaan Hanyut dalam “Kemesraan”

HARMONIS. Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) usai mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Sisi-Sisi “Capres-Cawapres Juga Manusia” dalam Rangkaian Debat Pilpres 2019

Ada banyak momen selama debat Pilpres 2019 yang memperlihatkan bagaimana Jokowi dan Prabowo, juga KH Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno, saling hormat dan “selow”. Jadi, mengapa kita, yang akan memilih satu di antara dua paslon tersebut di bilik suara Rabu lusa (17/4), harus terus gontok-gontokan?

BAYU PUTRA-FOLLY AKBAR, Jakarta

Debat Pertama (17 Januari)

Joget Spontan

-Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto bermaksud menanggapi pertanyaan capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi). Tapi, eits, ternyata belum waktunya. Moderator Ira Koesno mencegahnya. Spontan Prabowo berjoget sejenak. Dan, audiens pun gerrr.

Pijatan di Pundak

Tak hanya sampai di situ. Cawapres (calon wakil presiden) 02 Sandiaga Uno ikut beraksi dengan memijat pundak Prabowo. Jadilah, Jokowi juga menghentikan pertanyaan sejenak. Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin pun tampak tersenyum. Suasana debat yang cukup tegang sejak awal jadi cair.

Pelukan dan Tawa

Di akhir segmen keenam pada debat pertama, setelah setiap pasangan calon (paslon) memberikan kata penutup, Jokowi dan Ma’ruf langsung mendatangi podium Prabowo. Keduanya berpelukan dan tertawa lepas. Ira pun terkejut dan mengingatkan bahwa debat belum usai. Alhasil, momen salaman itu pun diulang lagi setelah debat ditutup.

Debat Kedua (17 Februari)

Diduga Panas Ternyata Adem

Saat sesi debat terbuka yang diperkirakan panas justru berubah adem. Tak lain karena keduanya saling setuju atas pendapat lawan. Saat Prabowo menyatakan bahwa mereka berdua sama-sama ingin memberantas pencemaran lingkungan, Jokowi manggut-manggut. “Iya, saya setuju saja,” ucap Jokowi yang sontak memantik tawa audiens. Prabowo pun ikut tertawa dan bertepuk tangan.
Sebaliknya, Prabowo pun bersikap sama saat Jokowi memberikan tanggapan yang membahas soal kebutuhan nelayan. Prabowo langsung berdiri dan mengambil mikrofon di meja. “Terima kasih, cukup jelas, Pak,” ucap Prabowo singkat yang juga langsung disambut tawa penonton.

Kegaduhan Tim Hore

Setiap capres bisa memasukkan 142 orang tim hore. Mereka acap kali membuat gaduh sepanjang debat. Akibatnya, beberapa kali pernyataan capres tidak terdengar jelas. Perilaku tim hore itu pun mendapat kritik luas sehingga mendorong KPU mengurangi jumlahnya di debat berikutnya.

Debat Ketiga (17 Maret)

Minimalkan “Perselisihan”

Debat edisi ini mempertemukan kedua cawapres, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Sebelum debat dimulai, di belakang panggung, keduanya sudah bertemu dengan ditemani tim masing-masing. Di situ Sandiaga Uno mencium tangan Ma’ruf. Sementara itu, Ma’ruf menunjukkan sikap mengayomi kepada Sandi. Sikap saling respek itu terbawa hingga debat berlangsung. Jadilah, Sandi dan Ma’ruf tampak meminimalkan perselisihan. Bukannya berdebat, keduanya hanya fokus pada visi dan misi masing-masing.

Tampilan Khas

Ma’ruf, sebagaimana sebelumnya, tampil dengan ciri khas. Mengenakan jas putih dengan kain panjang yang dikalungkan ke leher plus peci hitam. Bawahannya tentu saja mengenakan sarung. Sementara itu, Sandi mengenakan setelan jas formal yang dipadu peci.
Sebotol infused water berisi potongan lemon diletakkan di atas meja di hadapannya. Di sela-sela jeda, tidak banyak hal yang dilakukan Sandi dan Ma’ruf. Di saat musik hiburan bertalu-talu mengisi jeda, keduanya beristirahat ke belakang panggung. Sandi berjalan sendiri, sedangkan Ma’ruf digandeng Ipang Wahid.

Debat Keempat (30 Maret)

Saling Puji, Saling Curhat

Kedua capres sama-sama menyebut pihak lawan sebagai sosok Pancasilais, nasionalis, dan patriot. Namun, seusai memuji, keduanya juga saling curhat atas perilaku para pendukung lawan yang cenderung mendiskreditkan. “Seolah-olah saya membela khilafah, seolah saya akan melarang tahlilan. Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal,” ucap Prabowo.
Jokowi pun membalas Prabowo dengan curhat juga. “Kalau masalah tuduh-menuduh, saya kan juga banyak dituduh, Pak. (Selama) 4,5 tahun ini saya juga dituduh Pak Jokowi itu PKI. Tapi, saya juga biasa-biasa saja, nggak pernah saya jawab,” ucap Jokowi.

Joget Bareng

Saat jeda, para pendukung kedua paslon tidak lagi sempat saling beradu yel-yel. Sebab, panitia mengajak mereka semua joget bareng. Diawali dari lagu Sayang. Sementara itu, kedua capres memilih beristirahat sejenak di belakang panggung.
Pada jeda berikutnya, giliran penyanyi Rossa yang tampil di hadapan audiens. Dua single-nya, Takkan Berpaling Darimu dan Sakura, sukses mengademkan suasana jeda yang awalnya panas akibat pernyataan dari kedua paslon.
Pada jeda terakhir, giliran lagu ciptaan Wahyu yang berjudul Selow yang dinyanyikan bersama.
Karena ku selow, sungguh selow, sangat selow, tetap selow, santai.. santai… Ku yakin Tuhan berikan…
Dan, semua audiens pun berjoget bersama. Diiringi senyum dan tawa.

Hanyut dalam “Kemesraan”

Di akhir debat, setelah lagu Indonesia Pusaka yang dimaksudkan mengingatkan semua orang sebagai saudara sebangsa dan setanah air, dilanjutkan dengan lagu Kemesraan. Semua pun hanyut dalam kemesraan.

Debat Kelima (13 April)

Doa Bersama demi Suksesnya Pemilu

Doa bersama lintas agama dan kepercayaan mengawali debat kelima. Tujuh tokoh agama dan kepercayaan hadir di panggung debat. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu, dan wakil penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar memimpin prosesi itu, diikuti seluruh audiens. Dalam doanya, Nasaruddin memohon agar pemungutan suara 17 April berjalan lancar.

Dihibur Lagu-Lagu Chrisye

Tidak banyak gestur spesial yang ditunjukkan para kandidat. Saat sesi panel, Jokowi dan Ma’ruf memilih duduk dan menyimak saat moderator menyampaikan pertanyaan panelis. Sedangkan Prabowo dan Sandiaga berdiri di podium dan membuat catatan. Saat jeda, audiens dihibur penyanyi Wizzy dan Afgan. Penampilan dua penyanyi itu membuat tidak ada kesempatan untuk saling mempersoalkan apa yang terjadi saat debat. Lagu-lagu maestro musik Indonesia (alm) Chrisye mewarnai panggung debat. Mulai Hip Hip Hura, Kala Cinta Menggoda, hingga Panah Asmara. Saat itu dua paslon beristirahat di belakang panggung.

Antara Indonesia Pusaka dan Gemu Famire

Debat diakhiri dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Pusaka yang dipimpin Afgan dan Putri Ayu. Kedua paslon dan masing-masing 10 pendukung bernyanyi dengan khidmat di atas panggung. Setelah itu, kedua paslon saling berpelukan, mengakhiri masa kampanye dengan suasana damai. Debat pun ditutup penampilan Wizzy. Semua yang ada di ruangan debat diajak bergoyang lewat lagu Gemu Famire. Semua gembira, bahkan Prabowo sempat tampak ikut bergoyang. (byu/c10/oni/ttg/jpg/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!