Timor Express

NASIONAL

Anugerah KARTINI AWARD Ditandai NTT Culture Night

SUPPORT. Ketua TP PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat bersama Stenly Boymau dan Marthen Bana, Kamis lalu di Skretariat TP PKK NTT. Saat itu Julie mensuport penuh pelaksanaan Kartini Award 26 April.

IST

Dilaksanakan 26 April di Aston

KUPANG, TIMEX – Ada yang spesial dalam momentum anugerah Kartini Award nanti. Seluruh penerima tropi dalam event yang digagas Timor Express (Jawa Pos Group) kerja sama dengan Dekranasda NTT ini akan menampilkan aneka busana adat maupun modifikasi khas NTT.

Panitia mengkonsepkan agar momen penganugerahan tropi tokoh-tokoh perempuan hebat dari NTT yang sudah menginspirasi publik itu, seluruhnya menampilkan budaya khas NTT. Tidak saja peserta yang mengenakan busana tenunan melainkan panitia dan undangan pun diwajibkan mengenakannya. Ini sebagai tanda dan bukti kecintaan terhadap kekayaan budaya warisan leluhur. “Seluruh penerima tropi kita surati untuk mengenakan busana adat lengkap dari daerah tertentu. Bisa juga busana modifikasi, kita tidak perkenankan mereka mengenakan busana motif NTT olahan pabrikan sehingga acara ini didesain bertema NTT Culture Night,” demikian kata Direktur TIMEX Kupang Promosindo, Stenly Boymau, kemarin di Kupang.
Para tamu undangan, menurutnya, diminta untuk mengenakan busana khas NTT.

Sementara, Ketua TP PKK NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat dalam tatap muka dengan Stenly Boymau dan Marthen Bana dari Timor Express, Kamis (18/4) di Sekretariat TP PKK NTT, menyambut baik pelaksanaan acara itu. Saat itu, Julie berdiskusi banyak terkait kegiatan ini. Menurutnya, pelaksanaan acara harus maksimal sehingga menjadi tonggak awal kegiatan selanjutnya. Apresiasi terhadap tokoh-tokoh perempuan NTT sudah saatnya dilakukan karena NTT memiliki banyak tokoh hebat. Hanya saja masih kurang disekspose.

Sementara terkait pelaksanaan acara, disampaikan Stenly bahwa akan ditunda ke tanggal 26 April pekan depan. “Acara ini terpaksa kita tunda dari sebelumnya tanggal 13, kemudian 21 April karena beberapa pertimbangan penting,” ungkapnya disetujui Julie.
Diakui, tanggal 13 terkendala momen politik dan seluruh perhatian tersedot ke sana. Begitu pula tanggal 21 yang adalah Hari Kartini. Saat itu seluruh perkantoran vakum sehingga dengan pertimbangan-pertimbangan itu akhirnya ditunda. “Kita berharap semua pimpinan hadir dan menyaksikan momen ini,” tegas Julie.

Saat itu juga, Julie langsung mensuport kegiatan ini dengan melibatkan Dekranasda NTT. “Saya ikutkan Dekranasda ya… Mereka konsern di beberapa bidang termasuk tenunan sehingga tepat. Pada malam anugerah award juga akan ada beberapa UKM binaan Dekranasda NTT yang saya ikutkan agar mereka menampilkan produk-produk kreasinya,” tegas Julie bangga.

Baginya, ini penting agar publik pun tahu bahwa ada produk bernilai tinggi yang dihasilkan kelompok-kelompok binaan mereka. Untuk diketahui, Julie adalah pemerhati motif tenunan NTT sehingga dalam lembaga yang diasuhnya, LeViCo Boutique selalu menampilkan kekayaan budaya NTT itu hingga ke eropa. (*/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!