Dua Pengawas Pemilu di NTT Meninggal – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Dua Pengawas Pemilu di NTT Meninggal

Menkeu Siapkan Dana Santunan Rp 36 Juta

KUPANG, TIMEX–Pemerintah memastikan bakal memberikan uang santunan kepada keluarga petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal saat bertugas.

Di Provinsi NTT, dua anggota pengawas di tingkat TPS, meninggal. Keduanya berasal dari Kabupaten Belu dan Sumba Barat. Hal ini diungkapkan Anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna kepada Timor Express, Selasa (23/4).

Jemris sebutkan, selain yang meninggal, ada pulapengawas yang mengalami kecelakaan sebanyak enam orang, yang rawat inap satu, rawat jalan 2 orang, dan yang mengalami kekerasan satu orang.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal mengalokasikan anggaran negara untuk pemberian santunan tersebut.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan, santunan disiapkan karena KPPS telah berjasa dalam menyelenggarakan Pemilu 2019 yang aman dan lancar. ”Saya sudah mengecek, kemungkinan kita bisa mengakomodasi (pemberian santunan, Red) melalui standar biaya yang tidak biasa,” kata Ani –sapaan Sri Mulyani– seusai sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor Selasa (23/4).
Hanya, Ani belum bisa memastikan besaran santunan yang dapat diberikan negara kepada keluarga korban. Saat ini jajarannya masih menghitung anggaran sambil berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). ”Dalam konteks ini, nanti kita (baca: Kemenkeu, Red) lihat berapa kebutuhan dan kita akan memutuskan sesuai peraturan perundang-undangan,” kata dia. Pada kesempatan itu, mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut juga menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian-kejadian tersebut.

Hingga kemarin sore, KPU mencatat, jumlah petugas KPPS yang wafat saat bertugas mencapai 119 orang serta 548 petugas jatuh sakit. Para petugas yang tumbang karena kelelahan dalam bertugas itu tersebar di 25 provinsi. Sebelumnya KPU telah mengusulkan agar setiap keluarga petugas KPPS yang wafat diberi santunan Rp 36 juta. Sementara itu, petugas KPPS yang sakit mendapat santunan Rp 16 juta hingga Rp 30 juta, bergantung sakit atau luka yang diderita.

Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani menjelaskan, pihaknya belum memastikan apakah bakal menerima usulan jumlah santunan dari KPU itu. ”Anggarannya nanti kami bicarakan dengan KPU untuk persisnya,” ucap dia. Dana untuk santunan tersebut akan diambil dari anggaran tahunan KPU. Pada 2019 anggaran tahunan KPU sekitar Rp 18 triliun. (far/rin/c9/agm/jpg/cel)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!