Tiga Incumbent Dapil I Terancam – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Tiga Incumbent Dapil I Terancam

REKAP. Tenaga operator di center PKB TTS tengah meng-uploud data C1 yang diperoleh dari saksi partai.

YOPI TAPENU/TIMEX

10 TPS di TTS PSU

SOE, TIMEX – Berdasarkan hasil rekapan C1 plano di PKB center, diketahui di daerah pemilihan (Dapil) I Kabupaten TTS, tiga calon DPRD terancam tidak lolos. Tiga incumbent itu adalah Abdurahman dari PKS, Welmince Mella dari Partai Golkar dan Yuliana Desdemona. Tiga incumbent itu terancam tidak lolos dikarenakan dari hasil rekapan 224 TPS dari total jumlah TPS 232, diketahui tiga incumbent itu memperoleh suara minus dari calon lain di dalam partai sendiri maupun partai lain. Sehingga, diprediksi tiga incumbent itu bakal tidak lolos.

Sementara, incumbent yang dipastikan akan lolos ke DPRD TTS masing-masing Uksam Selan memperoleh suara sebanyak 1.735, Jean Neunufa  dari Partai Nasdem memperoleh suara 1.805, Relygius Usfunan dari PKB memperoleh suara 1.703 dan Yudit Selan memperoleh suara 667.

“Data kami ini berdasarkan C1, jadi tingkat kekeliruan tentu sangat sedikit. Bahkan, hasil pleno baik di PPK dan KPU akan sama dengan data kami. Data ini minim enam TPS yang C1-nya belum masuk,” ungkap Ketua DPC PKB Kabupaten TTS, Relygius Usfunan kepada wartawan di sekretariat PKB TTS, Minggu (21/4).

Dikatakan, tiga incumbent di dapil I khusus PKS, terancam tidak lolos karena incumbent dari PKS yang memperoleh suara terbanyak yakni Abdurahman, hanya memperoleh suara 566. sementara PDIP yang sebelumnya tidak memperoleh kursi di DPRD Kabupaten TTS, caleg atas Yusuf Soru memperoleh suara 1.524, Yuliana Desdemona Makandoloe memperoleh suara 1.058. Sementara caleg lain di Partai Gerindra yakni Okto Selan memperoleh suara 1.205. Begitupun Welmince Mella dari Partai Golkar hanya memperoleh suara 384. Sementara Lourens Jehau memperoleh suara 788.

Dari hasil tersebut diketahui kursi pertama diperoleh PKPI dengan total peroleh suara partai 4.600 atas nama Uksam Selan, memperoleh suara caleg 1.735, kursi kedua diperoleh PDIP dengan total suara partai 4.357 atas nama Yusuf Soru memperoleh suara caleg 1.524. Kursi ketiga diperoleh Partai Hanura dengan total suara partai 4.120 dan caleg yang masuk adalah Yupik Sintiana Filda Boimau dengan total perolehan suara caleg 900. Kursi keempat diperoleh Partai Gerindra dengan total perolehan suara partai 4.099 dan perolehan suara caleg 1.205 atas nama Okto Selan, kursi kelima diperoleh Partai Nadem dengan total perolehan suara partai 3.739 caleg atas nama Jean Neonufa dengan perolehan suara 1.805. Kursi keenam diperoleh Partai Golkar dengan perolehan suara partai 3.706 dan suara caleg 788 atas nama Laurens Jehau. Kursi ketujuh diperoleh PKB dengan total perolehan suara 3.253 dan suara caleg 1.703 atas nama Relygius Usfunan dan kursi terakhir diperoleh Partai Demokrat dengan total perolehan suara partai 2.847 dan suara caleg 667 atas nama Yudit Selan.

Dikatakan, dari lima dapil yang ada di Kabupaten TTS, selain dapil I, data C1 belum seluruhnya masuk. Meski demikian, diyakininya lima kursi PKB di DPRD TTS dipastikan kembali dan bahkan PKB berpeluang memperoleh dua kursi di dapil IV dan V. Karena dari hasil konfirmasi via telepon, rata-rata caleg PKB di dua dapil itu memperoleh suara di atas 1.000.

“Kami berpeluang dapat dua kursi di dapil IV dan V, karena rata-rata caleg kami di dua dapil itu dapat suara di atas 1.000,” ungkap Relygius.

Sementara, Ketua Bawaslu TTS, Melky Fay saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil pengawasan yang dilakukan pada pelaksanaan Pemilu, pihaknya merekomendasikan 10 TPS di Kabupaten TTS melakukan pemungutan suara ulang (PSU). 10 TPS di TTS yang direkomendasikan untuk melakukan PSU terdiri dari tiga TPS di Desa Kesetnana, dua TPS di Desa Biloto, satu TPS di Desa Nunkolo, satu TPS di Desa O’of, satu TPS di Desa Haumeni, satu TPS di Desa Oekiu dan satu TPS di Desa Kolbano.

“Kalau TPS berapa-berapa saya tidak hafal persis, tapi secara umum itu TPS-TPS yang kita rekomendasikan untuk PSU karena pelaksanaan Pemilu setelah kami lakukan kajian, tidak dilakukan sesuai dengan aturan pelaksanaan Pemilu. Dari kami memang 10 TPS, tapi sepertinya KPU juga ada rekomendasikan dua TPS,” ungkap Melky.

Tahapan pelaksanaan Pemilu di TTS, sesuai dengan pantauan Bawaslu TTS saat ini rata-rata kotak suara tengah digeser dari PPS ke PKK karena sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, tanggal pleno 20 April-4 Mei merupakan pleno di tingkat PPK.

Komisioner KPU TTS, Nixon Balla saat dihubungi mengatakan, ia tengah dalam perjalanan menuju KPU Provinsi NTT untuk mengkonfirmasi PSU yang direkomendasikan.

Ketika ditanya soal berapa banyak data yang telah direkap, ia mengaku jika belum koordinasikan dengan petugas yang tengah melakukan perekapan di kantor KPU TTS.

“Kalau data saya belum tahu, karena sekarang masih sedang direkap di kantor,” pungkasnya. (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!