KPU-Bawaslu Cairkan Santunan Pekan Ini – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

KPU-Bawaslu Cairkan Santunan Pekan Ini

ILUSTRASI UANG SANTUNAN

Jumlah Petugas Meninggal Terus Bertambah

JAKARTA, TIMEX – Santunan bagi para penyelenggara pemilu yang meninggal sesudah bertugas segera disalurkan. KPU maupun Bawaslu sama-sama berupaya agar santunan itu bisa diterima para ahli waris dalam pekan ini. Sebab, SK Menkeu tentang standar biaya masukan lainnya (SBML) sudah diterima KPU dan Bawaslu kemarin (29/4).

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, pihaknya tinggal memverifikasi data penyelenggara pemilu yang meninggal beserta ahli warisnya. Termasuk petugas yang sakit. “Sakit apa, sejak kapan, dirawat di mana, dan seterusnya,” ujar dia di gedung KPU kemarin.
Apakah anggaran KPU mencukupi? Arief berharap demikian. “Kalau untuk yang meninggal insya Allah cukup semua,” lanjutnya. Namun, jumlah mereka yang sakit terus bertambah. Karena itu, pihaknya akan melihat pula ketersediaan anggaran.

Sebelumnya Sekjen KPU Arif Rahman Hakim menyatakan bahwa dana santunan diambilkan dari perubahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) KPU. Anggarannya berasal dari pos-pos yang selama tahapan pemilu bisa dihemat. “Kami siapkan anggaran Rp 40 hingga 50 miliar,” ucapnya saat dikonfirmasi Jumat (26/4).

Senada, anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyatakan, besaran santunan untuk jajaran Bawaslu yang gugur disamakan dengan jajaran KPU. “Uangnya ada, sudah diketok dan tinggal disalurkan saja,” ujarnya saat ditemui di kantor Bawaslu kemarin. Dalam satu dua hari ke depan, juknis penyerahan santunan akan rampung sehingga diharapkan bisa segera disalurkan.

Hingga kemarin jumlah petugas penyelenggara pemilu yang berpulang terus bertambah. Dari jajaran KPU dilaporkan sudah 304 orang yang meninggal. Sementara dari jajaran Bawaslu terpantau sudah 73 orang yang wafat. Itu belum termasuk ribuan yang dinyatakan sakit.

Sementara itu, Arif Rahman Hakim menegaskan bahwa penyerahan santunan diupayakan pada pekan ini. Juknis segera diselesaikan. Setelah itu KPU kabupaten/kota memverifikasi data calon penerima santunan. Berupa nama, alamat, serta nomor rekening. “KPU akan membayarkan santunan kepada calon penerima yang sudah terverifikasi kebenarannya,” ucap pria kelahiran Brebes tersebut.
Santunan bagi penyelenggara pemilu yang meninggal disalurkan melalui ahli warisnya. Sedangkan bagi petugas yang sakit, santunan diberikan secara langsung. “Santunan tersebut akan kami kirimkan melalui transfer ke rekening ahli waris atau yang bersangkutan langsung,” jelas Arif.

Sementara itu, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyatakan, pihaknya telah menyetujui usul KPU mengenai jumlah santunan yang akan diberikan. “Sudah ditetapkan minggu lalu,” katanya.

Santunan yang akan diberikan dibedakan, bergantung masalah yang dialami. Untuk anggota KPPS yang meninggal dunia, masing-masing menerima Rp 36 juta. Sementara jumlah santunan untuk anggota yang mengalami cacat permanen Rp 30,8 juta, luka berat Rp 16,5 juta, dan luka sedang Rp 8,25 juta.

Anggaran tersebut diambil dari anggaran KPU dan Bawaslu. Pada 2019 anggaran KPU sekitar Rp 18 triliun, sedangkan anggaran Bawaslu Rp 8,3 triliun. Menurut Askolani, beberapa biaya tambahan memang mau tak mau harus dikeluarkan untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu.

Risiko yang sudah diperhitungkan misalnya pemungutan suara ulang, yang juga tak lagi membutuhkan anggaran tambahan. Begitu pun santunan untuk korban yang jatuh sakit, terluka, maupun meninggal dunia. “Cukup diambil dari anggaran dua lembaga tersebut saja (KPU dan Bawaslu). Tidak perlu anggaran tambahan lagi,” tuturnya. (byu/bin/rin/c9/fat/jpg/sam)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!