Enam SMP Laksanakan UNBK – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Enam SMP Laksanakan UNBK

SERAHKAN. Dinas P dan K Kabupaten TTS mulai distribusi naskah UN.

YOPI TAPENU/TIMEX

Sekolah Tidak Akreditasi, Tidak Dapat BOS

SOE, TIMEX – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten TTS melakukan pendistribusian naskah Ujian Nasional (UN) tingkat SMP yang berjumlah 154 sekolah, Selasa (16/4). Namun dari jumlah tersebut hanya enam sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sementara, yang lain masih menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

“Di TTS yang menyelenggarakan UNBK sangat sedikit, jadi kami sebagai dinas teknis sudah mendapat teguran dari bupati. Jadi para kepala sekolah mulai tahun 2019 ini harus mempersiapkan fasilitas bagi sekolah yang terjangkau jaringan internet, agar pada tahun ajaran 2019-2020 melaksanakan UNBK,” tegas Kadis P dan K Kabupaten TTS, Edison Sipa saat pembagian naskah UN tingkat SMP di kantor Dinas P dan K Kabupaten TTS, Selasa (16/4).

Disebutkan, enam sekolah yang menyelenggarakan UNBK adalah SMP Sint Vieney SoE, SMP Kristen Harapan SoE, SMPN 3 SoE, SMPN 1 Amanuban Selatan, MTS Al-Iklas SoE dan SMP Terbuka Amanatun Selatan. Ke depan, SMP di Kabupaten TTS sudah harus menyelenggarakan UNBK. Hal itu dipandang penting, karena selain efisien dalam penghematan anggaran kertas, juga memperkenalkan teknologi kepada anak-anak sedini mungkin. Mengingat, perkembangan dunia saat ini, teknologi sangat berperan dalam aktivitas manusia, sehingga jika tidak mengetahui teknologi, maka akan tersisih dari kompetisi dalam berbagai bidang.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, karena kalau kita tidak memulai untuk perkenalkan teknologi melalui pendidikan, maka dampaknya akan sangat besar terhadap masa depan anak. Karena naskah UN sudah didistribusikan sejak tanggal 16 April, tetapi pelaksanaan UN baru akan dilakukan tanggal 23 April, jadi kami harap pihak sekolah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mengamankan naskah UN,” ujar Edison.

Dijelaskan, peserta UN SMP di Kabupaten TTS sebanyak 10.387 yang berasal dari 154 sekolah. Dari 154 sekolah, jumlah sekolah penyelenggara sebanyak 86, sementara sekolah bergabung sebanyak 68. Ke depan, sekolah-sekolah saat ini masih melakukan UN dengan cara bergabung dengan sekolah lain diharapkan tidak terjadi lagi. Karena saat ini tengah dilakukan proses akreditasi, sehingga diharapkan seluruh SMP di TTS ke depan dapat melakukan UN. “Jadi saya harap kepada para guru dan kepala sekolah, walaupun sibuk dengan pelaksanaan UN, tetapi kalau ada tim turun melakukan penilaian harus dilayani karena penilaian dari tim bertepatan juga dengan pelaksanaan UN,” terang Edison.

Akreditasi sekolah harus diproses, karena jika masih terdapat sekolah yang belum terakreditasi, maka konsekuensinya adalah tidak lagi mendapat dana BOS pada tahun-tahun mendatang. Untuk itu, bagi sekolah yang tidak diakreditasi akan dianggap telah bubar, sehingga tidak bisa mendapat anggaran dari pemerintah.

“Konsekuensinya sangat berat, jadi saya harap kita proaktif melengkapi syarat-syarat yang diminta tim saat turun. Sehingga sekolah-sekolah yang ada tidak dilebur karena tidak terakreditasi,” tandas Edison. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!